Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Kembali terluka



Setelah sampai di meja yang akan di tempati, sang pelayan pun pamit undur diri dengan membawa catatan yang sudah di pesan oleh Kayla.


Dengan masih menunggu, Kayla pun menoleh ke arah belakang ketika mendengar suara deheman dari orang yang sudah ia tunggu tunggu.


Kayla pun menoleh..


Dan....


"Sayang" Ucap Kayla sambil memeluk tubuh Rafel.


Rafel membalas pelukan kayla dengan senyuman yang manis, karena ia sangat merindukan aroma tubuh sang wanita pemilik separuh hati nya saat ini, karena separuh hati nya lagi sudah tertanam dengan nama Vika.


"Aku kangen kamu fel" Lanjut kayla lagi tapi tetap tak ada jawaban dari Rafel, bukan nya menjawab, rafel malah melepaskan dekapan nya itu.


Kayla yang merasakan bahwa rafel melepaskan pelukan nya pun merasa aneh, dan ia pun sama sama melepaskan pelukan nya.


"Ko di lepas.... In si ini siapa?" Tanya Kayla kepada Rafel ketika melihat wanita lain yang berada di samping tunangan nya itu.


"Dia... Dia..." Ucap Rafel terbata bata.


"Siapa sayang?" Tanya Kayla masih mode lembut tetapi hati nya sudah tak karuan.


"Di... Dia.. Dia istriku Kay" Ucapnya lirih dan langsung menundukkan kepala nya.


Duar...


"Apa kata nya istri?"


"Istri?"


"Istri rafel?"


"Maksud nya apa?"


Hati dan pikiran kayla sedang bertengkar.


"Ma... Maksudnya gimana?" Tanya Kayla terbata bata.


"Maaf kay" Ucap Rafel.


"Maksudnya apa rafel maksudnya apa?" Tanya Kayla lagi dengan sedikit berteriak dan meremas kemeja Rafel. Untung saja cafe tersebut sudah sepi, entah sejak kapan cafe tersebut sepi dari pengunjung.


"Maafin aku Kay" Ucap nya lagi.


Tapi Kayla tidak menggubris nya, Kayla memilih melepaskan remasan nya pada kemeja sang tunangan nya itu.


"Ha... Hai" Sapa Kayla kepada vika, dengan menahan air mata nya dan menormalkan deru nafas nya.


"I... Iya hai juga" Jawab vika yang ikut merasa bersalah dan ikut menundukkan kepala nya sama seperti rafel.


"Nama kamu siapa?"


"Vika"


"Oh hai Vika (mencoba untuk tersenyum manis) apa benar yang di katakan oleh Rafel? Kalau kamu itu is... Istri nya rafel?"


Vika meremaskan jari nya, diri nya juga sama merasakan sakit yang amat ketika sedang ada di posisi Kayla sekarang. Dirinya bingung harus bagaimana?


"Hey jawab dong" Lanjut Kayla sambil memegang pundak vika, dengan berat hati vika menganggukkan kepala nya lemah.


Melihat anggukan dari vika, Kayla melepaskan sentuhan nya di pundak vika, dan kembali beralih kepada Rafel.


"Jadi ini balasan dari kamu setelah menghilang dan menghindar dari ku. Ini balasan kamu rafel ini?" Teriak Kayla sambil menahan tangis nya.


"Maaf" Lirih rafel.


"Maaf kamu bilang? Kita ini udah bertunangan fel, tapi kamu malah bisa bisa nya nikah sama wanita lain" Jawab Kayla dengan suara yang mulai melemah.


"Jangan sama aku fel kalau kamu mau mainin perasaan aku. Ini sungguh terlalu kejam fel, sungguh terlalu kejam" Lanjut nya lagi.


Rafel pun mulai mengangkat kepala nya dan mendekat ke arah Kayla untuk sekedar menenangkan nya sambil memeluk. Kayla yang melihat pergerakan rafel langsung memundurkan tubuh nya itu.


"Jangan sentuh aku lagi fel. Kamu sudah jadi milik orang lain bukan milikku lagi. Ini aku kembalikan cincin pertunangan kita" Ucap kayla sambil melepaskan cincin yang masih bertengger di jari manis nya itu.


Rafel yang melihat itu pun hanya menggelengkan kepala nya saja.


"Aku pergi, semoga kamu bahagia bersama dia" Lanjut kayla menyimpannya di dada Rafel dan langsung berlari keluar cafe.


"Kay tunggu kay, aku bisa jelasin" Teriak rafel.


"Kay" panggil rafel dan hendak berlari mengejar kayla namun semua itu tertahan karena sudah ada Keynan di hadapan nya.


Dan...


*Bugh..


Bugh...


Bugh*...


"Kurang ajar ya lo. Udah mainin adik gua" Ucap Keynan.


Bugh..


"Berhenti" Teriak Vika.


"Key udah key, kasian Rafel" Ucap sifa sambil menarik tubuh suami nya itu.


Sama denga sifa, vika pun membangunkan rafel dan langsung meninggalkan cafe tersebut.


"Brengsek" Teriak Keynan dan menendang kurai yang ada di hadapan nya itu.


"Sabar" Ucap sifa menenangkan.


***


Di parkiran cafe


"Aaaaaaaa" Teriak kayla di dalam mobil sambil memukul mukul stir mobil nya itu.


"Kamu jahat fel kamu jahat" Jerit nya lagi sambil tetap memukul mukul stir nya dan menempelkan dahi nya kepada stir mobil.


"Kenapa kamu kaya gitu fel? Kenapa kamu sejahat itu?" ucap nya lagi sambil terisak.


Hiksss... Hikss.... Hikssss...


"Terlalu sakit fel terlalu sakit" Lagi lagi ucapan kayla terdengar sangat menyayat kedalam hati, sungguh ironi sekali kisah cinta Kayla.


"Sakiit fel sakiiit.... Hiksss... Hiksss... Hikssss...." Ucap nya lagi sambil memukul mukul dada nya.


Hiksss.... Hiksss... Hikssss...


Ketika sedang menangis terdengar suara yang mengetuk kaca mobil Kayla.


Tok... Tok... Tok...


"Kay?" Panggil seorang pria dari luar.


Kayla pun menoleh dan..


"Gilang? Kakak? Sifa?" Kata nya ketika melihat siapa yang sudah berada di luar.


"Kamu gapapa kay?" Tanya Gilang lagi dari luar.


Kayla pun membuka pintu mobil nya dan langsung menyergap sang kaka tersayang nya itu.


"Kakak" Jerit kayla yang terdengar sangat pilu dan kayla pun kembali menangis.


Sifa yang melihat nya pun menteskan air mata nya karena ia dapat merasakan bagaimana perasaan kayla sekarang.


Begitu pun dengan Gilang, ia menahan air mata nya untuk tidak menangis.


"Maafin kaka ya de" Ucap keynan dan kayla hanya menggelengkan kepala nya saja sambil tetap menangis.


"Maaf kaka ga bisa jaga kamu, lagi lagi kamu jadi seperti ini" Lanjut nya.


"Bukan kaka yang salah ka, dia yang jahat" Adu nya.


"Iya kaka tau" Ucap nya sambil mengelus ngelus rambut kayla.


"Kamu kuat ya de" Lanjut nya lagi.


"Kamu harus bisa lupain dia ya" Ucap nya lagi dan kayla semakin histeris.


"Yaudah sekarang kita pulang ya" Ajak nya.


"Aku pulang sama Gilang aja" Jawab nya.


Sifa, keynan dan Gilang pun hanya menaikkan satu alis nya karena bingung.


"Sama gue? Loh ko tumben" Gumam Gilang dalam hati.


"Lah tumben" Gumam sifa.


"Lah bisa bisa nya mau pulang sama Gilang" Gumam Keynan.


"Aku pulang sama Gilang ka" Ulang kayla karena tak ada jawaban dari sang kaka.


"Ah iya, kamu pulang sama gilang"


"Lang, tolong jaga adik gue" Ucap Keynan kepada gilang.


"Siap" Jawab Gilang.


Kayla pun berjalan kembali ke mobil nya dan Gilang pun masuk ke dalam mobil Kayla dudum di belakang stir.


"Sebentar aku mengirim pesan terlebih dahulu kepada Asisten hen" Pinta nya kepada Kayla dan kayla hanya menganggukan kepala nya saja.


Gilang pun mengirimkan pesan kepada asisten nya itu, bahwa diri nya akan mengantarkan kayla pulang.


Setelah pesan itu terkirim, Gilang pun memasukan ponsel nya lagi kedalam saku celana nya.


"Apa kita akan ke suatu tempat?" Tanya Gilang dan Kayla pun menganggukan kepala nya.


"Bawa aku ke River Thames (Sungai Thames)" Lanjut nya.


"Oke" Jawab Gilang yang kemudian langsung menjalankan mobil nya untuk ke tempat yang Kayla katakan.