
"Yaudah bun, yah. Kaka ke ruang kerja dulu ya masih ada urusan yang harus di selesain"
"Iya"
Keyanan pun kembali ke ruang kerja nya.
***
Di Rumah Gilang
"Haish" Gerutu Gilang sambil mengacak-ngacak rambut nya.
"Hen coba lo cari tau Nadia di pindahin ke rumah sakit mana? Kayanya Nadia bakal di pindahin ke rumah sakit yang dapet bikin perusahaan keynan sendiri deh"
"Siap bos"
"Ini gue jatuh cinta gini amat yak? Ini sih nama nya jatuh nya doang cinta nya maha kagak" Gerutu nya ketika Asisten nya sudah meninggalkan ruangan kerja nya.
"Sial. Gara gara si Mey ini"
***
Sebulan sudah sejak pernikahan Naura dengan frans. Kini Nadia sudah berada di bandara untuk pergi ke London bersama dengan sifa sang asisten nya.
"Bunda, ayah. Nadia pergi dulu ya" pamit nya kepada kedua orang tua nya.
"Iya nak hati-hati yak"
Nadia dan sifa pun pergi untuk masuk kedalam Bandara. Untuk keynan, keynan sudah berada di London sehari sebelum kepergian Nadia dan juga sifa.
***
Di dalam pesawat
"Hanin kenapa ya ka Key gitu"
"Mungkin ini yang terbaik buat kamu Kay"
"Hemmm"
"Kay aku mau ke toilet dulu ya" Pamit nya kepada Nadia.
"Iya" Jawab nya.
Sifa pun pergi ke toilet.
Dan beberapa saat ketika sifa ke toilet dan...
"Hay.." Sapa seorang pria kepada Nadia. Tapi Nadia tidak menjawab nya.
"Hay cewe" Goda pria itu.
"Maaf maaa......s" Ucap Nadia terpotong ketika melihat siapa yang menggoda nya itu.
"Iya ini aku gilang" Jawab nya sambil tersenyum.
"Ko kamu bisa disini?"
"Ya karena aku menjemput wanita ku"
"Ih apa sih"
"Apa sih cantik" goda nya lagi dan mampu membuat pipi Nadia merah merona.
"Ih kamu kenapa sih gilang?" Tanya nya sambil tersenyum malu.
"Gapapa, udah ya takut ada sifa. Jangan melamun terus, senyum dong. Bye" ucap nya sambil meninggalkan tempat duduk Nadia.
"Ya. bye" Jawab nya.
Gilang pun kembali duduk di kursi nya.
"Hey, kamu kenapa ko senyum senyum?" Tegur Sifa.
"Eh aku gapapa ko Han" Jawab nya sambil menormalkan perasaan nya lagi.
"Oh" Jawab Sifa.
"Aku kenapa sih ko jadi gugup gini?" Monolog nya dalam hati.
"Apa aku masih nyimpen perasaan sama dia?" Lanjut nya lagi.
"Ga, ga , ga mungkin" Monolog nya lagi sambil geleng geleng kepala.
"Hey Hykaila Nadia Kamil kamu kenapa sih?" tegur Sifa.
"Ehh hehehehe aku gapapa ko beneran deh" Ucap nya sambil mengangkat kedua jari nya membentuk huruf V.
"Udah ah yuk istirahat perjalanan kita lama loh" Ajak Sifa.
"Ashiaap bu bos" jawab Kayla.
Mereka berdua pun mulai memejamkan mata nya untuk beristirahat.
Gilang kembali ke tempat duduk nya Nadia karena ia ingin selalu berdekatan dengan wanita sang pujaan nya itu.
Gilang meminta kepada penumpang yang duduk di sebelah Nadai untuk pindah ke tempat duduk milik nya. Penumpang tersebut pun menuruti keinginan dari Gilang itu. Penumpang itu pun pindah dan duduk di kursi milik gilang, dan gilang pun mendudukan diri nya ke samping Nadia, dan memindah kan kepala Nadia agar bersandar ke bahu milik nya.
Gilang pun tersenyum ketika melihat wajah teduh wanita nya itu.
"Cantik" Gumam nya dalam hati.
"Aku akan memperjuangkan kamu Kay, kamu tunggu aja perjuangan aku" Ucap nya lagi dalam hati.