Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Rafel dan Vika



Wah minta di sabet nih orang. Tau gitu mah jangan lu kasih tau si Gilang Ren" Kata riko.


"Nyesel sih gue juga" Jawab renaldi.


"Mau gue hajar lo?" Kata Gilang.


Mendengar perkataan Gilang, renaldi, farhan dan riko pun bergidig ngeri dan akhirnya mereka pun pergi dari apartemen Gilang.


"Ada apa lagi sih kay sama kamu?" Gumam Gilang ketika ketiga sahabat nya sudah meninggalkan nya sendiri di apartemen nya.


Setelah menunggu sekitar kurang lebih 2 jam. Kini Gilang sudah saling berhadapan dengan sang asisten nya itu.


"Jelaskan apa yang sebenarnya terjadi antara Rafel dan Kayla Hen"


"Masih dengan cerita yang sama bos. Mamah dari Rafel tetap tidak mengizinkan Rafel untuk berhubungan dengan nona muda Kayla. Jangan kan berhubungan, mengabari melalui ponsel nya saja tidak bisa bos. Kemana-mana rafel pasti selalu di ikuti oleh pengawal nya bos. Jadi rafel tidak bisa berkutik dan selalu menuruti keinginan mamah nya itu. Sampai lah sang mama, menyuruh nya untuk menikahi anak dari sahabat nya itu bos. Awal nya rafel menolak karena diri nya masih mencintai dan memiliki hubungan dengan nona muda Kayla. Tapi mamah Rafel tidak bisa diam begitu saja, akhirnya mama Rafel mengatakan jika Rafel tidak mengikuti keinginan sang mamah, maka nona muda Kayla akan celaka bos. Maka mau tidak mau rafel menuruti keinginan mamah nya itu. Rafel pun sudah menceritakan tentang diri nya dan juga hubungan nya dengan nona muda Kayla kepada istri nya itu, dan istri nya menerima semua nya, tapi tidak dengan hubungan nya bos. Rafel tetap menjalankan kewajiban nya sebagai seorang suami seperti menafkahi istri nya itu, tetapi ia tidak bisa memberikan cinta nya kepada sang istri. Begitu pun dengan nona Vika, nona vika pun meminta untuk tetap bisa melayani rafel layak nya seorang suami walaupun posisi nya ia tau bahwa di hati rafel hanya ada kayla saja bos" Jelas sang asisten dan Gilang yang mendengar nya hanya manggut manggut saja.


"Rafel tetap tidak bisa memenuhi janji nya itu" Ucap Gilang.


"Bagaimana keadaan Kayla sekarang?"


"Setelah pernikahan tuan muda Keynan dan juga sifa. Kayla masih sama seperti biasa nya bos, menjalankan hari hari nya seperti tidak memiliki masalah"


"Memang wanita yang kuat"


"Apa keynan tidak mengetahui tentang hal ini?"


"Sepertinya tidak bos, karena sekarang tuan muda keynan sedang pergi berbulan madu dengan istri nya"


"Pantas saja dia tidak tau"


"Baiklah, untuk sekarang diamkan saja dulu. Aku tidak terlalu ingin ikut campur dengan urusan mereka. Tapi kau kembali awasi kayla, jika ada hal yang mencurigakan langsung saja beritahu gue"


"Siap bos"


"Yaudah lu boleh keluar, empet banget gue liat muka elu mulu" Celetuk nya.


"Lah padahal kan dia yang minta gue kesini. Dasar bos, coba kalau bukan bos gue udah gue pites pites dah tuh kepala. Eh tapi kalau dia bukan bos gue, ga bakal kaya nya gue di ribetin begini nih" Gumam nya dalam hati.


"Ga usah ngumpat gue dalam hati Hen" Ucap Gilang.


"Tidak bos" Jawab hen cepat.


"Yaudah lu cepet keluar"


"Iya bos"


"Gue harus apa lagi kay? Kenapa sih disaat gue udah mulai bisa lupain lo, lo pasti kaya gini?" Lirih nya dalam hati.


"Gue harus apa. Sekarang? Gue gatau harus lakuin apa Kay" Lanjut nya lagi.


"Gue ga bisa bertindak. Gue takut elo ga mau ketemu sama gue lagi kay. Apa gue masih bisa rebut hati lo dari Rafel? Apa bisa kay?" Gumam nya lagi.


"Tapi kayanya gue harus bisa. Harus. Gue bakal perbaikin semua nya Kay"


"Iya gue bakal perbaikin semua nya"


***


Singapore


Matahari sudah menunjukkan cahaya nya walau pun masih sedikit malu malu.


Yaa setelah pesta pernikahan, Rafel memilih untuk langsung membawa istri nya ke rumah yang sudah ia siapkan. Walaupun tidak mencintai nya, tetapi setidaknya ia tidak menggugurkan kewajiban nya sebagai seorang suami. Alasan lain, karena ia tidak mau orang tua nya curiga dengan hubungan mereka. Vika sebagai seorang istri hanya bisa menurut saja dengan apa yang dikatakan oleh sang suami.


Kini kedua pasutri tersebut sama sama mulai menjalankan Kewajiban nya sebagai seorang pasangan suami istri yang sesungguhnya meski tidak di dasari oleh cinta.


Rafel pun beranjak dari tidur nya untuk menyegarkan tubuh nya itu, setelah selesai ia pun turun dari kamar nya bergegas ke meja makan untuk sarapan.


"Mas kamu udah bangun?" Tanya vika dan hanya di jawab anggukan saja oleh rafel.


Yaa mereka berdua memang sudah sepakat untuk tetap menjalankan kehidupan nya seperti pasangan suami istri, maka dari itu rafel pun membolehkan vika untuk memanggil nya dengan sebutan 'mas' karena jarak umur mereka yang berbeda 3 tahun.


"Mas mau sarapan apa?" Tanya vika lembut.


"Roti saja dengan selai kacang" Jawab nta datar.


"Baik, akan vika siapkan sebentar" Ucap nya dan Rafel tetap menjawab nya hanya dengan anggukan saja.


"Ini mas roti nya, dan ini teh nya" Ucap Vika setelah semuanya siap.


"Mau kemana?" Tanya Rafel kepada vika ketika vika hendak pergi dari meja makan.


"Ma... Mau i... Itu mas, vika mau mandi"


"Sarapan dulu saja baru kamu mandi"


"Ba... Baik mas" Jawab nya dan duduk di kurai yang ada di sebelah rafel.


Para Art yang melihat sikap mereka berdua pun hanya bisa berdoa dalam hati agar kedua majikan nya itu bisa cepat saling mencintai tanpa paksaan.


Rafel dan vika pun sarapan tanpa suara, senyap, hening. Itu lah yang di rasakan oleh Vika. Namun tidak dengan Rafel, hati dan orak rafel berkecamuk, memikirkan kedepan nya harus seperti apa. Di sisi lain ia masih mencintai dan menyayangi tunangan nya itu, sisi lain dirinya sekarang ini sudah bukan lagi pemuda yang masih lajang, kini ia memiliki seorang istri yang harus di jaga hati nya. Rumit memang kisah cinta rafel heeeh!!


"Mas" Panggil vika.


"Ya?"


"Apa vika boleh bekerja?"


"Silahkan saja. Bukan kah kamu memiliki butik sendiri?"


"I.. Iya mas"


"Bekerja lah jika kamu ingin bekerja, aku tau kamu pasti akan bosan jika selalu berada di rumah"


"Terimakasih mas"


"Apa mas hari ini tidak bekerja?"


"Tidak, aku masih cuti"


"Baiklah"


"Ada yang ingin aku bicarakan kepada mu vika. Mandi lah terlebih dahulu, nanti kamu temui aku di ruang kerja ku"


"Baik mas"


"Yaudah, aku sudah selesai sarapan nya, aku akan ke ruang kerja ku"


"Baik mas. Nanti vika akan ke ruang kerja mas" Ucap nya dan lagi lagi hanya di jawab anggukan saja oleh Rafel.


Yaa kini Rafel sudah tidak bekerja lagi sebagai dokter, kini Rafel di tuntut oleh sang ayah untuk menggantikan posisi sang ayah nya sebagai seorang presdir dan rafel pun mau tidak mau menerima permintaan sang ayah nya, karena hanya rafel lah yang bisa di andalkan, memang karena rafel juga adalah seorang anak tunggal dari keluarga tersebut, maka dari itu rafel hanya bisa berpasrah diri untuk melakukan apa saja demi keluarga nya itu.