Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Gilang?



"Udah berani ya kamu main main dengan ku" kata Gilang sambil mengepalkan tangan nya.


"Apa maksud kamu?" Ucap Mey sambil memegang pipi mulus nya yang sudah terlihat merah dan terasa panas karena tamparan dari Gilang yang cukup keras.


"Apa kamu bilang? Kamu masih tanya apa maksud aku Mey? Dasar gadis bodoh" Maki nya.


"Bodoh?" Teriak Mey yang sudah mulai kepancing emosi nya.


"Iya kamu bodoh Mey, kamu pikir aku gatau kalau kamu lakuin apa?"


"Hah, hahahahaha" Mey hanya menjawab nya dengan tawa nya saja.


"Oh jadi karena masalah itu kamu sampai berani nampar aku gini Gilang?" Lanjut nya.


"Iya, karena masalah itu. Kenapa kamu lakuin itu sama aku hah? Kamu tau yang salah itu kamu, yang udah ninggalin aku itu kamu, kenapa kamu balas dendam sama aku ha? Kamu masukin Kayla di permasalahan kamu sendiri dengan buat sepupu kamu ikut campur. Kamu tau sendiri kalau aku udah marah aku bakal lakuin apa" Jelas nya sambil mendudukan tubuh nya di sofa empuk milik Mey sambil mengangkat satu kaki nya.


"Aku sudah pernah bilang sebelum nya sama kamu Gilang, kalau aku aja ga bisa miliki kamu, wanita mana pun juga ga akan pernah bisa miliki kamu. Negrti"


"Kamu mikir ga sih Mey, cowo itu banyak bukan cuma aku aja, kenapa kamu ga cari cowo lain aja sih?"


"Aku mau nya cuma kamu Lang"


"Kalau cuma aku, kenapa dulu kamu tinggalin aku hah?"


"..." Tak ada jawaban dari Mey.


"Ga bisa jawab kan kamu"


"Ayo ikut aku sekarang" Kata Gilang sambil beranjak dari duduk nya dan mendekat ke araph Mey.


"Kemana?"


"Udah ayo ikut aja" Ucap Gilang sambil mencekal lengan putih milik Mey.


"Gilang lepas, ini sakit" Teriak nya.


"Ga akan aku lepasin. UDah diem aja kamu" Ucap nya sambil menarik tubuh Mey.


"Asisten Hen" Teriak nya.


"Iya bos"


"Baik bos"


"Mau apa kita kesana?" Tanya nya setelah mendengar ucapan Gilang.


"Kamu akan tau ketika sudah di sana" Jawab nya dan Mey pun terdiam tanpa membantah.


***


Dor dor dor... Terdengar suara gedoran pintu yang cukup keras.


"Siapa sih yang ganggu" gerutu Rafel dan melangkah kan kaki nya untuk melihat siapa yang sudah mengganggu nya itu.


Setelah sampai di ruang tamu...


Bukkk....


"Awsh" Ringis Rafel.


Bukk.. Lagi lagi Rafel menerima pukulan dari seorang pria yang tak lain dan tak bukan adalah kaka kandung dari sang kekasih nya itu. Rafel yang memang tak mengetahui kalau itu adalah kaka kandung dari Kayla pun membalas nya.


Bakk...


Bukk...


Terjadi lah baku hantam di antara kedua nya.


"Bos" Panggil Asisten Fai kepada Keynan sambil memisahkan Keynan dan Rafel. Karena sudah tersulut emosi mereka berdua pun tak mengadah kan panggilan dari sang asisten nya itu.


"Berhenti" Teriak Kayla.


Para lelaki yang mendengar teriakan dari Kayla pun berhenti dan melihat ke arah Kayla.


"Berhenti. Kalian seperti anak kecil"


Mendengar ucapan itu pun mereka berdua saling melirik dan saling melepaskan tangan yang sudah bertengger di baju para musuh nya.


"Duduk" Perintah Kayla.


Mereka berdua pun menuruti perintah dari Kayla itu. Udah kaya rumah punya sendiri aja ya Kay wkwk.