
"Kaay tunggu kay" teriak Rafel dengan sura yang lantang sambil berlari ke arah Kayla.
"Kay" Ucap nya lagi sambil menggenggam erat tangan Kayla dan langsung menarik nya kedalam pelukan Rafel.
"Maaf" Cicit nya lagi.
Rafel pun mengajak jalan Kayla mencari tempat yang sepi untuk sekedar menenagkan Kayla yang memang sedang terisak dan memiliki pikiran yang sangat kacau setelah mengetahui hal ini.
"Key sudah, biarkan mereka menyelesaikan masalah nya berdua. Beri mereka ruang" Cegah Sifa sambil memegang tangan Keynan agar tidak menyusul Rafel dan juga Kayla.
"Tap.."
"Ini masalah milik mereka berdua Key"
"Baiklah" Keputusan akhir Keynan. Keynan pun mengikuti apa yang di katakan oleh Sifa. Ia pun pergi dari tempat itu.
Sama dengan Key dan juga Sifa, Gilang pun memilih untuk menghindar dan melihat nya dari ke jauhan. Gilang yang memang merasa sudah tidak ada lagi nama nya di hati Kayla memilih untuk diam dan mundur ia mengerti bahwa Kayla benar benar sudah sangat menyayangi Rafel.
"Apa kita akan kembali bos?" Tanya sang asisten nya yang sangat setia kepada sang bos.
"Tidak, kita lihat dulu mereka, sampai mereka kembali ke apartemen nya masing masing"
"Baik" Ucap nya patuh.
***
Di Danau yang sangat indah dan sepi, tapi sangat nyaman jika untuk melepaskan penat dan juga melepaskan segala kegelisahan dan kesedihan yang di miliki oleh seseorang, termasuk Kayla.
Rafel sengaja mengajak Kayla ke danau tersebut, karena menurut Rafel tempat ini sungguh sangat cocok untuk Kayla.
Masih terdengar jelas oleh telinga Rafel bahwa kayla masih terisak dalam tangis nya yang masih tetap berada dalam dekapan nya itu.
"Maaf" Lagi lagi Rafel mengeluarkan kata maaf dari mulut nya itu sambil mengusap ngusap lembut rambut wangi milik Kayla.
"Kenapa kamu lakukan itu kepada ku Fel?" Akhir nya Kayla membuka suara nya juga setelah sekian lama.
"Udah dong kamu jangan nangis gitu" Lanjut nya sambil mengusap lembut air mata Kayla.
Rafel mengambil lembuta tangan Kayla dan kemudian menggenggam nya "Iya, awal nya aku memnag di suruh oleh sepupu ku untuk melukai hati mu dan awal nya pun aku menerima itu, tapi ketika aku sudah dekat dan sudah mengenal mu jauh aku malah jatuh cinta beneran sama kamu. Dan asal kamu tau, aku pun pernah bertengkar dengan Mey hanya karena memperebutkan kamu saja. Aku mencoba menjelaskan kepada Mey bahwa aku tidak ingin melukai hati mu dan aku sudah tidak ingin ikut campur lagi masalah dia dan juga mantan nya. Tapi apa yang ia katakan? Mey bilang bahwa aku sudah terlanjur jatuh ke dalam kehidupan Mey dan mau tidak mau aku akan tetap masuk kedalam masalah yang dimiliki oleh Meylani. Sampai pada akhir nya kamu tau semua pada hari ini. Aku mohon kamu percaya ya sama aku Kay"
"Apa semua itu benar?"
"Iya Kay semua itu benar"
"Kamu percaya kan?"
"Iya aku percaya sama kamu"
"Makasih sayang, makasih" Ucap rafel sambil memeluk tubuh Kayla.
"Iya. Aku sayang banget sama kamu"
"Iya aku juga sayang banget sama kamu"
"Kamu udah tenang sekarang?"
"Iya"
"yaudah yuk kita kembali. Aku akan mengantarkan kamu ke apartemen kamu"
"Iya"
Mereka pun beranjak dari duduk nya dan berjalan untuk kembali ke rumah Rafel karena rafel akan mengambil mobil milik nya untuk mengantarkan kayla.
Sedang asik berjalan sambil berpegangan tangan tiba-tiba.
Duar..
"Rafel...." Teriak kayla.