Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Mey



Terlihat masih ada 2 orang sejoli yang sedang terlelap dalam mimpi nya. Siapa lagi kalau bukan Gilang dan Kayla. Mereka masih terlelap dalam tidur nya, karena memang mereka baru tidur pada pukul 1 pagi. Wajar saja jika pagi ini belum terbangun.


Gilang yang merasa terusik ketika ada seseorang yang datang dan mengetuk pintu ruangan Gilang.


Tok.. Tok.. Tok..


Gilang membangun kan Kayla yang masih terlelap di samping nya, ia pun mengangkat bibir nya ke atas seraya tersenyum karena kayla menepati janji nya.


"Kay bangun kay ada yang mengetuk pintu" Kata Gilang.


"Eummhh" Kata kayla sambil meregang kan otot-otot nya. Kayla pun bangun dari tidur nya, ia melihat ke sekeliling nya. Ia pun berfikir kenapa ia sedang berada di sini, setelah ia mengingat nya, ia pun beranjak untuk membuka pintu nya.


Ketika kayla membuka pintu  "Supriseeee" teriak wanita dari balik pintu ruangan itu.


"Maaf anda mencari siapa ya nona?" Tanya kayla sopan.


"Tentu saya mencari calon suami saya dong dok"


Kayla yang terkejut ketika mendengar jawaban dari wanita itu pun menoleh ke arah gilang dengan menatap sinis.


Gilang yang merasa di lihat seperti itu pun berigidik ngerih, karena ia baru melihat kayla yang seperti itu.


Wanita itu pun menerobos masuk ke dalam, dan menghampiri gilang. Gilang yang melihat wanita yang datang ke ruang rawat inap nya pun membulat kan mata nya. Karena ia tidak menyangka bahwa Mey akan datang dan berbicara bahwa ia adalah calon suami nya.


Yaa!! Wanita yang datang adalah meylani mantan pacar dari gilang. Kayla pun yang melihat itu hanya diam mematung.


"Hayy sayang" Sapa mey sambil mendekati gilang dan mencium pipi gilang.


Gilang tidak merespon apa yang di lakukan oleh mey. Karena memang gilang sudah tidak memiliki perasaan apapun kepada mey.


"Ko kamu tidak membalas nya? Oh aku tau kamu malu ya karena ada dokter itu" Kata mey sambil melirik ke arah kayla.


Kayla yang mendengar ucapan nya itu ia langsung pamit pergi dari tempat itu.


"Maaf tuan dan nona, saya harus permisi dulu" Kata kayla sambil meninggal kan mereka berdua.


"Kay tunggu kay. Kaylaaa" Teriak gilang. Tapi tidak di gubris oleh kayla, kayla tetap terus melangkah kan kaki nya untuk meninggalkan rungan itu dengan menahan tangis nya.


***


Di ruang rawat inap gilang setelah kayla pergi.


"Oh jadi nama nya kayla" Kata mey sambil tersenyum sinis.


"Tau dari mana kamu kalau saya ada disini?" Tanya gilang sinis.


"Oh sayang, kamu sangat cuek sekali. Apa karena wanita itu kamu menjadi seperti ini?"


"Bukan urusan mu"


"Ya jelas urusan aku dong. Kamu kan pacar aku"


"Kita udah putus cukup lama meylani"


"Hahahaha kau memang masih sangat pintar dan ga lupa ya ternyata"


"amau apa kau kesini?"


"Aku udah pernah bilang bukan sebelumnya sama kamu. Kalau aku ga akan biarin kamu sama wanita lain gilang. Aku akan merusak hubungan kalian, dan aku juga akan menjauh kan kamu dengan wanita itu"


"Jangan kau berani menyentuh wanita ku"


"Wah ternyata kau masih galak saja ya gilang" Kata mey sambil menyentuh pipi gilang.


"Tidak usah menyentuh ku. Aku tak sudi di sentuh oleh tangan kotor mu itu meylani"


"Baiklah aku akan menjauh kan tangan ku ini"


"Yaa!! Aku juga sudah tidak ingin berada di tempat seperti ini. Lagian aku juga datang hanya untuk membuat wanita itu menjauh dari mu gilang" Kata meylani sambil melangkah kan kaki nya untuk keluar dari tempat gilang.


"Sialan!!" Pekik gilang.


***


Kay yang sudah berada di ruangan nya tersebut langsung memeluk sifa dan mengeluarkan semua tangisan nya. Sifa yang melihat kayla sungguh sangat bingung, karena kayla tiba-tiba datang dengan cara menangis. Ia pun langsung mengirimkan pesan kepada key tanpa sepengetahuan kayla, karena sifa yang khawatir dengan keadaan kayla saat ini. Karena sifa tahu bahwa ia sangat dekat dengan kaka nya itu.


(Key. Apakah kau tahu kenapa kayla tiba-tiba menangis?)


Beberapa menit kemudian key membalas pesan sifa.


(Tidak, aku tidak mengetahui apapun. Nadia dari semalam tidak memberi kabar sedikit pun kepada ku sif)


(Baiklah kalau begitu. Aku akan menenangkan adik mu dulu)


(Iya sif. Aku akan datang kerumah sakit sif)


(Oke)


Sifa pun langsung menyimpan ponsel nya kedalam kantong yang ada di baju nya itu dan menenangkan kayla.


"Kay.. Udah jangan nangis, kamu ini kenapa?" Kata kayla sambil mengusap ngusap punggung kayla.


Hiks... Hiks.. Hiks... (tak ada jawaban dari kayla, yang ada hanya isakan dari kayla saja).


"Yaudah, kalau kamu belum mau cerita sama aku gapapa. Aku ngerti ko"


Hiks... Hiks... Hiks... (kayla masih terisak dan ia makin mengeratkan pelukan nya kepada sifa).


"Keluarin aja semua nya kay keluarin. Nangis aja gapapa kay, kalau emang nangis bisa buat kamu tenang, keluarin aja" Kata sifa.


***


Di kamar keynan


Setelah key mendapatkan pesan dari sifa, key langsung menelpon asisten nya itu.


Key : Hallo asisten hen.


Asisten hen : Iya bos?


Key : Dan cepat cari tahu apa yang terjadi dengan Nadia.


Asisten hen : Baik bos.


Keynan pun menutup sambungan nya. Sambil menunggu informasi dari Asisten nya itu, keynan bergegas untuk mandi dan sarapan.


Setelah selesai sarapan bersama, key kembali ke kamar nya untuk mencari informasi tentang Nadia.


Asisten hen : Saya sudah mengetahui nya bos.


Key : Katakan!


Asisten hen : Nona muda dari semalam menemanin tuan muda gilang di kamar nya sampai pagi. Dan tadi pagi ketika nona muda masih berada di kamar tuan muda gilang, mereka berdua kedatangan tamu yang tak lain dan tak bukan ia adalah mantan dari tuan muda gilang yang masih menginginkan tuan muda gilang yang bernama meylani. Nona Meylani ini mengaku bahwa tuan muda gilang adalah calon suami nya, dan menganggap bahwa nona muda nadia adalah nyamuk diantara mereka. Karena kehadiran nona muda kayla, tuan muda Gilang tidak merespon kecupan pada pipi nya yang di lakukan oleh nona meylani. Nona muda nadia pun keluar dari ruangan itu dengan menahan tangis nya dan menangis sejadi-jadi nya ketika sudah di dalam ruangan nya. Tetapi ia tetap tidak mau bercerita kepada asisten pribadi nya yaitu nona hanin bos.


Key : Keparat!!


Key : kau handle semua pekerjaan ku di perusahaan. Aku akan kerumah sakit terlebih dahulu untuk bertemu dengan nadia. Jika ada sesuatu yang penting kau bisa telpon atau mengirim lewat e-mail saya. Untuk urusan meeting kau gantikan saja aku terlebih dahulu.


Asiten hen : Baik bos.


Keynan pun memutuskan sambungan telpon nya secara sepihak. Ia pun bergegas pergi ke rumah sakit untuk menemui nadia.