
Terlihatlah pria tampan dan juga mapan yang sedang membulak balikan berkas yang sedang ia perhatikan sedari tadi. Siapa lagi kalau bukan Gilang Putra Mahendra, ya kini Gilang semakin serius dan semakin gila bekerja, karena ia masih belum bisa melupakan cinta nya, wanita nya yang selalu ia impikan dan ia dambakan.
Kini perusahaan MHD crop semakin maju pesat, karena memang Gilang benar benar dalam menjalankan kewajiban nya, begitu pun dengan KML grup, mereka berdua adalah perusahaan yang sama sama dalam keadaan yang sedang bersinar dan keberadaan nya semakin di atas, apalagi perusahaan tersebut memang mengadakan kerja sama, semakin pesatlah kemajuan kedua perusahaan tersebut.
Dret... Dret... Dret... Ponsel Gilang yang bergetar di meja nya.
Gilang melihat sekilas layar ponsel nya dan membaca siapa yang menghubungi nya. Terlihat lah pesan grup yang ada di layar ponsel nya.
Gilang pun tidak merespon ponsel tersebut dan diri nya pun lebih memilih kembali fokus kepada berkas yang ada di hadapan nya saat ini.
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk" Teriaknya dari dalam.
"Ada apa?" Tanya Gilang kepada sang aaiaten nya ketika melihat siapa yang mengetuk pintu ruangan nya tersebut.
"Jika kau ingin membicarakan tentang Kayla aku tidak akan mendengar kan nya lagi" Lanjutnya.
"Ba... Baik bos" Jawab nya.
Sang asisten pun kembali keluar ruangan sang bos nya itu.
***
Di rumah sakit
"Lah lu ngapain kesini?" Tanya riko kepada farhan dan renaldi.
"Lu lagi sibuk emang?" Tanya renaldi.
"Satu jam lagi gua bantuin yang lahiran"
"Tinggal itu doang kan?"
"Ya"
"Jadi ga sibuk kan?"
"Ga terlalu"
"Yaudah, berarti ga masalah kan kalau kita kemari"
"Masalah lah, lu ganggu gue"
"Lu juga han, tumben kesini jam jam segini. Mau mau nya lu diajak sama kunyuk satu yang ini"
"Di paksa. Kata nya ada urusan penting antara hidup dan mati, yaudah gua bela belain tinggalin meeting gue deh" Keluh farhan.
"Lah, ada apaan sih?" Tanya Riko kepada Renaldi.
"Ck"
"Gua suntik juga lu" Umpat riko karena kesal.
"Kita harus kasih tau Gilang.."
"Kasih tau apaan?" Potong Riko.
"Gue belum beres ngomong tenyom"
"Apaan tenyom?" Tabya Farhan sambil menaikkan satu alis nya.
"Kalian balikin aja kata kata nya" Ucap Renaldi enteng.
"Setan" Umpat riko sambil melayangkan pulpen di tangan nya dan pas mengenai jidat Renaldi.
"Udah woi. Omongin yang jelas ada apaan?" Ucap farhan menengahi.
"Si Rafel hari ini nikah"
"Haaa..." Kaget nya.
"Awas tuh lalet masuk ke mulut kalian" Kata Renaldi.
"Ya terus kalau dia nikah apa urusan nya sama Gilang?" Tanya Farhan.
"Nah" Timpal Riko membenarkan.
"Yang jadi masalah nya, si Rafel nikah nya bukan sama si Kayla"
"Terus" Ucap Riko dan farhan secara bersamaan.
"Sama Vika"
"Vika?"
"Iya, Vika"
"Iya gue juga ga kenal sama dia" Timpal Farhan.
"Ya mau gimana kenal, vika orang Singapore coy"
"Ya lu tau dari mana?"
"Ema gue di ondang sama ema nya si Rafel. Ternyata ema nya gue itu sahabat ema nya si rafel" Jelas Renaldi dan kedua sahabat nya pun hanya mengangguk anggukan kepala nya saja.
"Maka dari itu, gue ajak kalian buat ketemu sama si Gilang"
"Tapi belum tentu kan kalau si Gilang gatau?" Tanya Riko.
"Iya bener. Lu kaya engga tau si Gilang aja deh, Gilang kan kalau dapet kabar cepet banget tuh. Asisten nya kan udah kaya cenayang" Jelas Farhan yang mengandung Gelak tawa.
"Kan si Gilang udah kaga mau tau lagi masalah si Kayla dan teman teman nya, mungkin aja kan dia engga tau tentang hal ini"
"Nah dia aja udah ga mau tau, kenapa kita jadi pengen ngasih tau"
"Kasian aja gua mah, takutnya dia masih sayang sama si Kayla, kan masih ada kesempatan tuh"
"Yaudah deh, kalau gitu gue bantuin yang lahiran dulu, nanti abis itu baru ke si Gilang" Ucap Riko.
"Oke" Jawab kedua teman nya itu.
***
Setelah satu jam menunggu, akhirnya yang di tunggu tunggu pun datang juga. Riko yang sudah kembali dengan keringat yang berada di kening nya, menambah kesan ketampanan yang ia miliki.
Ceklek.. Pintu ruangan di buka oleh Riko. Terlihat lah kedua teman nya yang sedang tertidur di sofa ruangan nya itu.
Riko yang melihat nya pun hanya menggeleng kan kepala nya saja.
"Kalian ya bela belain tinggalin kerjaan kalian cuma buat sahabat doang. Salut gue" Gumam nya dalam hati.
Riko pun memutuskan untuk mencuci muka nya, dan ia pun mengambil pi sel nya untuk menghubungi sang sahabat nya itu. Karena pada saat mereka bertiga sibuk di pesan grup, Gilang sama sekali tidak merespon nya. Padahal mereka bertiga sengaja untuk membuat grup rame agar Gilang mau merespon nya, tetapi nihil Gilang tak ada respon.
"Seberat itu kan Lang lu mau lupain kayla? Sampe sampe lu sibuk sampe lupa waktu" Gumam nya ketika telpon nya tak kunjung diangkat oleh Gilang. Padahal sekarang sudah pukul 12 waktu setempat, yang di mana para karyawan serta bos nya itu akan istirahat.
Akhirnya Riko memutuskan untuk membangunkan kedua teman nya agar mereka segera ke perusahaan Gilang.
Setelah membangunkan mereka, mereka bertiga pun pergi menuju perusahaan MHD CROP.
***
Setelah sampai di perusahaan tersebut, mereka bertiga pun turun dari mobil Renaldi, dengan gaya yang dapat membuat siapapun jatuh hati pada mereka.
Lihat saja, para karyawan wanita seperti tersihir melihat ketampanan mereka bertiga. Renaldi, riko dan farhan pun hanya cuek di buat nya. Mereka pun melangkah kan kaki nya untuk menuju ruangan nya. Karena resepsionis sudah tau siapa mereka, jadi mereka tidak perlu lagi untuk menghampiri nya terlebih dahulu.
"Gue mau tanya deh" Kata Farhan ketika sudah di lift.
"Apa?" Jawab Renaldi.
"Tadi ciwi ciwi kenapa ya ko ngeliatin nya gitu banget, gua takut mereka keselek lalet" Ucap farhan.
"Hahahahaha.... Udah lah biarin aja, mereka ini yang bakal masuk rumah sakit" Jawab Renaldi.
Ting.. Pintu lift terbuka.
Dan terlihat lah Gilang dan sang asisten yang hendak masuk ke dalam lift tersebut.
"Lah kalian mau kemana?" Tanya gilang sambil menaikkan satu alis nya, dan satu tangan nya di masukan kedalam kantong celana nya.
"Lah elo mau kemana lang?" Tanya balik riko.
"Gue mau makan siang, sekalian mau meeting sama klien" Jawab nya.
"Ga bisa Lang kalau di tunda dulu?" Tanya Farhan
"Ga bisa"
"Sampe jam berapa?" Tanya Riko.
"Sampe jam 3 sore" Jawab sang asisten.
"Yaudah gini aja, gue tunggu lo di apartemen lo aja" Kata Renaldi.
"Emang ada apaan si?"
"Yaudah lu kerja aja sana" Kata renladi.
"Yaudah. Gua usahain cepet deh"
"Oke" Ucap renaldi, riko dan farhan bersamaan.