
Setelah sampai di restoran terdekat, ke empat nya pun turun dari mobil, dengan Nadia yang menggandeng tangan gilang, dan rafel yang di gandeng oleh Vika dengan sebelah tangan nya masih memakan ice cream yang tadi di beli oleh Kayla.
“Kamu mau makan apa sayang?” Tanya Gilang kepada Nadia.
“Aku ingin makan Veggie Burgers ala Burgreens”
“Saya samakan saja dengan nona ini ya” Kata Gilang.
“Kamu mau pesan apa vika?” Tanya Nadia kepada Vika.
“Salmon Scrambled”
“Kamu apa mas?” Tanya Vika kepada Rafel.
“Sama kan saja sayang dengan mu” JAwab nya.
“Untuk minuman nya semua samakan saja ya mba, minuman yang terenak di resto ini” Ucap Gilang.
“Baik tuan dan nona saya permisi terlebih dahulu”
“Ya”
Tak lama pesanan mereka pun datang, mereka berempat pun menyantap makanan nya dengan damai. Setelah selesai dengan makan siang nya, mereka berempat pun memilih untuk menetap sebentar di resto tersebut.
“Maaf lang sebelumnya setelah ini kami harus kembali ke hotel” Ucap rafel.
“Loh kenapa emangnya?”
“Vika ga bisa lama lama berjalan jalan, dia butuh waktu istirahat yang banyak”
“Baiklah kalau begitu, biar nanti pengawal ku yang akan mengantarkan mu kembali ke hotel” Kata Gilang dan diangguki oleh rafel.
“Oya, Kayla ini hadiah kecil dari kami” Kata Vika.
“Wah apa ini?” Tanya nya dengan mengambil kotak yang berukuran sedang itu.
“Bukan apa apa ko. Nanti saja ya kamu buka nya ketika kalian sudah berdua saja hehe”
“Baiklah,,terimakasih ya jadi repot repot deh”
“Ga ngerepotin ko”
Mereka pun kembali mengobrol panjang lebar, sampai waktu nya mereka untuk berpisah.
***
“Kamu ga ke rumah sakit nak?” Tanya bunda
kepada sang anak bungsu nya itu.
“Mau bun, ini Nadia buat bekal makan siang dulu untuk mas Gilang, soalnya Nadia mau ke kantor nya mas Gilang abis itu baru ke rumah sakit” Jelas Nadia sambil terus melanjutkan mempersiapkan bekal makan siang nya itu.
“Yaudah kalau gitu”
“Iya bun”
“Bunda sama ayah mau makan siang? Biar Nadia yang siapkan”
“Ga perlu nak, bunda dan ayah nanti saja makan nya, biar bibi saja yang menyiapkan nya” Kata nya dan diangguki oleh Nadia.
Bunda pun kembali melangkah kan kaku nya menuju kamar nya dan Nadia melanjutkan membuat bekal makan siang nya.
“Siap” Ucap nya.
“Waktu nya buat aku siap siap” Lanjutnya sambil tersenyum. Nadia pun meletakkan bekal makan siang nya di meja makan dan diri nya pun beralih menuju kamar nya untuk bersiap.
Nadia pun membersihkan diri nya dulu dan kemudian memilih pakaian yang akan yang ia gunakan. Nadia pun memilih dress berwarna cream tanpa lengan dan di padupadakan dengan cardigan berwarna putih, rambut gelombang yang ia gerai memakai make up tipis dan tak lupa heels yang hanya tinngi 3cm saja. Setelah siap Nadia pun berangkat menuju kantor Gilang.
“Bunda, Nadia berangkat ya” Pamit nya.
“Hati-hati ya nak”
“Iya bun. Ayah mana?”
“Ayah lagi keluar sebentar”
“Oyaudah kalau gitu Nadia berangkat”
“Iya”
Setelah berpamitan dengan sang bunda, Nadia pun masuk ke dalam mobil kesayangan nya, ia pun mengendarai mobil nya sendiri dengan kecepatan sedang.
***
“Haaah untung aja jalanan nya ga begitu macet, jadi nya aku ga begitu terlambat. Masih ada waktu lima belas menit lagi untuk istirahat” Gumam Nadia sambil melihat ke arah jam yang sudah melingkar di pergelangan tangan nya itu.
Nadia pun turun dari mobil nya dengan membawa bekal makan siang untuk diri nya dan juga Gilang dan melangkah kan kaki nya untuk masuk ke dalam perusahaan sang tunangan nya itu.
Banyak nya mata yang tertuju kepada Nadia, dari Nadia yang turun dari mobil nya, terlihat wanita yang cantik dan elegan dengan rambut yang terurai terkena angin yang berhembus. Nadia hanya menanggapi itu semua dengan senyum manis nya saja. Makin terpesona lah para karyawan laki-laki kepada nya. Habis lah sudah kalian jika ketahuan oleh si posesif Gilang. Haha.
“Apa pak gilang ada di dalam?” Tanya nya kepada sekertaris Gilang.
“Ada nona, pak Gilang ada di dalam” Jawab nya.
“Baiklah, saya akan masuk” Ucap nya dan diangguki oleh sang sekertaris Gilang.
“Beruntungnya Pak Gilang mendapatkan calon istri seperti nona Kayla. Sudah cantik pintar lagi” Puji Nina sekertari Gilang kepada Nadia ketika melihat Nadia.
Tok.. Tok.. Tok..
Ceklek..
Gilang dan asisten Hen yang mendengar sebuah ketukan pintu dan pintu terbuka pun melihat ke arah nya. Dan terlihat lah seorang wanita cantik dan anggun nya masuk kedalam ruangan tersebut.
Asisten hen pun langsung bangun dan membungkukan badan nya kepada nona muda nya itu “Selamat siang nona muda, selamat datang” Ucap nya.
“Siang Asisten hen. Oya ini bekal makan siang untuk mu,aku sengaja membuatkan nya untuk mu” ucap nya sambil meletakkan makan siang untuk asisten Hen di meja kerja nya. Daan lihatlah tuan muda itu mengerutkan kening nya dan menatap wajah asisten Hen dengan tajam tanda bahwa asisten Hen tidak boleh menerima nya.
Seakan mengerti arti sorot mata dari tuan muda nya itu, sang asisten pun menolak “Maaf nona, saya tidak pantas menerima ini” Tolak nya halus. Padahal diri nya ingin sekali mengambil bekal makan siang itu, tercium sangat enak seperti nya.
“Kamu harus menerima ini Asisten Hen, aku sudah cape cape membuatkan nya untuk mu tapi kamu malah menolak nya” Bujuk nya. Dan asisten Hen pun kembali menoleh ke arah sang bos nya itu. Nadia pun ikut menoleh kearah Gilang yang sedang menatap Hen dengan sorot mata yang tajam.
“Pantas saja asisten Hen menolak makanan yang aku buat, ternyata mas Gilang yang sudah membuat nya menolak” Gerutu Nadia dalam hati.
Nadia pun melangkah kan kaki nya menuju meja Gilang “Mas, ini bekal makan siang kita. Biarkan Asisten Hen mengambil nya, kamu emang ga kasian sama aku, aku udah cape cape bikin tapi malah ga di makan”
Gilang bisa apa jika Nadia sudah berbicara dan menggunakan wajah yang sendu itu? Hahaha Gilang Gilang kamu terkena jebakan wanita lagi.
“Ambil lah bekal makanan yang sudah di siapkan oleh tunangan ku” Tegas nya.
“Baik tuan muda, terimakasih nona muda atas bekal makanan nya” Ucap nya dan di angguki oleh Nadia.
“Kalau begitu saya permisi dulu tuan muda, nona muda”
“Ya” Jawab Gilang.
“Ayo sayang kita duduk di sofa saja” Ajak Gilang dengan menuntun Nadia untuk duduk di sofa setelah keluar nya sang ASisten.
“Iya”
“Kenapa kamu ga bilang kalau mau kesini hem?” Tanya Gilang ketika sudah duduk di sofa.
“Kejutan dong mas” Jawab Nadia sambil membuka kotak bekal makan nya itu.
“Lain kali bilang sama aku ya biar aku bisa jemput kamu”
“Iya mas”
“Kamu ga ke rumah sakit?”
“Setelah ini aku ke rumah sakit”
“Biar aku antar ya”
“Ga perlu mas aku bawa mobil sendiri ko”
“Udah udah kita makan dulu ya, udah waktu nya makan siang” Lanjut Nadia dan diangguki oleh Gilang.
Mereka berdua pun makan siang dengan baik, dengan Nadia yang menyuapi Bayi besar nya itu.
***
Di depan ruangan sang bos
“Haaah untung aja nona muda bisa ngebujuk si bos, jadi gue bisa makan bekal ini. Kaya nya enak nih, kalau dari aroma nya” Kata Asisten hen ketika sudah berada di luar ruangan nya.
“Kaya nya ada yang dapet hadiah makan siang nih” Ledek Nina asisten Gilang.
Asisten Hen yang mendengar nya pun mendelik tajam kearah nina. Nina yang melihat itu hanya terkekeh karena sikap asisten sang bos nya itu. Entah kenapa diri nya tidak ada takut takut nya kepada Hen, padahal banyak orang yang bilang bahwa Asisten Hen itu lebih kejam dari pada Tuan nya. Tapi menurut Nina, asisten Hen itu menyenangkan dan menggemaskan saat memberikan tajam nya itu, seperti memiliki charisma tersendiri. Ceileh bilang aja lu suka Nina wkwk.