Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Hati Rafel



Mereka berdua pun berjalan menuju mobil yang sudah terparkir rapih.


"Kita makan dulu ya Nad?" Tanya Gilang ketika sudah di dalam mobil.


"Tapi aku mau langsung pu...."


Kreeeekkkkk (Suara perut Nadia"


"Yakin mau langsung pulang?" Ledek Gilang sambil menahan tawa nya.


"Ngeledek ya kamu. Yaudah kita cari makan aja dulu" Kata Nadia sambil menahan rasa malu nya.


"Oke"


Gilang pun melajukan mobil nya mencari restoran dekat pantai.


***


"Ayo kita turun" Ajak Gilang karena sudah sampai di restoran yang di tuju.


"Iya" Jawab Nadia dan mengikuti Gilang turun dari mobil nya.


Dret.. Dret... Dret.. Ponsel Nadia bergetar.


Nadia pun mengambil ponsel nya dan melihat nama yang tertera di layar ponsel nya itu 'Bunda'. Nadia pun langsung mengangkat panggilan tersebut.


Nadia : Hallo bunda assalamualaikum.


Bunda : Wa'allaikum salam de. Kamu lagi dimana?


Nadia : Lagi di restoran bun sama Gilang, lagi mau makan.


Bunda : Oyaudah kalau begitu, jangan pulang malam malam ya de.


Nadia : Iya bun, abis makan Nadia langsung pulang.


Bunda : Kata nya kaka kamu ada di London ya de?


Nadia : Iya bun, kata nya bosan di Bali, jadi nya mereka jalan jalan kesini. Tadi juga sifa kirim pesan ke Nadia, mereka berdua lagi apartemen Nadia bun. (kilah Nadia, padahal Bunda sudah tau apa yang sebenarnya terjadi).


Bunda : Yaudah kalau gitu, kamu hati hati ya de.


Nadia : Iya bun. Gimana kabar bunda dan ayah?


Bunda : Allhamdulilah kami semua sehat.


Nadia : Allhamdulilah kalau gitu, jaga kesehatan ya bunda.


Bunda : Iya de. Yaudah bunda tutup ya de, kamu jangan nakal.


Nadia : Siap bunda.


Tuut... Sambungan pun di putus oleh sang bunda.


"Bunda?" Tanya basa basi Gilang.


"Iya"


"Gimana kabar bunda dan ayah?"


"Baik"


"Syukurlah"


"Oya kamu udah aku pesankan tadi" Lanjut Gilang.


"Oh oke" Jawab Nadia sambil tersenyum.


"Iya"


"Sebentar aku beri kabar kepada kaka dulu kalau aku pulang telat" Lanjut Nadia dan di angguki oleh Gilang.


To : Kak Key


Ka, kemungkinan aku pulang telat, aku masih makan sama Gilang, kaka dan sifa mau di belikan apa?


Send


5 menit kemudian


From : Ka Key


Tidak usah de, sifa sudah masak


To : Ka Key


Baiklah


Send


Setelah membalas pesan dari sang kaka, tak lama pesanan mereka pun sudah tiba. Gilang dan Nadia pun memakan makan malam mereka dengan baik.


Setelah selesai, mereka pun bangkit dari duduk nya dan masuk ke dalam mobil Nadia.


"Kita langsung pulang aja" Ucap Nadia.


"Keynan ga nitip apa apa?"


"Baiklah"


Gilang pun kembali menjalankan mobil nya menuju apartemen Nadia.


***


Di Hotel Rafel


Terlihat Rafel masih termenung di Balkon Hotel tersebut, dingin nya angin yang berhembus tidak membuat Rafel kedinginan saat ini.


Baru Rafel selesai habis mandi karena habis berolahraga dengan sang istri. Rafel memilih untuk duduk di Balkon hotel tersebut ketika melihat Vika yang sedang tertidur pulas karena ulah nya itu.


Malam yang semakin larut, angin yang semakin kencang, bintang semakin menerangi langit yang semakin menghitam, hamparan angin laut yang sangat indah ketika di lihat pada saat malam hari.


Rafel menarik nafas panjang dan sesekali menghembuskan nya dengan kasar. Rafel kembali memijat pelipis nya karena ia merasa sangat pusing dengan hari ini. Kata kata yang di ucapkan oleh Kayla masih terngiang ngiang di pikiran nya.


"Jadi ini balasan dari kamu setelah menghilang dan menghindar dari ku. Ini balasan kamu rafel ini?"


"Maaf kamu bilang? Kita ini udah bertunangan fel, tapi kamu malah bisa bisa nya nikah sama wanita lain"


"Jangan sama aku fel kalau kamu mau mainin perasaan aku. Ini sungguh terlalu kejam fel, sungguh terlalu kejam"


Kata kata itu yang selalu terngiang ngiang di kepala nya.


Rafel pun menyenderkan tubuh nya dan sekilas melihat ke arah istri nya yang masih nyenyak dalam lelap nya malam yang sunyi bagi Rafel.


"Apa aku sekejam itu?" monolog nya dalam hati.


"Aku minta maaf Kay, aku ga bisa berbuat apa apa. Aku... Aku sudah melukai hubungan suci kita Kay" Lirih Rafel, tak terasa air mata nya lolos begitu saja.


Sebenarnya Rafel sama sakit nya dengan Kayla, ia tidak bisa berbuat banyak untuk hubungan nya, ini semua karena sang mamah yang tidak merestui hubungan nya dengan Kayla hanya karena kesalah pahaman saja.


Rafel mencoba menutupi rasa sakit itu dengan tersenyum, karena ia sudah memiliki prinsip jika ia sudah menikah, ia tidak akan mau menikah lagi, karena istri nya itu adalah wanita satu satu nya pilihan hati nya. Walaupun di satu sisi ia masih memiliki hati dan perasaan untuk seorang Hikayla Nadia Kamil. Seseorang yang sudah menghiasi hari hari nya selama ini.


"Semoga kamu bahagia sama pilihan kamu ya Kay"


"Semoga kamu selalu bahagia" Monolog nya lagi.


Ketika perasaan nya sudah tenang, Rafel memilih untuk masuk dan kembali tidur bersama dengan sang istri.


***


"Aku langsung pulang ya Nad" Ucap Gilang.


"Bawa aja mobil ku Lang"


"Gapapa, aku bisa menghubungi Asisten Hen buat jemput aku"


"Baiklah, kalau gitu aku masuk ya. Kamu hati hati"


"Iya"


Nadia pun masuk ke dalam apartemen nya itu dan Gilang pun menghubungi sang asisten untuk menjemput nya.


***


Di dalam apartemen Nadia


"Kaka, sifa aku pulang" Teriaknya.


"Iya" Ucap sifa dan keynan bersamaan.


Nadia pun menaikkan satu alis nya karena bingung, malam malam begini sifa mandi? Pikirnya. Tapi Nadia tidak menggubris nya, ia lebih memilih duduk dan memakan kue yang sudah ada di meja tersebut.


"Kata nya kamu udah makan, ko makan kue lagi?"


"Iya nih aku laper lagi" Jawab nya sambil terkekeh.


"Oya ka, aku mau tanya sama kaka" Lanjutnya.


"Apa?"


"Kaka ko bisa ada di cafe sih?" Tanya nya.


"Kepo ya" Jawab Keynan.


"Tinggal jawab doang ka"


"Iya iya..


Flashback on


Sore hari di langit Bali,terlihat dua sejoli sedang bergandengan tangan dengan sangat mesra sambil berjalan di atas hamparan pasir yang sangat Indah.


Iapa lagi kalau bukan Sifa dan Keynan, dua sejoli yang sedang berhoneymoon kini terlihat sedang bersunda gurau bersama, banyak orang yang memperhatikan mereka karena merasa iri dengan hubungan kedua nya. Karena apa? Karena mereka berdua terlihat sangat cantik dan tampan, sungguh sangat serasi sekali.


"Ko kamu cantik sih" Goda Keynan dengan mengangkat topi yang sedang di gunakan oleh samg istri cantik nya itu.


"Kamu juga tampan sayang"


"Tapi kamu lebih cantik sayang, aku takut banyak yang menggoda kamu"


"Ga akan, ga akan ada yang berani menggoda ku tuan" Kekeh nya.