Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Menyiapkan Sarapan



Terlihat lah paket honeymoon di Singapore.


Gilang dan Nadia yang melihat itu pun saling tatap satu sama lain.


"Mas ini ga salah kan?" Tanya Nadia.


"Engga sayang, ini emang nyata"


"Aku ga nyangka kalau mereka memikirkan kado seperti ini, aku juga ga nyangka bakal di kasih hadiah seperti ini mas"


"Padahal aku sendiri aja ga pernah memikirkan hal seperti ini" Lanjut nya.


"Ini emang udah jadi rezeki kita sayang. Sebenarnya aku sudah menemukan tempat untuk kita honeymoon nanti" Kata nya dengan nada lesu.


"Gapapa mas, kita pertama kesini dulu, terus setelah itu kita ke tempat yang sudah mas siapkan"


"Baik lah"


"Memangnya mas mau kita honeymoon dimana?"


"Paris dan Maldives"


"Wah. Aku setuju mas, aku juga udah lama mau kesitu" Kata nya antusias sambil memeluk Gilang.


"Kita akan kesana setelah dari Singapore ya"


"Iya mas"


***


Matahari sudah mulai merangkak naik ke permukaan. Terlihat seorang tuan muda yang tampan masih bergulung dengan selimutnya. Dirinya begitu sangat nyenyak dalam mimpi indah nya.


Gilang pun meraba kasur sebelah nya yang ternyata sudah kosong tidak ada sang istri tercinta di samping nya.


“Sayang” Panggilnya sambil tetap meraba kasur yang kosong.


“Honey” Panggilnya lagi dengan kemudian bangun dan duduk untuk melihat ke sekeliling.


“Sayang” Panggilnya lagi dan beranjak dari duduk nya mendekat kearah kamar mandi namun tidak ada siapapun di


sana. Gilang pun memutuskan untuk mencuci wajah nya baru setelah itu keluar dari kamar nya.


“Sayang” Panggilnya lagi dan langsung memeluk tubuh sang istri dari belakang ketika sudah menemukan nya di


dapur.


“Mas kamu udah bangun?”


“Aku tadi cari kamu”


“Hehe maaf mas, aku bangun duluan, tadi Maya menghubungiku kata nya aku ada operasi dadakan nanti jam


delapan pagi, maka dari itu aku siapin kamu sarapan. Ayo mas kita sarapan dulu ya aku udah buatin kamu nasi goreng seefood”


“Iya sayang” Nadia pun mengambilkan nasi goreng untuk Gilang. Dan keduanya pun sarapan bersama.


Setelah selesai sarapan, Nadia pun membereskan peralatan makan dan masak nya yang tadi ia gunakan. Sedangkan Gilang kembali ke kamar nya untuk memandikan tubuh nya.


Setelah selesai membereskan semua perlatan makan dan masak nya, Nadia pun melangkah kan kaki nya menuju kamar nya, dan terlihat lah Gilang yang baru saja keluar dari kamar mandi nya.


“Mas kamu mau kemana?” Tanya Nadia dan segera menyiapkan baju untuk suami nya itu.


“Aku mau mengantar mu ke Rumah sakit, setelah itu aku akan ke kantor bertemu dengan Asisten Hen untuk berbicara mengenai rencana honeymoon kita”


“Baiklah”


“Ini mas baju nya” Kata Nadia dengan memberikan baju nya kepada Gilang.


“AKu mandi dulu ya mas” Lanjutnya dan diangguki oleh Gilang.


Nadia pun berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya, begitu pun dengan Gilang yang memakai pakaian nya dan duduk sambil memainkan ponsel nya melihat email yang masuk yang dikirmkan oleh sang sekertaris nya itu.


Sekitar kurang lebih tiga puluh menit, Nadia pun keluar dari kamar mandi nya dan berjalan ke walk in closet untuk memakai pakaian nya, setelah itu diri nya pun memakai make up tipis.


“Mas aku sudah selesai” Kata Nadia kepada Gilang.


Gilang pun melihat ke arah sang istri yang memakai baju kemeja yang di masukan kedalam celana bahan dan tak lupa sudah ada jas dokter nya yang di simpan di tangan sebelah kanan nya da nada tas slempang di bahu sebelah kanan nya itu tak lupa heels yang tak begitu tinggi menyempurnakan betapa cantik istri nya hari ini.


“Sayang ko kamu cantik banget sih hem” Puji Gilang dan mendekat ke arah Nadia.


“Wangi lagi” LAnjutnya.


Cup… Gilang pun mencium pipi Nadia. Wajah Nadia pun merona merah karena malu di perlakukan romantic begitu.


“Kamu juga tampan mas” Puji Gilang yang memang tampan dengan menggunakan stelan jas berwarna bau abu dengan sepatu pentopel nya.


“Ayo mas nanti aku telat” Lanjut Nadia.


“Iya sayang, ayo” Mereka berdua pun melangkah kan kaki nya dan masuk ke dalam mobil sport milik Gilang.


Di dalam perjalanan Gilang pun memilih untuk mendengarkan music karena memang jalanan yang mulai padat dan membutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk sampai ke rumah sakit tempat Nadia bertugas.


To the Bone – Pamungkas


Have I ever told you


I want you to the bone?


Have I ever called you


When you are all alone?


And


if I ever forget


To tell you how I feel


Listen to me now, babe


I want you to the bone


I want you to the bone, ooh, ooh, ooh, ooh


I want you to the bone, oh, oh, oh, oh


Maybe if you can see


What I feel through my bone


Every corner in me


There's your presence that grown


By saying how I feel


But I did mean it before


I want you to the bone


I want you to Take


me home, I'm fallin'


Love me long, I'm rollin'


Losing control, body and soul


Mind too for sure, I'm already yours


Walk you down, I'm all in


Hold you tight, you call and


I'll take control your body and soul


Mind too for sure, I'm already yours


Would that be alright?


Hey, would that be alright?


I want you to the bone, ooh, ooh, ooh, ooh


So bad I can't breathe, oh, oh, oh, oh, ooh


I want you to the bone


Of all the ones that begged to stay


I'm still longing for you


Of all the ones that cried their way


I'm still waiting on you


Maybe we seek for something that


We couldn't ever have


Maybe we choose the only love


We know we won't accept


Or maybe we're taking all the risks


For somethin' that is real


'Cause maybe the greatest love of all


Is who the eyes can't see, yeah


Take me home, I'm fallin'


Love me long, I'm rollin'


Losing control, body and soul


Mind too for sure, I'm already yours


Walk you down, I'm all in


Hold you tight, I call and


I'll take control of your body and soul


Mind too for sure, I'm already yours, oh


Oh, yes


I want you to the bone, yeah


I want you to the bone


I want you to the bone, yeah


I want you to the bone, bone, ooh


I want you to the bone


 


Mereka pun bernyanyi bersama karena memang ini adalah salah satu lagu favorit mereka berdua. Mereka pun terus


bernyanyi dengan lagu yang berbeda sambil Gilang tak henti hentinya menciumi tangan sang istri tercinta nya itu. Sampai tak terasa akhirnya mereka berdua pun sampai di rumah sakit tempat Nadia bertugas.


“Mas aku turun dulu ya”


“Iya sayang. Semangat operasinya ya. Nanti kalau udah selesai kamu hubungi mas, nanti mas jemput”


“Oke mas”


Cup.. Gilang mencium kening Nadia.


“Yaudah aku turun ya mas”


“Iya sayang”


“Kamu hati hati di jalan nya” Kata Nadia dan turun dari mobil nya.


Nadia pun masuk ke dalam rumah sakit ketika mobil Gilang sudah hilang dari pandangan nya.


“Selamat pagi bu” Sapa suster yang melihat Nadia.


“Pagi sus” Jawab Nadia dengan senyum ramah nya.


“Bu Nadia pasti seneng banget ya bisa jadi isrti nya tuan muda Gilang” Kata pengunjung rumah sakit yang melihat Nadia diantar oleh gilang.


“Mereka pasangan yang serasi” Jawab pengunjung yang lain.


“Iya benar, yang satu cantik yang satu nya ganteng”


“Pasti mereka berdua sangat beruntung bisa mendapatkan keduanya”


Nadia yang mendengarnya pun hanya tersenyum menanggapi nya, memang pada kenyataan nya mereka berdua memang senang dan sangat beruntung bisa mendapatkan Nadia dan Gilang.