
“Mas ini belanjaan punya siapa?” Tanya Nadia dengan mata melotot karena terkejut ketika membuka pintu kamar hotel milik mereka sudah banya belanjaan yang tersusun rapih di hadapan nya kini.
“Kamu”
“Aku? Sejak kapan mas? Kayanya tadi aku ga belanja apa apa deh”
“Iya kamu ga belanja apa-apa tadi, tapi aku beli semua barang yang kamu liat dan
yang kamu sentuh di setiap toko yang kamu masukin”
“Haaaaa???” Kata Nadia kembali melongo kan mata nya.
“A… apa kata mu mas? Semua yang aku sentuh dan aku lihat?” Tanya nya dan diangguki oleh Gilang.
“Iya sayang”
“Kamu serius?”
“Iya sayang, mas serius. Kamu bisa cek sendiri”
“Makasih ya mas udah mau beli semua ini padahal aku ga minta, dan yaa barang sebanyak ini untuk apa? Kita kan hanya membagikan nya ke keluarga”
“Terserah kamu saja. Ini barang sudah jadi milik mu. Karena aku udah beliin kamu semua ini, aku minta hadiah dari kamu sekarang” Ucapnya sambil mendekat ke arah Nadia.
Nadia pun menoleh ke arah suami nya “Maksudnya gimana mas?”
“Kamu pasti ngerti maksud aku”
“Tapi kan aku ga minta kamu buat beliin aku mas”
“Tapi aku udah beliin kamu loh sayang” Ucap nya semakin mendekat.
“Tapi aku belum mandi mas”
“Gapapa sayang”
“Tap…” Ucapnya terpotong karena Gilang sudah membungkam bibir manis istrinya itu.
***
"Mas kapan kita akan berangkat ke paris?" Tanya Nadia kepada sang suami ketika sudah membuka matanya.
"Sore ini jam 3"
Nadia pun menganggukan kepala nya tanda mengerti "Ayo kita jalan jalan lagi mas" Ajaknya.
"Emangnya kamu ga cape?"
"Oke. Kamu duluan yang bersiap, mas mau ngecek email yang masuk dulu ya"
"Yaudah, Nadia duluan ya mas"
"Iya sayang"
Nadia pun melangkah kan kakinya menuju kamar mandi dengan menggunakan selimut yang membungkus tubuh nya.
Ya.. Nadia di gempur oleh Gilang sampai pukul 2 pagi, Nadia dan Gilang hanya tidur 2 jam saja sampai waktu shubuh tiba. Setelah shubuh Gilang tidak menuruti keinginan istri nya untuk kembali memejamkan matanya, melainkan meminta jatah nya lagi untuk beberapa ronde.
***
Gilang pun mengecek email yang masuk ke ponsel nya yang dikirimkan oleh sekertaris nya Nina.
Nina memang sangat cekatan dalam hal pekerjaan, maka dari itu Gilang sangat tidak ingin kehilangan sekertaris kesayangan nya itu, apa lagi Nadia juga tidak memepermasalahkan sekertaris wanita, karena Nadia sudah memeprcayai Nina dan juga Gilang yang tidak akan main di belakang nya.
Ceklek pintu kamar mandi terbuka.
Gilang pun mengedarkan pandangan nya ke arah sang istri yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan jubah mandi nya.
Sebelum libido nya kembali menguasai dirinya, Gilang pun langsung melesat ke kamar mandi guna mendinginkan tubuh nya yang sudah mulai memanas itu.
Nadia yang melihat suaminya hanya menggeleng kan kepala nya sambil mengulum senyum melihat tingkah laku suaminya yang menurutnya lucu.
"Semoga kamu cepat tumbuh di perut mommy ya sayang" Gumam nya sambil mengusap ngusap pelan perut nya itu.
Nadia pun melanjutkan memakai pakaian nya Nadia memilih kemeja yang di jadikan sebagai outer olehnya di padupadankan dengan celana jeans dan sepatu cats putih, tak lupa dirinya pun merias wajah nya dengan make up natural dan rambutnya di biarkan tergerai.
Setelah siap nadia pun memakai parfume dan aksesoris jam tangan kesayangan nya. Ketika sudah terlihat oke, nadia pun menyiapka yang pakaian untuk suami nya, dengan menggunakan kemeja lengan panjang yang nanti tangan nya akan digulung sampai siku yang berwarna hitam dan tak lupa dengan celana jeans dan juga sepatu catsnya.
"Oke selesai" Katanya
.
.
.
Hallo sayangnya aku, aku mau kasih tau ke kalian. Kalau mulai sekarang aku up hanya di hari weekend aja, karena memang banyak banget pekerjaan yang aku punya. Jadi maf yang sebesar besarnya kalau mulai sekarang aku up hanya di hari weekend aja.
Tapi untuk di ig aku, di hari weekend itu adalah cerita tentang kehidupan di hari weekend. Kalian bisa follow instagram ku @nd.taryy, untuk kalian yang udah follow pasti tau yaa...
Oke terimakasih untuk kalian, dan terimakasih masih mau nunggu cerita aku, bye.. Bye.. Sayang sayangku❤️