
"Mba Tania.." Panggil Nadia.
"Iya Kay, ada apa?" Tanya mba Tania.
"Mba aku mau minta masukan dong"
"Apa?"
"Mba pernah makan malam romantis engga?"
"Oh candle light dinner gitu, Kay?"
"Iya mba"
"Pernah"
"Itu suasana nya gimana mba?"
"Emang kenapa kay? Kamu mau makan malam romantis sama siapa?"
"Ish engga mba. Jadi aku sama si bos di suruh bikin makan malam romantis buat nanti malam minggu"
"Oh hehe dikira mba kamu yang mau makan malam romantis"
"Bukk...." Kata nadia terpotong.
"Hay hay hay... Kalian lagi ngapain siiii...??" Timpal Naura yang baru saja datang.
"Ish, ganggu aja ya mba dia" Ucap Kayla kepada Mba Tania.
"Hehe maaf maaf"
"Yaudah mba lanjutin aja. Gimana mba makan malam romantis itu?"
"Kamu mau makan malam romantis, Nad?"
"Ish, bukan aku Ra. Tapi pak bos minta aku buat jadiin taman belakang jadi tempat yang indah untuk makan malam romantis nanti"
"Ohhh" Kata Naura sambil manggut-manggut.
"Yaudah mba ayo terusin"
"Kalau kata mba si ya Kay. Dari pas pintu mau ke taman belakang kamu pake karpet merah yang di pinggiran nya itu ada lilin, terus meja nya kamu siapin lilin lagi di pinggiran nya. Kamu harus siapin musik yang bener-bener romantis juga, Kay. Jadiin tempat itu bener-bener seperti di negeri dongeng. Kaya cuma ada mereka berdua aja yang lain ngontrak"
"Hahahaha si mba bisa aja deh" Kata Naura.
"Tau nih mba Tania" Ucap Nadia.
"Jadi gimana Kay, paham engga?"
"Aku sih paham mba. Tapi mba tania mau engga bantu aku supaya tempat itu jadi sungguhan seperti di cerita mba tadi"
"Oke, mba bantu ya"
"Siap mba"
"Gue engga di ajak nih?" Tanya Naura.
"Yeee. Kamu pasti aku ajak. Kan cuma kamu yang bisa aku andalkan, Ra.."
"Yee giliran ada mau nya aja bae sama gue pake muji-muji segala lagi"
"Hehehe "
"Udah yuk kita siap-siap bentar lagi jam pulang"
"Oke mba"
Mereka bertiga pun bergegas merapihkan semuanya, karena memang jam pulang mereka sebentar lagi akan habis dan di gantikan oleh yang bertugas selanjutnya.
Hari ini Nadia pulang sendiri, karena sang kaka yang sedang sibuk, tidak bisa menjemput nya pulang.
Nadia pun menunggu taksi yang sudah ia pesan. Tak lama taksi itu pun sampai dan Nadia pulang kerumah nya dengan selamat.
***
Sampai dirumah Nadia bergegas menuju kamar untuk bergegas membersihkan tubuh nya yang sudah lengket itu.
Setelah semua nya selesai, Nadia memikirkan hal yang di katakan oleh mba Tania tentang candle light dinner yang memang Nadia belum pernah merasakan apa itu candle light dinner.
Nadia memutuskan untuk membuka aplikasi Google untuk melihat seperti apa candle light dinner itu.
"Hem.. Jadi begini candle light dinner itu. Romantis juga" Kata Nadia dalam hati.
"Oke. Aku sudah punya konsep nya" Kata Nadia antusias.
Nadia merebahkan tubuh di kasur empuk nya dan mulai memejam kan mata nya karena memang sudah terasa sangat berat mungkin karna ia kelelahan.
***
2 hari Nadia yang amat sibuk untuk mempersiapkan semuanya bersama dengan mba Tania dan juga Naura. Malam ini adalah malam dimana acara candle light dinner itu akan di laksanakan. Nadia memilih untuk tidak pulang terlebih dahulu, karena ingin melihat seberapa puas sang bos dengan hasil nya ini. Sedangkan mba atania dan Naura sudah pulang terlebih dahulu.
***
Acara di mulai. Nadia yang melihat itu pun sungguh merasa sedikit melayang, karena baru pertama kali ini ia melihat seseorang yang sedang merasa kan kasmaran. Sedang asik nya melihat yang sedang romantis-romantis nya ada suara deheman yang membuat nadia tersadar dari lamunan nya.
"Ehem... "
"Haish kau lagi. Kenapa sih kamu selalu saja mengganggu waktu ku. Apa kaka tidak ada kerjaan?"
"Karna aku ini malas untuk bertemu dengan kaka"
"Kenapa begitu? "
"Karna kaka terlalu pede dan sangat banyak bicara"
"Apakah kau tidak suka dengan ku karna banyak bicara? "
"Ya"
"Baiklah aku akan diam"
"Terserah kaka saja" Nadia pun meninggalkan gilang yang sedang menatap nya.
"Haah, wanita sungguh aneh"
Hari sudah menunjukkan pukul 12 malam, acara candle light dinner pun akhir nya selesai. Sungguh membuat hati Nadia bahagia. Pasal nya ia berhasil membuat candle light dinner dengan benar dan baik.
Ia pun bergegas untuk pulang karena memang hari sudah larut malam. Di perjalanan menuju halte tiba-tiba kepala Nadia terasa amat sangat pusing dan tak lama tubuh Nadia sangat amat lemas, pandangan nya mulai kabur dan...
Brug.... Nadia pun pingsan.
***
Rumah sakit
Nadia membuka mata nya "Aww.. Kepala ku" Rengek nadia.
"Kamu sudah sadar? "
"Kamu?"
"Iya saya Gilang"
"Kenapa kaka disini dan kenapa saya bisa disini? "
"Tadi aku melihat mu tergeletak di jalan. Maka dari itu saya langsung membawa mu ke rumah sakit"
"Oh"
"Doang?"
"Terimakasih"
"Iya iya sama-sama"
"Lalu aku kenapa?"
"Kata dokter, kamu cuma kecapean aja"
"Syukur deh"
"Oya tadi kaka mu telpon lalu saya yang angkat, saya bilang saja kalau kamu pingsan, dia
sangat panik. Sebentar lagi dia akan nyusul kesini"
"Baiklah terimakasih"
"Sama-sama "
Ceklek... Suara pintu terbuka.
"Nadia..." Teriak seseorang yang masuk dari arah pintu.
"Kak key" Panggil nadia. Ya!! Yang datang adalah keynan karna ia tadi menelpon nadia malah mendapat kan kabar bahwa ia pingsan dan di bawa kerumah sakit.
"Maafin kaka ya de, kaka udah gagal jaga kamu"
"Ka, ini bukan salah kaka. Ini salah Nadia"
"Kenapa kamu bisa pingsan, de?"
"Aku cuma kecapean aja ko ka engga lebih"
"Syukurlah. Mulai besok kamu engga usah kerja lagi ya, sebentar lagi kan kamu wisuda, kamu persiapkan aja untuk wisuda mu" Ucap ka key sambil memeluk nadia.
"Ehem... Ehem... Ehem.." Deheman gilang.
"Eh maaf saya lupa kalau ada orang lain disini. Maaf saya terlalu khawatir sama adik saya"
"Haish kaka ini mengganggu sekali" Gumam nadia dalam hati.
"Oh iya tidak apa-apa pak Key. Apakah ini adalah adik pak Key?"
"Iya benar pak Gilang, Nadia adalah adik saya"
"Baiklah kalau begitu karena sudah ada pak Key saya pamit untuk pulang"
"Iya pak silahkan. Sekali lagi terimakasih ya pak Gilang"
"Iya pak Key sama-sama, saya permisi"
Gilang pun meninggalkan rumah sakit dengan wajah yang tak bisa di baca, karena ia terkejut bahwa kayla adalah adik dari keynan yang ia tahu, keynan sangat menyayangi adik nya itu dan sangat melindungi nya.
"Huh akan susah untuk membuat nya jatuh cinta kepada ku" Kata gilang gusar.
"Pokoknya kayla harus jadi milikku bagaimana pun caranya" Kata nya lagi.