Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Welcome Baby Girl Shakila Hana Kamil



“Hen kenalin ini adik gue, Lasha. Lasha kenalin ini asisten hen” Ucap Renaldi.


“Lasha”


“Hen” Ucap kedua nya bergantian sambil berjabat tangan.


“Hen, gue sama adik gue pergi dulu yam au balik” Ucap Renaldi ketika acara jabat tangan selesai.


“Iya tuan muda” Jawab nya.


Renaldi dan sang adik pun berjalan meninggalkan Hen yang masih diam mematung memperhatikan adik dari sahabat sang bos nya itu.


“Aduh jantung gue ga beres ini, gue harus periksa ke dokter” Oceh nya ketika sudah tersadar dari lamunan nya dan langsung meninggalkan pantai tersebut.


***


“Selamat sore bos, apakah anda akan kembali pulang atau akan ke rumah sakit tempat nona muda Nadia?” Sapa Hen kepada Gilang ketika baru saja sampai.


Gilang yang mendengar sapaan dari sang asisten pun menghentikan pekerjaan nya dan mengerenyitkan kening nya sebelum mengangkat kepala nya untuk melihat ke arah sang asisten.


“Kamu sehat?” Bukannya menjawab Gilang malah kembali bertanya kepada Hen, karena diri nya merasa aneh kepada Asisten nya itu, tak biasa nya diri nya bersikap manis seperti itu.


Sama dengan hal nya Gilang, Hen pun yang mendengar pertanyaan dari sang bos nya pun,mengerenyitkan kening nya dan kemudian menjawab “ Sehat bos”


“Kamu yakin?”


“Iya bos, memang saya terlihat pucat ya bos?”


“Tidak” Jawab nya. Mendengar jawaban dari sang bos, Hen kembali di buat tidak mengerti dengan tingkah sang bos nya itu.


“Kalau ga keliatan pucet kenapa di Tanya sehat atau engga?” Gumam Hen dalam hati.


“Ada apa?” Tanya Gilang ketika melihat raut wajah dari sang asistennya itu.


“Hah? Maksudnya gimana bos?”


“Ya kamu ada apa? Kenapa beda begitu?” Mendengar pertanyaan yang kembali terlontar dari sang bos, Hen melihat ke diri nya sendiri, takut nya ada yang aneh.


“Beda gimana ya bos?”


“Kaya orang abis dapet lotre” Jawab Gilang sekena nya.


“Shiiit!! Kayanya gara gara tadi gue ketemu sama Lasha deh, si bos ga boleh sampe tau, kalau dia tau bisa di kecengin gue”


“Ekhem” Deheman dari Hen.


“Saya tidak apa-apa bos” Lanjutnya sambil mengembalikan wajah nya ke mode garang.


Gilang menggelengkan kepala nya ketika melihat tingkah aneh sang asisten nya hari ini.


“Yaudah balik kerja lagi aja, gue langsung pulang Nadia nanti di jemput supir”


“Oke bos”


“Bagaimana dengan persiapan nanti hari sabtu?”


“Sudah siap semua bos, nanti hari sabtu saya akan kesana lagi melihat persiapan nya seperti apa” Jelas nya dan Gilang yang mendengar nya pun manggut-manggut.


“Tadi saya bertemu dengan tuan muda Renaldi bos” Timpal Hen.


“Ngapain dia disana?”


“Mengantar adik nya ke pantai bos”


“Oh”


“Dia Tanya sesuatu engga? Pasti nanya kan?”


“Iya bos”


Dret.. dret.. dret.. Ponsel Gilang bergetar menandakan bahwa ada panggilan masuk.


“Tuhkan bener, baru aja di omongin” Ucap nya ketika melihat nama yang muncul di layar ponsel milik nya.


Gilang : Apaan?


Renaldi : Kayanya lu udah tau y ague nelpon lu mau ngomongin apaan.


Gilang : Pastinya.


Renladi : Jadi?


Gilang : Apaan yang jadi?


Renaldi : Jadi lo ga mau ngasih penjelasan apapun ke gue?


Gilang :Apa lagi yang harus gue jelasin ke elo, elo sendiri aja udah tau.


Renaldi : Lah iya.


Gilang : Iyalah.


Renaldi : Lo kaga bakalan ngajak kita-kita?


Gilang : Lah, mau ngapain ngajak lo lo pada? Cuma ngerusak acara gue doang tau engga.


Renaldi : Sadis bener dah.


Gilang : Udah lah gue sibuk.


Tuut… sambungan di putus.


***


Terlihat ibu hamil yang sedang bersenandung senang sambil mengusap-ngusap lembut perut buncit nya itu yang sebentar lagi akan melihat dunia yang penuh dengan tipu-tipu ini. Kini diri nya sedang ditemani dengan sang ratu di rumah ini, siapa lagi kalau bukan bunda dari sang suami nya itu.


"Apa kamu merasa mulas sayang?" Tanya Bunda kepada Sifa yang masih asik bersenandung.


"Engga bunda, lagian kan kata dokter perkiraan aku melahirkan masih ada beberapa hari lagi"


“Iya sayang, tapi itu hanya prediksi saja, terkadang bisa cepat dan bisa lama”


“Iya bun” Jawab nya, bunda yang melihat itu pun tersenyum.


***


Malam pun tiba, kini di meja makan sudah ada keluarga besar dari KAMIL, hanya saja minus Nadia, karena Nadia masih terjaga di rumah sakit tempat nya bertugas itu. Makan malam pun di mulai dengan damai dan tentram. Tapi tidak dengan Sifa, sifa merasakan mulas yang terkadang datang sebentar sebentar, tetapi kontraksi yang sekarang malah semakin terasa. Melihat wajah sang istri yang seperti sedang menahan sesuatu pun akhir nya Keynan membuka suara nya.


“Kamu kenapa sayang?”


“Perut aku ko sakit ya Key”


Ayah dan bunda yang mendengarnya pun memasang wajah serius.


“Apa kamu kontraksi nak?” Tanya bunda.


“Sepertinya begitu pun, ini sakit banget soalnya”


“Yaudah kamu atur nafas ya nak” Jelas bunda dan diangguki oleh Sifa.


“Kak, ayo bawa istri mu kerumah sakit, sifa mau melahirkan”


“I… iya bun” Jawab nya tergagap karena masih tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh bunda nya itu.


"Bunda perut aku sakit banget”


“Sabar ya nak” Ucap tenang bunda.


“Sabar ya sayang” Timpal Keynan yang kini sedang ada di samping sang istri.


"Tahan ya sayang" Ucap Keynan lagi menenangkan Sifa sambil mengusap ngusap lembut perut nya dan tidak henti henti nya menciumi kening sang istri.


"Key sakit" Lirih SIfa lagi ketika di dalam perjalanan.


"Tahan ya sayang, sebentar lagi kita sampai" Jawab Keynan menenangkan.


***


Setelah sampai dirumah sakit


"Dokter cepat istri saya mau melahirkan" Teriak Keynan ketika sudah turun dari mobil nya itu sambil menggendong tubuh gembul istri nya.


Pihak rumah sakit yang memang sudah persiapan pun segera mendorong brangkar kehadapan Keynan dan langsung memasukan Sifa ke ruang bersalin dan Keynan pun ikut masuk ke dalam. Ketika masuk ke dalam ruang bersalin itu, Keynan amat sangat gugup, mungkin ini adalah pengalam pertama nya maka dari itu Keynan merasa sangat gugup.


"Sabar ya sayang, kamu harus kuat demi anak kita, demi buah cinta kita" Ucap Keynan di telinga Sifa sambil mengecup kening sang istri.


"Iya Key" Jawab Sifa sambil tersenyum.


"Semangat sayang. Kamu pasti bisa" Semangat Keynan lagi sambil menitikan air mata nya ketika melihat sang istri nya sedang berjuang dengan maut.


Dan tak lama kemudian....


Eaaaak.... Eaaakk.... Eaaak...Terdengar suara tangis bayi perempuan yang sangat nyaring itu sedang menangis.


"Selamat tuan muda Keynan anak anda seorang perempuan sangat cantik seperti nyonya muda" Ucap dokter sisil yang membantu persalinan Sifa. Ya dokter sisil dokter kandungan yang di pilih langsung oleh keluarga KAMIL untuk membantu persalinan Sifa.


Mendengar hal itu Sifa dan Keynan pun tak kuasa menahan kebahagiaan nya, Keynan pun menghujani ciuman di wajah sang istri nya itu.


"Sayang, terimakasih kamu udah mau melahirkan anak ku, buah cinta kita sayang, terimakasih" Ucap nya sambil menciumi wajah sang istri.


"Iya Key”


"Sekali lagi terimakasih sayang" Lagi dan lagi ucapan terimakasih dari sang suami untuk sang istri tercinta nya.


"Anak anda sudah bisa di adzani tuan muda" Titah suster yang merawat anak dari Sifa dan juga Keynan.


"Iya sus" Jawab Keynan dan mengadzankan anak nya itu.


Setelah Keynan mengadzankan anak nya itu, Keynan pun keluar dari ruang bersalin.


"Bagaimana ka?" Tanya bunda.


Keynan pun langsung memeluk bunda nya dengan air mata yang langsung turun.


"Selamat ya nak kamu sudah menjadi ayah sekarang" Kata nya sambil mengusap lembut kepala sang anak nya.


"Iya bunda terimakasih"


“Bagaimana dengan ibu nya?”


“Sifa baik baik saja bun, sebentar lagi akan di pindahkan ruangan nya” Jelas Keynan.


Tak lama Sifa dan bayi nya pun di pindahkan ke ruang rawat inap VVIP yang ada di rumah sakit itu, mendengar kabar bahagia, Nadia pun langsung menyelesaikan tugas nya segera dan langsung bergegas ke rumah sakit milik keluarga nya itu.


Setelah sampai di ruang VVIP mereka pun duduk sambil memperhatikan cucu pertama mereka.


“Cantik” Ucap sang bunda.


"Siapa nama anak mu Ka?" Tanya sang ayah.


"SHAKILA HANA KAMIL, yah"


"Nama yang bagus" Ucap bunda.


"Makasih bun" Jawab Keynan.