
Berbeda hal nya dengan Gilang yang ingin segera sampai di apartemen nya. Kini Kayla sedang mencari cari baju yang cocok untuk digunakan besok bertemu dengan sang pujaan hati nya itu.
Aji sudah memberitahukan keberangkatan sang pujaan hati, dan sudah memberitahukan letak di mana ia akan bertemu dengan Rafel.
"Besok pake baju apa ya?" Monolog nya sambil memilih milih baju yang akan ia pakai besok.
"Kata aji pake baju nya santai aja" Monolog nya.
"Hem apa ya?" Kata nya lagi sambil berfikir.
"Apa ini aja gitu ya?"
"Ah tapi ga cocok"
"Apa ini?"
"Ini juga ga cocok"
"Nah ini nih, yaudah pake yang ini aja deh. Kaya nya ini cocok" Ucap Kayla memutuskan memakai baju dres selutut tanpa tangan berwarna navy dengan cardigan tangan panjang berwarna putih dan sepatu flats warna navy.
Setelah merasa cocok untuk besok, Kayla memilih untuk merebahkan diri nya sebelum ia bertemu dengan sang pujaan hati nya besok.
***
Keesokan Harinya.
Apartemen Gilang
"Hen jam berapa mereka bertemu?" Tanya Gilang yang sedang memakai kan jam di tangan nya.
"9 Pagi bos" Jawab Hen.
"Baiklah 1 jam lagi mereka akan bertemu" Ucap Gilang dengan melihat ke arah jam tangan yang sudah bertengger di pergelangan tangan kiri nya itu.
"Iya bos"
"Aku akan sarapan terlebih dahulu"
"Baik bos, semua sudah siap" Kata sang asisten dan hanya di jawab anggukan saja oleh Gilang.
Gilang pun keluar dari kamar nya dan beralih ke meja makan yang ada di apartemen nya itu.
***
Hotel yang di tempati oleh Rafel
"Vika kau bersiap lah, 30 menit lagi kita akan berangkat" Titah Rafel setelah selesai dengan sarapan nya itu.
"Baik mas, vika akan bersiap" Ucap nya dan diangguki oleh Rafel.
Vika pun melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi untuk menyiapkan diri nya bertemu dengan tunangan sang suami.
Rafel yang sendiri di meja makan pun menyandarkan punggung nya dan memijat pelan pangkal hidung nya itu.
"Semoga ini keputusan yang akan ku ambil adalah keputusan yang benar tuhan" Gumam nya dalam hati dengan masih tetap memijat pelan pangkal hidung nya.
"Semoga kamu akan baik baik aja ya Kay, aku minta maaf, sangat minta maaf sudah mengkhianati cinta kita ini"
"Bukan maksud aku ingin menyakiti mu, tapi aku tak berdaya jika mamah ku yang menyakiti mu Kay. Karena aku ga bisa kalau liat kamu terluka"
"Tapi.. Memang kamu harus terluka Kay"
"Aku minta maaf" Lirih nya dengan tak sengaja air mata nya pun lolos dari sudut mata nya itu.
"Aku harap kamu bisa bahagia dengan kehidupan mu selanjutnya dengan tanpa ada nya aku" Lirih nya lagi dengan mencoba untuk mengikhlaskan.
Setelah merasa keadaan hati nya baikkan, Rafel pun beranjak dari duduk nya untuk menyiapkan diri nya bertemu dengan Kayla.
***
Apartement Kayla
Berbeda hal nya dengan Rafel yang sudah mulai merasa bersalah, kini Kayla sedang antusias merias diri nya dengan secantik mungkin untuk bertemu dengan sang pemilik hati nya itu.
"Aku harus tampil cantik. Ini kan pertama kali nya lagi aku ketemu sama Rafel" Ucap nya sendiri si depan cermin.
"Ko aku jadi canggung gini ya, kaya berasa anak ABG gitu" Lanjut nya lagi sambil di selingi dengan kekehan kecil.
Yaa.. Kayla yang sangat antusias menunggu hari ini sampai sampai ia tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan apa yang akan mereka lakukan ketika bertemu nanti.
*Apakah akan berpelukan?
Berciuman?
Saling manja satu sama lain?
Mengutarakan rasa rindu?
Atau akan nangis bombay karena rindu yang melanda sanubari mereka*?
Itu lah pikiran pikiran yang sejak semalam ada di pikiran kayla.
Kayla memutuskan berolahraga pada pukul 6 dan bergegas sarapan, dan sekarang ia sedang merias diri setelah diri nya memanjakan tubuh nya di bathup.
Senandung lagu cinta masih keluar dari binir manis milik Kayla. Terlihat memang Kayla snagat antusias bertemu dengan tunangan nya itu.
Dan...
"Selesai" Ucap nya, dan usapan terakhir, Kayla menyemprotkan parfume di sekitar leher dan pergelangan tangan nya itu.
"Perfect" Kata nya sambil tersenyum.
Kayla pun mengambil tas slempang berwarna navy dan ia pun melangkah kan kaki nya menuju cafe yang akan mempertemukan nya dengan sang pemilik hati nya itu.
"Aduh kenapa jadi deg degan ginu sih" Ucap nya sambil kembali terkekeh kecil.
Kayla pun menjalankan mobil nya itu dengan mendengarkan lagu favorit nya itu.
*Someone you loved - Lewis copaldi
I'm going under and this time I fear there's no one to save me
This all or nothing really got a way of driving me crazy
I need somebody to heal
Somebody to know
Somebody to have
Somebody to hold
It's easy to say
I guess I kinda liked the way you numbed all the pain
Now the day bleeds
Into nightfall
And you're not here
To get me through it all
I let my guard down
And then you pulled the rug
I was getting kinda used to being someone you loved
I'm going under and this time I fear there's no one to turn to
This all or nothing way of loving got me sleeping without you
Now, I need somebody to know
Somebody to heal
Somebody to have
Just to know how it feels
It's easy to say but it's never the same
I guess I kinda liked the way you helped me escape
Now the day bleeds
Into nightfall
And you're not here
To get me through it all
I let my guard down
And then you pulled the rug
I was getting kinda used to being someone you loved
And I tend to close my eyes when it hurts sometimes
I fall into your arms
I'll be safe in your sound 'til I come back around
For now the day bleeds
Into nightfall
And you're not here
To get me through it all
I let my guard down
And then you pulled the rug
I was getting kinda used to being someone you loved
But now the day bleeds
Into nightfall
And you're not here
To get me through it all
I let my guard down
And then you pulled the rug
I was getting kinda used to being someone you loved
I let my guard down
And then you pulled the rug
I was getting kinda used to being someone you loved*
"Sampai" Teriak nya.
Kayla pun kembali merapihkan rambut nya dan mencium aroma tubuh nya.
"Yash siap, masih rapih dan masih wangi" Monolog nya.
Kayla pun turun dari mobil nya dan berjalan masuk ke dalam cafe tersebut.
"Cukup ramai" Ucap nya melihat mobil dan motor yang banyak di area parkiran.
"Can I help you, ladies?" Tanya salah satu pelayan cafe.
(Ada yang bisa saya bantu nona?)
"The table in the name of Restu Aji" Jawab Kayla.
(Meja atas nama Restu Aji)
Yaa Aji sudah bilang kepada Kayla, bahwa ia sudah memesan meja atas nama nya. Maka dari itu Kayla menanyakan meja atas nama Aji.
"Let me take you ladies" Ucap sang pelayan tersebut.
(mari saya antar nona)
"Oke" Ucap Kayla dan mengikuti langkah pekayan tersebut.
Setelah sampai di meja yang akan di tempati, sang pelayan pun pamit undur diri dengan membawa catatan yang sudah di pesan oleh Kayla.
Dengan masih menunggu, Kayla pun menoleh ke arah belakang ketika mendengar suara deheman dari orang yang sudah ia tunggu tunggu.
Kayla pun menoleh..
Dan....