Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Singapore 3



“Terimakasih sudah merelakan Rafel untuk ku Nad, dan terimakasih sudah mau berteman baik dengan ku mengingat seperti apa perjalanan perkenalan kita dulu” Kata Vika tiba tiba.


Nadia yang tadinya sedang melihat ke arah baby Raya pun meoleh kea rah Vika dan kemudian tersenyum “Ini semua udah jalan nya, udah takdir juga. Aku ikhlas ko Vik, aku harap kamu selalu bahagia hidup bersama Rafel”


Vika pun mengangguk “Iya Nad, aku sungguh sangat bahagia” Nadia pun tersenyum mendengar penuturan dari Vika.


***


“Kita pulang dulu ya” Pamitnya kepada pasangan suami istri itu.


“Iya. Hati-hati di jalan, terimakasih sudah mau mampir kerumah kami ini”


“Iya Vik sama-sama”


“Yaudah kalian hati-hati”


“Iya”


“Terimakasih atas jamuannya. Maaf merepotkan” Kata Nadia.


“Sama-sama, sama sekali ga merepotkan ko. Sering sering kesini ya, kalau mau kesini bilang-bilang biar nanti aku siapin semuanya”


“Oke”


“Semoga cepat mendapatkan kabar baik”


“Amiin” Setelah selesai, Nadia dan Gilang pun pergi meninggalkan kediaman Rafel dan Vika.


***


Di Mobil


“Mas kita beli oleh oleh dulu ya, sambil jalan jalan aja, besok kan kita udah harus checkout”


“Apapun untuk mu istriku” Jawabnya sambil mengacak ngacak rambut Nadia.


Gilang pun mengendarai mobilnya menuju pusat perbelanjaan yang terkenal di Singapore.


Di setiap perjalanan, Nadia selalu tersenyum bahagia melihat sekeliling nya, berbeda hal nya dengan Gilang yang diam dan sekali kali melihat ke arah kaca spion.


Perkataan sang Asisten tadi di telpon membuat hati Gilang tak tenang. Dirinya takut bahwa sang mantan kekasih nya itu kembali melukai sang istri tercinta nya itu.


Flashback on


Ketika sedang asik bermain PS bersama dengan Rafel, ponsel Gilang bordering menunjukkan bahwa ada yang menghubungi nya. Gilang pun mengambil ponsel tersebut dan melihat nama yang tertera di layar ponsel nya itu. Terlihat lah nama sang asisten yang ada di layar nya. Gilang sedikit mengeretnyitkan keningnya ketika melihat nama sanga sisten yang ada di layar ponsel nya. Ada apa kira-kira Hen menghubungi nya? Ada hal yang sangat penting apa sampai Hen menghubungi nya.


Gilang pun mengangkat sambungan telpon nya sambil mengeraskan speaker telpon nya.


Via Telpon


Hen : Bos saya ada berita penting.


Gilang : Apa?


Hen : Putri Meylani masih hidup.


Trang… Stik PS yang berada di genggaman tangan Gilang pun terlepas begitu saja ketika mendengar perkataan dari sang asisten.


Begitu pun juga dengan rafel yang sama-sama bungkam ketika mendengar laporand ari asisten Gilang. Sedikit banyak Rafel tahu tentang putri Meylani, karena dirinya pun pernah mencari tahu tentang putri Meylani.


Gilang dan Rafel pun berjalan menuju ruang kerja Rafel yang terletak di bawah tangga. Setelah masuk dan duduk dengan posisi yang tenang, Gilang pun melanjutkan telponnya.


Gilang : Ceritakan!


Hen : Hari dimana bos dan nona muda berangkat ke Singapore di hari itu pula tuan muda Riko bertemu dengan wanita yang sangat mirip dengan nona Mey bos hanya nama nya saja yang berubah. Ketika para sahabat anda menghubungi saya dan saya tau ceritanya, ternyata nona Mey memang lepas bos oleh anak buah saya. Setelah itu saya menyuruh anak buah saya yang lain untuk mencari tahu tentang Queen Zealee yang saya dapatkan dari tuan muda Riko. Dan saya memutuskan untuk berangkat ke tempat anda untuk memperketat penjaga anda dan nona muda. Dans aya memerintahkan sebagian anak buah menjaga perusahaan dan pekerjaan saya perintahkan kepada Nina bos. Dan saya sudah mendapatkan kabar bahwa nona Queen Zealee adalah nona Putri Meylani, yang berganti nama menjadi Queen Zealeee berstatus sebagai istri Presdir pemilik perusahaan yang berada di Singapore terkaya ketiga di bawah perusahaan milik tuan muda Rafel.


Gilang : Shiiit!!!!


Hen : Saya akan mengawasi anda 24 jam bos. Jika anda melihat kebelakang ada mobil yang mengikuti, itu mobil saya bos.


Gilang : Oke. Perketat penjagaan.


Hen : Siap bos!


Gilang : Ada maksud apa Mey kembali lagi?


Hen : Sepertinya….


Tok…tok…tok…


“Mas ayo kita makan dulu, udah waktunya makan siang” Teriak Vika dari luar.


“Iya sayang, mas akan kesana” Teriak Rafel dari dalam.


Gilang : Nanti kita teruskan lagi hen. Awasi gerak gerik Mey.


Hen : Baik Bos.


Tuut… Sambungan pun di putus oleh Gilang.


“Elo harus lebih hati hati lagi mulai sekarang”


“Iya fel. Gue harus benar benar jaga jaga”


“Gue percaya sama elo” Jawab Rafel sambil menepuk nepuk pundak Gilang.


“Thanks”


“Yaudah ayo kita keluar, takut para istri nantinya curiga”


“Oke”


Flashback off


“Kamu kenapa mas?” Tanya Nadia kepada gilang ketika melihat suaminya seperti yang banyak pikiran.


“Aku gapapa sayang, emangnya aku kenapa?”


“Yakin? Aku perhatikan kamu seperti yang banyak pikiran mas”


“Iya aku mikirin mau gaya seperti apa lagi nanti di kamar kita” Goda nya.


“Mas mesume” ucap nya sambil malu malu, karena muka nya sudah mulai memerah.


“Hahaha. Aku makin gemash sama kamu, ingin ku makan kamu saat ini juga sayang”


“Ish maaaas kamu tuh ya” Jawab nya dan Gilang pun kembali tertawa.