
“Sayang ayo” Ajak Gilang.
“Kalian mau kemana?” Tanya Vika.
“Kami mau kembali ke Indonesia Vika. Aku dan Gilang pamit ya, salam untuk Rafel” Ucap nya.
“Kenapa cepat sekali?”
“Pernikahan kami sebentar lagi, dan Gilang juga banyak pekerjaan yang sudah ia tunda”
“Baiklah, aku memaklumi kalian”
“Yaudah kalau gitu kami pamit”
“Hati hati dan terimakasih untuk hadiah nya”
“Iya sama sama”
***
Dua minggu sudah setelah kepulangan nya dari Singapore. Kini tinggal menghitung jam Nadia dan Gilang akan resmi menjadi sepasang suami dan istri. Rangkaian demi rangkaian juga sudah di lewati oleh kedua nya, dari acara siraman, pingit, sampai pengajian pun telah selesai dilaksanakan dengan baik, hari ini adalah hari finally untuk Gilang dan Nadia karena hari ini adalah hari bahagia antara Gilang dan juga Nadia. Acara pernikahan Gilang dan Nadia berlangsung di salah satu hotel ternama milik MHD CROP.
***
Kediaman Nadia
Terlihat Nadia yang sudah sangat cantik dengan balutan kebaya putih nya. Setelah selesai di make up terlihat Nadia yang sangat gugup untuk menghadapi hari ini.
"De"
Nadia yang merasa di panggil pun menoleh ke asal suara, Nadia tersenyum lembut ketika melihat bahwa sang kaka lah yang memanggil nya "Kak" Jawab nya dan langsung memeluk tubuh sang kaka. Memang dari duku, Nadia sangat dekat dengan Keynan.
"Aku ga nyangka, ternyata adik kecil kaka sudah besar sekarang. Sebentar lagi akan menyandang status nyonya Mahendra" Ledek nya dengan diiringi kekehan kecil.
"Kaka jangan gitu" Rajuk nya.
"Sayang, kamu baik baik ya di sana. Ingat kaka sangat sayang sama kamu, kalau Gilang sampai melakukan kesalahan sampai membuat kamu menangis, langsung bilang kepada kaka ya de!"
"Iya ka"
"Aku sayang kaka" Lanjut nya.
"Kaka juga sayang kamu"
Cup..
"Ayo kaka yang akan mengantarkan kamu, ayah sudah berada di mobil" Ajak nya.
"Baik ka" Jawab Nadia dan langsung menggandeng tangan sang kaka.
***
Hotel
Hotel berbintang 5 sudah penuh para tamu undangan, walaupun ini baru akan melaksanakan akad, tapi para tamu sudah sangat antusias untuk berdatangan ke acara inti ini.
Gilang yang sangat gagah dan tampan dengan balutan tuxedo nya terlihat sangat gugup. Dirinya sedang menghafal apa yang nanti akan ia katakan di hadapan para banyak nya tamu undangan dan yang akan menjadi papa mertua nya itu.
Sang papah yang melihat sang anak tunggal nya gugup itu pun mulai menenangkan nya.
"Tenang Lang, semua akan berjalan dengan lancar, papah juga dulu seperti ini ketika papah ingin meminang mamah mu" Ucap papah Gilang menenangkan.
"Iya pah, ini juga Gilang sedang berusaha supaya tidak gugup"
"Yasudah tenang kan dirimu lang, agar nanti saat Ijab Qabul kamu tidak salah"
"Iya pah" Gilang pun berusaha untuk menenangkan diri nya, agar ketika Ijab Qabul ia tidak salah dalam kata nya.
Nadia yang sudah berada di salah satu kamar, yang memang sudah di booking terlebih dahulu untuk di jadikan sebagai kamar pengantin pun tak kalah gugup nya dengan Gilang dan tak henti-henti nya menangis karena mengingat sebentar lagi ia akan menjadi nyonya Mahendra dan bukan lagi menjadi anak bungsu untuk ayah dan bunda nya.
"Sifa, ko aku gugup ya" Adu Nadia kepada kaka ipar nya.
Sifa yabg mendengar nya pun tersenyum, sifa sangat tau apa yang dirasakan oleh Nadia saat ini, karena dulu diri nya pun sama seperti Nadia "Sudah jangan gugup, kalau kamu gugup gimana sama Gilang, Nad?" Kata nya dan di angguki oleh Nadia.
"Bunda maafin Ade ya kalau selama ini ade banyak salah" Ucap nya kepada sang bunda.
"Iya ade, ade sudah bunda maafkan. Lagian kamu ga punya salah ko nak aama bunda"
"Sayang, kamu masih anak bungsu kami, anak yang kami sangat sayangi walaupun kamu sudah memiliki suami"
"Terimakasih bunda terimakasih"
"Sudah sudah jangan terus terusan menangis, make up mu jadi luntur"
"Hehe iya bun"
Acara pun di mulai, Gilang pun berjabat tangan dengan ayah nya Nadia untuk mengucapkan Ijab Qabul nya yang menggunakan bahasa Arab. Karena Nadia meminta Gilang untuk melafalkan nya menggunakan bahasa arab dan Gilang menyanggupi itu.
Dengan suara yang lantang dan dengan satu tarikan nafas kata "SAH" pun terdengar dari para saksi membuat kelegaan di hati semua keluarga terutama Nadia dan Gilang. Nadia pun di keluarkan dari kamar nya yang di jemput oleh Gilang.
"Cantiknya" Celetuk Gilang membuat semua para tamu tertawa mendengar lelucon dari Gilang. Pipi Nadia pun merona karena malu.
Nadia pun mengambil tangan Gialng dan menggandeng nya, Gilang dan Nadia pun berjalan ke arah tempat yang memang sudah di sediakan untuk mereka berdua.
Acara di lanjutkan dengan resepsi pernikahan Gilang dan Nadia, banyak tamu terhormat dari para kolega keluarga Mahendra dan Kamil, tak lupa para teman teman Nadia dari rumah sakit London dan Jakarta.
Nadia dan juga Gilang terlihat sangat serasi, seperti raja dan ratu di negeri dongeng. Mereka selalu tersenyum bahagia. Mengingat beberapa minggu yang lalu mereka sempat cekcok karena ada nya kesalah pahaman.
Yang berawal dari Gilang selalu mendekati Nadia, sampai akhirnya Nadia membuka hati untuk nya, dan mereka berpisah karena kesalah pahaman, dan kembali bertemu di waktu yang tepat, sampai akhirnya mereka bisa bersama seperti hari ini.
Benar kata pepatah 'Sejauh apapun orang itu melangkah jika memang sudah jodoh, mereka akan di pertemukan kembali. Tetapi sedekat apapun mereka jika memang bukan jodoh pasti akan ada yang menjauhkan mereka'
Seperti hal nya dengan nadia dan gilang yang mampu membuat mereka kembali dalam gelombang asmara yang kuat. Dan dengan Kekuatan cinta yang tulus dan kepercayaan yang besar itu adalah kunci dari salah satu erat nya suatu hubungan.
"Kau sungguh sangat cantik sayang" Ucap Gilang sambil menatap ke arah istri nya itu.
"Kau juga sungguh sangat tampan suami ku" Jawab Nadia.
Mereka berdua pun saling senyum dan saling pandang penuh cinta, karena mereka tidak menyangka bahwa mereka yang dulu nya selalu menjauh dan selalu bertengkar malah menjadi suami istri. Ketika sedang asik memandang pasangan nya, mereka di kejut kan dengan suara yang amat mereka kenal, siapa lagi kalau bukan Vika.
"Hay onty, selamat atas pernikahan nya ya" Ucapan selamat dari Vika dengan menggendong si kecil Rasya.
"Hay sayang, terimakasih sudah datang ya"
"Iya onty sama sama. Aku bawain hadiah untuk onty" Ucap nya lagi sambil memberikan hadiah yang sudah di pegang oleh Rafel.
""Terimakasih"
"Iya aunty"
"Selamat ya bro" Ucap Rafel kepada Gilang.
"Makasih ya bro"
"Sip"
"Ayo kita foto dulu" Ajak Nadia.
Mereka ber lima pun akhirnya foto bersama.
"Sayang ayo kita ke atas" Ajak Sifa kepada Keynan.
"Iya sayang, ayo"
Mereka berdua pun berjalan mendekati pengantin itu untuk mengucapkan selamat "Lang selamat ya kalian sudah sah menjadi suami dari ade gue. Semoga lo bisa menjadi suami yang baik buat ade gue" Ucap Keynan.
"Iya lo tenang aja, gue bakal jagain ade elo ini" Jawab Gilang.
Sifa pun melangkah kan kaki nya untuk mengucapkan selamat kepada Nadia "Haduh sahabat ku, adik ipar ku, selamat ya sudah resmi menjadi nyonya Mahendra, semoga kamu bisa menjadi istri yang lebih baik, dan jangan lupa untuk cepat memberikan ku keponakan yang lucu-lucu dan menggemas kan" Ucap nya dan membuat Nadia pun tersipu malu mendengar apa yang di ucapkan oleh Sifa.
"Ah iya terimakasih ya kakak ipar, kau juga jangan lama-lama menunda nya ya, cepat kasih adik lagi untuk shakila" Ucap Nadia.
"Apa sih kamu" Kata nya sambil di iringi sengan kekehan kecil.
Setelah Keynan dan Sifa, di susul oleh Riko dan sang kekasih.
"Lang, kay selamat ya kalian sudah resmi menjadi sepasang suami istri, semoga kalian menjadi the best couple sampe seterusnya" Ucap riko dan kemudian mereka berfoto bersama.
Setelah riko dan sang kekasih mengucapkan selamat kepada mereka berdua, yang lain pun mengucapkan selamat kepada mereka berdua dan di akhiri dengan foto bersama sama, dari keluarga, para sahabat dan para pembisnis serta teman-teman Gilang dan nadia.
Akhirnya Gilang dan Nadia pun hidup bahagia.