
Setelah 2 hari berada di Bogor, kini Nadia kembali beraktifitas seperti biasa nya, Nadia mulai meyakin kan hati nya bahwa ia tidak akan mau lagi dekat dengan yang nama nya Gilang. Nadia sudah sangat kecewa dengan Gilang, baru saja ia akan membuka hati nya untuk pria tapi Gilang malah memberi nya kekecewaan untuk nya, maka dari itu nadia tidak ingin lagi menegnal pria yang bernama Gilang.
"Selamat pagi cantik" Sapa Sifa ketika melihat Nadia sudah masuk kedalam ruangan nya.
"Pagi hanin"
"Udah engga kusut lagi ya muka nya sekarang mah"
"Ah bisa aja kamu mah nin"
"Hehe. jadi gimana udah siap kerja kan sekarang?"
"Siap dong calon kaka ipar kuh"
"Aduh, kalau udah kaya gini, udah balik semangat lagi nih kaya nya"
"Hehe iya dong harus. Semangat"
"Semangat"
Nadia dan Sifa pun kembali berbincang sebelum Nadia melakukan operasi, karena Nadia akan melakukan operasi pada pukul 10 pagi.
***
Di kantor MHD Crop
Terlihat pemuda tampan yang sudah mulai fokus dengan pekerjaan nya, karena ia sudah mendengar laporan dari anak buah nya bahwa wanita sang pujaan nya sudah kembali lagi bekerja seperti biasa nya di rumah sakit.
Ia semakin semangat ketika mendengar, bahwa wanita nya begitu semangat dalam bekerja, maka dari itu ia pun ikut semangat dalam bekerja, karena ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan wanita sang pujaan nya itu. Tanpa Gilang ketahui bahwa sekarang Nadia sudah tidak ingin bertemu lagi dengan nya.
"Semangat semangat biar cepet ketemu sama calon istri" Gumam nya sendiri sambil senyum senyum.
Tetapi berbeda hal nya dengan Meylani. Ia kini semakin gencar untuk memikirkan bagaimana cara nya untuk menculik dan membunuh Kayla si dokter cantik itu.
"Penjagaan Kayla pasti bakal ketat" Monolog nya.
"Biar ku pikir kan lagi cara agar Kayla bisa ku bunuh" Lanjut nya sambil tersenyum sinis.
***
Kembali ke rumah sakit.
Setelah Nadia selesai mengoperasi pasien nya, Nadia dan Sifa kembali kedalam ruangan nya untuk sekedar beristirahat dan bercengkrama.
"Hallllllooooo..." teriak Naura di balik pintu.
"Hai" Jawab Sifa.
"Aduh lagi pada ngerumpiin apa nih"
"Ga ada, kita lagi ngobrol biasa aja" Jawab Nadia.
"Aku boleh ikut gabung engga?"
"Sini" Jawab Sifa.
Naura pun masuk kedalam ruangan Nadia dan duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut.
"Oya, gue mau kasih tau nih. Gue mau nikah sama dokter Frans 3 minggu lagi" Ucap Naura tiba-tiba.
"What??!!!" Pekik Nadia dan Sifa bersamaan.
"Kenapa? Ko kaget gitu sih?"
"Ya kaget aja, kenapa bisa cepet banget si Ra?" Tanya Nadia.
"Kita udah pada ngebet nih pengen nikah"
"Ih dasar" Ucap Sifa.
"Tapi kan Frans belum minta izin ke ayah dan bunda Ra" Ucap Nadia.
"Besok malem dong mau kerumah"
"Udah bilang sama ayah dan bunda"
"Terus buat yang di kampung kamu?"
"Abis izin dari ayah bunda baru aku sama dokter frans ke kampung buat minta izin Nad"
"Eumm... Cepet banget si Ra nikah nya, kan aku jadi ga ada temen lagi kalau di rumah" Lirih Nadia sambil memeluk tubuh Naura.
"Jangan sedih gini dong, kan aku nya jadi ikutan sedih Nad" Ucap Naura sambil mengusap lembut punggung Nadia.
"Gimana ga sedih, kamu kan pasti bakal ikut dokter frans kalau udah nikah, paling kita ketemu kalau satu shif aja di rumah sakit"
"Utututu anak ciapa cih ini. Insyaallah aku bakal sering-sering deh main kerumah"
"Janji"
"Iya aku janji Nad"
"Gitu dong"
"Mangka nya kamu juga cepet nikah dong"
"Ish, maih lama aku tuh. Males mikirin cowo"
"Ululu bisa aja kamu mah"
"Bisa lah"
"Jangan lupa ya kalian berdua harus bawa pasangan ke acara resepsi pernikahan aku" Ucap NAura kepada Nadia dan Sifa setelah melepaskan pelukan nya dengan Nadia.
"Kalau ada ya hehe" Jawab Nadia.
"Iya kalau ada ya" Jawab Sifa.
"Kamu mah pasti ada hanin" Timpal Nadia.
"Iya, kan ada ka Key" Ledek Naura.
"Itu juga kalau Key ga sibuk"
"Aku paksa tennag aja" Ucap Nadia.
"Dasar" Jawab Sifa.
Mereka pun kembali ngobrol bersama, sampai ada suster yang menegtuk pintu ruangan Nadia.
Tok...Tok...Tok...
"Masuk" Teriak Nadia dari dalam.
Ceklek
"Permisi dok, maaf mengganggu waktu ny. Ada tamu yang mencari anda dok"
"Tamu?"
"Iya dok tamu"
"Tapi saya hari ini tidak memiliki janji dengan siapa pun sus"
"Tapi tadi kata nya itu teman anda dok"
"Laki-laki?"
"Iya dok"
Nadia yang mengetahui siapa tamu tersebut, ia pun langsung memerintah kan kepada suster itu bahwa ia sedang sibuk tidak bisa di ganggu.
"Bilang aja sus, kalau saya sedang sibuk tidak bisa di ganggu"
"Baik dok kalau begitu saya permi....." ucap suster tersebut terpotong karena Gilang langsung menerobos pintu tersebut.
"Kay.." Panggil Gilang.
"Gilang?" Ucap Nadia membeku ketika dugaan nya benar bahwa yang mencari nya adalah Gilang.