
Ceklek (terdengar suara pintu terbuka)
Terlihat lah wajah sang mama dan papah Rafel di balik pintu ruangan tersebut.
"Hay sayang, gimana keadaan mu sekarang?" Tanya sang mama kepada Rafel sambil menyimpan bingkisan di meja dan mendekat ke arah nya.
"Sudah membaik mah. Tadi juga dokter Frans sudah memeriksa keadaan Rafel dan kata nya semakin hari semakin baik perkembangan nya, dan sebentar lagi Rafel bisa pulang" Jelas nya.
"Ah syukurlah kalau begitu"
"Oya dimana Aji?" Lanjut sang mama.
"Aji sudah pulang mah, ketika dokter Frans datang"
"Oh gitu yaudah"
"Kamu udah makan belum?" Tanya sang papa.
"Sudah pah" Jawab Rafel dan sang papa hanya manggut manggut saja.
***
Indonesia
Setelah perjalanan panjang yang sangat melelahkan, kini Gilang kembali bekerja sebagai presdir di perusahaan nya itu.
Terlihat Gilang yang sang fokus kepada beberapa berkas yang ada di meja nya dan yang sekarang sedang berada dalam genggaman nya itu.
Gilang mencoba untuk memulai awal yang baru, dengan cerita yang berbeda. Semenjak ia mengalah dengan Rafel kini Gilang enggan untuk bermain wanita lagi sebab ia sudah berfikir ternyata di sakiti oleh cinta itu amat lah sakit. Seperti dirinya sekarang ini, dan Gilang memilih untuk menjadi pria yang cuek kepada setiap wanita, jika sudah ada wanita yang srek dengan hati nya barulah ia mencoba untuk membuka hati nya kepada wanita itu.
Gilang pun sudah mewanti wanti kepada sang Asisten bahwasanya ia sudah tidak akan peduli lagi dengan kabar mengenai Kayla, karena menurut nya Kayla sudah memiliki sang kaka dan Rafel yang bisa diandalkan dan sang asisten pun hanya menganggukan kepala nya sambil berkata "Baik bos" tidak mungkin kan sang asisten mengelak keinginan sang bos? Yang ada ia bisa di penggal kepala nya oleh sang bos.
Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang waktu Indonesia, dimana seluruh karyawan akan melakukan isoma terlebih dahulu, tapi berbeda dengan sang presdir ia tetap termenung dalam kursi kebesaran nya itu sampai ketukan pintu membuyarkan lamunan nya.
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk" Teriaknya dari dalam.
Seseorang yang mengetuk pintu pun masuk dan terlihat lah sang mama yang membawakan bekal makan siang untuk sang anak sematawayangnya.
"Mamah" Panggilnya.
"Ko mamah kesini ada apa mah?" Lanjut nya lagi.
"Ini bawakan makan siang untuk kamu Lang"
"Tumben"
"Sama mama sendiri dibilang tumben"
"Ya kan biasanya mama ga kaya gini. Apa jangan jangan ada sesuatu ya?" Tebak nya.
"Engga tuh" Elak nya.
"Ah yang bener?"
"Udah aku makan dulu" Titah sang mama.
"Tuhkan bener ada apa apa nya ini mah"
"Engga Gilang. Udah cepet kamu makan"
"Yaudah iya Gilang makan" Gilang pun membuka kotak makan yang di bawa kan oleh sang mama.
"Oya mama ke sini sama siapa?"
"Sama supir"
"Loh papah kemana emang?"
"Lagi ada urusan kata nya" Jawab sang mama dan Gilang hanya manggut manggut saja.
Gilang pun memakan bekal makanan yang mamah nya bawakan.
Sang mama pun sibuk dengan dunia nya sendiri. Gilang yang melihat nya pun hanya menggelengkan kepala nya saja.
"Mamah mau pulang sama Gilang atau bagaimana?"
"Kamu ngusir mama?"
"Engga, Gilang cuma nanya aja"
"Mama pulang sama pak supir aja, soalnya mama mau ketemu sama Dokter Kayla" Mendengar ucapan sang mama, Gilang yang lagi makan pun tersedak makanan nya sendiri.
Uhuk.. Uhuk.. Uhuk..
"Loh kamu kenapa Lang?"
"Gapapa mah" Jawab nya sambil minum air putih.
"Pelan pelan dong makan nya"
"Mamah mau ngapain ketemu sama dokter Kayla?"
"Dih, emang salah kalau anak nya pengen tau?"
"Salah lah, ini urusan orang tua dan calon menantu"
"Calon menantu?"
"Iya calon menantu"
"Mah udah lah mah, Gilang juga udah ga berhubungan lagi sama Dokter Kayla, udah lah mamah jangan kaya gitu. Kasian dokter Kayla nya dia juga punya privasi, asal mama tau, dokter Kayla udah tunangan"
"Apa kamu bilang lang tunangan?" Tanya sang mama dan di angguki oleh Gilang.
"Tapi ko Kayla ga bilang apa apa ya sama mama? Terus dia oke oke aja tuh diajak ketemu sama mama, kata nya selagi dia ada di Indo" Ucap nya.
"Ya mamah lagi, emang mamah siapa nya Kayla? Masa Kayla mau tunangan aja harus bilang dulu sih sama mama"
"Coba deh nanti mamah tanyain ke Dokter Kayla nya"
"Silahkan. Tapi kalau bener mamah jangan kecewa ya dan jangan ajak Kayla ketemu lagi"
"Ya mau gimana ajak ketemu lagi Lang, orang dokter Kayla nya juga mau berangkat lagi ke London"
Gilang pun termenung mendengar ucapan sang mama dan berkata "Pokok nya jangan mah"
" Iya iya" Jawab sang mama mengiyakan apa yang dikatakan oleh sang anak nya itu.
"Yaudah mama pergi dulu ya, habiskan makanan nya" Ucap nya kepada sang anak.
"Iya mah. Hati hati"
"Iya" Jawab nya dan sang mama pun keluar dari ruangan tersebut.
Gilang yang melihat sang asisten di luar pun langsung berbicara "Hen antarkan mama ke depan"
"Baik tuan"
Sang mama pun hanya melihat kepada sang anak dan menggelengkan kepala nya saja, ia pun menutup pintu ruangan tersebut.
"Mamah mamah, kenapa sih Kayla lagi Kayla lagi" Gumam Gilang dalam hati.
"Susah nih buat bawa cewe lagi kerumah kalau misalkan mamah udah ngeklop sama satu cewe" Gumam nya lagi.
Gilang pun lebih memilih kembali memakan makan siang nya.
***
Di cafe
"Hay mama, maaf Kayla terlambat, mama udah nunggu lama ya?" Ucap Kayla sambil cupika cupiki dengan mama Gilang.
"Engga ko, mamah juga baru 5 menit yang lalu sampai"
"Oh begitu. Oya mah, ini ada oleh oleh dari London untuk mamah" Ucap kayla sambil memberikan bingkisan kepada mamah Gilang.
"Wah apa ini?" Tanya nya sambil mengambil bingkisan tersebut.
"Bukan apa apa mah, nanti saja ya di buka nya kalau mamah sudah di rumah. Di dalam juga ada untuk ayah"
"Wah terimakasih ya sayang, nanti akan mamah kasih kepada papah"
"Baiklah"
"Oya mamah mau belum pesan?"
"Belum, mamah nunggu kamu nak"
"Ah baiklah, Kayla akan memanggil pelayan nya terlebih dahulu" Ucap nya dan di angguki oleh mama Gilang.
"Mba" Panggil Kayla.
"Iya nyonya dan nona. Ada yang bisa saya bantu? Nyonya dan nona ingin memesan apa?" Ucap sang pelayan tersebut sambil memberikan menu kepada Kayla dan mama Gilang dan ia menyiapkan untuk menulis menu yang akan mereka berdua pesan.
"Saya ingin memesan macchaciato 1" Ucap Kayla.
"Mamah mau pesen apa?"
"Mamah mau pesen Matcha Green tea latte 1"
"Baik, jadi 1 Macchaciato dan 1 Matcha Green tea latte" Ulang sang pelayan.
"Iya mba" Jawab Kayla.
"Ada lagi mba?"
"Tidak mba"
"Baik, mohon tunggu sebentar ya mba, pesanan akan segera kami siapkan"
"Iya"
"Kalau begitu saya permisi" Ucap nya sambil meninggalkan mereka berdua.