
"Ko kamu makin pintar ya, seperti nya kita memiliki ikatan batin yang kuat" Ledek Nadia kepada Gilang.
"Harus dong sayang" Jawab nya.
"Emmm. Lang, kay. Maaf, gue harus pulang bawa Vio" Riko pun bersuara.
"Baiklah" Jawab Gilang.
"Sekali lagi terimakasih" Kata Riko.
"Ya"
"Ayo Vio" Ajaknya kepada Vio. Dan vio pun mengikuti kata sang kaka sepupunya itu.
***
"Vio maafkan ka Riko, ini sudah menjadi keputusan kaka dan orang tua mu, kaka akan mengantarkan mu kembali pulang ke rumah mu" Ucap Riko kepada Vio ketika sudah sampai rumah.
Vio yang mendengar nya pun mengangkat kepala nya "Apa ka? Vio ga mau ka, vio mau disini aja sama kaka"
"Maaf vi, kaka ga bisa. Ini jalan satu satu nya, walaupun Gilang udah maafin kamu, tapi belum tentu dia ngelepasin kamu dari pengawasan dia dan juga anak buah nya. Kaka ga mau kamu sampai dapat oleh anak buah Gilang karena kesalahan mu"
"Tapi ka"
"Ini sudah keputusan ku, cepat beres kan semua baju baju mu, akan ku antarkan kamu pulang"
"Baik ka" Jawab vio sambil melangkah kan kaki nya lemah ke arah kamar yang selama inu sudah ia tempati.
"Sudah?" Tanya Riko ketika melihat Vio yang sudah menggeret koper besar miliknya.
"Sudah ka" Jawab nya lesu.
"Biar kaka yang membawa nya" Kata nya sambil mengambil koper yang berada di tangan vio. Vio pun menganggukan kepala nya.
Riko dan Vio pun berangkat ke Bandara untuk segera meninggalkan Jakarta.
***
Satu bulan sudah semenjak kejadian itu, kini Gilang dan Nadia pun sedang bersiap untuk pergi ke Singapore, karena Rafel sudah menghubungi Gilang, bahwa Vika akan melahirkan dalam waktu dekat.
Setelah mendengar kabar tersebut, keesokan hari nya Gilang dan Nadia pun bersiap, untung saja dari gaun pengantin, prewedding, gedung untuk melaksanakan akad dan Resepsi sudah selesai semua, tinggal menunggu hari H nya saja. Dan pernikahan mereka pun akan diadakan 2 minggu dari sekarang.
"Sudah selesai?" Tanya Gilang kepada Nadia.
"Sudah, ayo kita berangkat" Jawab Nadia.
"Ayo"
"Ayah, bunda, Sifa. Aku dan mas Gilang berangkat dulu ya" Pamitnya.
"Hati hati" Jawab bunda.
"Iya bun"
"Shakila, onty dan om pergi dulu ya sayang" Pamitnya kepada anak sulung Keynan dan juga Sifa.
"Iya onty, anti beiin kila oyeh oyeh ya onty" Celoteh anak balita umur 1 tahun itu.
"Iya sayang nanti onty belikan kila oleh oleh"
"Aciik"
Cup.. Cium Nadia kepada kila.
"Dah kila"
"Dah onty"
Gilang dan Nadia pun pergi ke Singapore dengan menggunakan jet pribadi milik Gilang.
***
"Kamu istirahat saja, nanti aku bangunkan kalau udah sampai" Ucap Gilang ketika jet pribadi nya sudah mulai naik.
"Baiklah" Jawab nya.
Nadia pun memilih untuk menyandarkan kepala nya di pundak Gilang, Gilang yang melihat itu pun tersenyum dan membenarkan posisi nya agar Nadia merasa nyaman.
***
Setelah menempuh waktu yang tidak sebentar, akhirnya Nadia dan juga Gilang sampai di Singapore.
"Sayang, bangun. Ayo kita sudah sampai" Ucap Gilang lembut membangunkan Nadia.
"Iya mas"
"Ayo kita turun, kita akan tinggal di hotel yang sudah di siapkan oleh Asisten Hen"
"Iya sayang"
Nadia dan Gilang pun turun dari jet pribadinya. Semua orang yang berada di Bandara tersebut, melongo takjub ketika melihat dua sejoli yang sangat cocok dengan gaya yang sangat elegan dengan menggunakan kacamata hitam nya.
Gilang semakin mengeratkan pelukan di pinggang Nadia dengan sangat posesif, karena melihat banyak mata pria yang menatap Nadia dengan tatapan takjub.
Nadia yang melihat itu hanya menggeleng kan kepala nya dan tersenyum, karena dirinya tidak percaya bahwa dirinya akan terpincut kepada laki laki yang sangat posesif seperti ini.
***
Tiga hari sudah Nadia dan Gilang berada di Singapore, kini kedua nya terlihat begitu sibuk, karena lima menit yang lalu, mereka berdua mendapatkan kabar bahwa Vika sudah akan melahirkan anak pertama nya.
"Mas ayolah cepat" Teriak Gilang ketika berada di kamar tunangan nya itu. Memang Gilang lah yang belum bersiap sejak tadi.
"Iya sayang sebentar" Teriak Gilang di dalam kamar mandi.
***
Di rumah sakit
"Maaaas..." rintih vika.
"Sabar ya sayang, sebentar lagi kita akan bertemu dengan anak kita" Ucap Rafel menguatkan.
Ceklek..
Dokter pun masuk melihat keadaan Vika.
"How about doc?"
(Bagaimana dok?)
"It's been a perfect opening, sir" Ucap Dokter kandungan tersebut dan diangguki oleh Rafel.
(Sudah pembukaan sempurna, tuan)
"Nurse, please prepare the delivery room now" Titah nya kepada suster yang datang bersama nya.
(Suster, tolong siapkan ruang bersalin sekarang)
"Yes doc"
"I'll take your wife to the delivery room" Ucapnya kepada Rafel.
"Oke doc"
Vika pun di bawa ke ruang bersalin, dan di saat itu juga Nadia dan Gilang datang.
"Vika, kamu kuat ya demi anak kamu" Semangat nya kepada Vika.
Vika pun tersenyum dan menganggukan kepala nya ketika dirinya melihat Nadia dan Gilang yang menepati janji nya itu.
Tak berselang lama terdengar suara tangisan anak bayi yang baru lahir.
Oooeee.... Ooooeee... Oooeeee...
"Sayang terimakasih sudah memberikan kebahagiaan yang luar biasa untuk ku" Ucap nya dan vika pun tersenyum dan menganggukan kepala nya.
"Congratulations, your daughter"
(Selamat anak anda perempuan)
"Thankyou so much doc" Kata Rafel.
"Yes"
Rafel pun keluar dari ruang bersalin itu.
"Bagaimana dengan vika, fel?" Tanya Nadia.
"Anak dan istri ku selamat Kay, anak pertama kami perempuan" Kata nya dengan raut wajah yang sumringah.
"Wah selamat ya, sekarang kamu sudah menjadi seorang daddy"
"Terimakasih"
"Selamat ya bro" Ucap Gilang.
"Thanks bro"
"Oke"
Vika pun di pindahkan ke ruang VVIP begitu juga dengan sang anak.
"Wah cantik sekali anak nya" Puji Kayla.
"Iya cantik kaya mamah nya" Jawab Rafel.
"Orang tua kamu sama Vika belum kesini?" Tanya Kayla.
"Masih di perjalanan" Jawab Rafel dan diangguki oleh Kayla.
"Siapa nama nya?" Tanya Kayla lagi, vika dan gilang hanya menjadi penonton dan pendengar sejati diantara mantan kekasih itu.
"Rasyafira Saputri"
"Wah nama yang bagus"
"Terimakasih"
Kayla dan Gilang pun mulai mencoel coel anak bayi Vika, sampai akhirnya anak vika nangis karena ingin meminta jatah makan nya (ASI) kayla, rafel dan gilang yang melihat itu pun tertawa bersama, dan akhirnya kayla dan gilang memilih untuk pulang karena waktu pun sudah sore.
.
.
.
.
.
Selamat siang semua nya😊😊
Bagaimana puasanya hari ini? Semoga lancar dan kalian dalam kondisi sehat ya..
Gimana menurut kalian episode hari ini?