Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Di rawat



"Iya bun, oya ko rumah sepi pada kemana bun?"


"Ayah ke kantor, Kaka sama sifa lagi liat liat perumahan di depan de, mereka kan mau pindah pas nanti Sifa lahiran"


"Loh ko pindah sih bun, kenapa ga disini aja" Ucapnya sambil kembali memasang wajah sendu.


"Itu pilihan mereka de, kamu juga nanti gitu pasti bakal ikut sama suami kamu"


"Bunda jangan ngomong gitu" Ucap nya sambil memeluk snag bunda dan bunda pun tersenyum haru.


***


Berbeda hal nya dengan Nadia yang sedang di landa rindu dan senang bisa kembali lagi ke tanah kelahiran nya.


Kini Gilang terlihat sedang sibuk berkutat dengan berkas berkas yang sudah menumpuk di atas meja nya, sebentar sebentar diri nya kembali memijat pangkal hidung nya itu.


"Bos ini makan siang an..." Ucapan nya terhenti kala melihat wajah pucat sang bos nya.


"Bos apakah anda sakit?"


"Tidak"


"Tapi wajah anda pucat bos. Apa perlu saya panggilkan dokter? Apa bos ingin kembali saja?" Rentetan pertanyaan yang di ajukan oleh sang asisten.


"Kau kembali saja bekerja, mana berikan makan siang ku. Ambilkan obat ku di mobil yang tertinggal" Ucap nya sambil tetap memijat pangkal hidung nya.


"Baik bos" Dengan segera sang asisten memberikan makan siang nya dan berlalri menuju parkiran untuk mengambil obat snag bos.


Gilang pun mencoba untuk memakan makan siang nya walaupun hanya sedikit. Setelah 3 suap makan siang yang masuk kedalam lambung nya, Gilang pun menyandarkan tubuh nya di kursi kebesaran milik nya itu sambil memejamkan mata nya.


Ceklek


"Bos ini obat nya" Ucap sang asisten dan di angguki oleh Gilang.


Gilang pun membuka mata nya dan mengambil obat tersebut untuk di minum nya, tapi ketika mengambil gelas yang berisi air, gelas itu pun terjatuh ke lantai karena Gilang yang tak sadarkan diri.


Prang..


Hen yang mendengar ada suara gelas pecah pun kembali masuk ke dalam ruangan sang bos melihat apa yang terjadi.


"Bos" Pekik nya ketika melihat Gilang yang tak sadarkan diri.


Hen pun membopong tubuh sang bos nya itu untuk di baringkan di kamar yang di buat khusus untuk Gilang beristirahat, dan ia pun langsung menghubungi pihak rumah sakit untuk segera membawa mobil ambulance.


Setelah beberapa saat, para petugas medis pun datang menghampiri Gilang dan juga Asisten Hen. Setelah mendapatkan pertolongan pertama, Gilang langsung di larikan kerumah sakit.


Para karyawan perusahaan MHD Crop pun yang melihat itu sedikit panik, karena mereka tahu apa yang terjadi dengan sang bos besar nya itu, karena sudah 2 kali sang bos besar nya pingsan kembali di kantor.


"Lekas membaik bos" Ucap para karyawan yang melihat Gilang di bawa ke rumah sakit.


"Tuan muda Gilang harus kembali di rawat inap asisten Hen" Ucap dokter pribadi keluarga Mahendra.


"Apa tuan muda akan di rawat disini atau di rumah saja asisten hen?" Tanya dokter itu lagi.


"Disini saja, siapkan VVIP untuk bos Gilang"


"Baik asisten Hen"


Dokter itu pun memerintahkan kepada para perawat untuk menyiapkan satu ruang rawat inap VVIP.


Setelah semua nya selesai, asisten hen pun menghubungi nyonya besar nya, siapa lagi kalau bukan mamah dari sang bos nya itu.


***


"Ko Gilang ga ngabarin aku ya? Apa dia masih sibuk?" Monolog Nadia dalam hati ketika melihat layar ponsel tidak ada notifikasi apapun dari Gilang.


"Yaudah deh biarin aja, emang lagi sibuk mungkin" Ucap nya lagi.


***


"Ck. Kenapa lagi sih gue hen?" Tanya Gilang kesal kepada sang asisten nya itu.


"Lah, kalau udah ada di rumah sakit yang berarti bos sakit lah masa shoping" Jawab nya nyeleneh.


"Gue potong juga gaji elo mau?"


"Ya kaga lah bos. Bos emang tega sama saya? Saya udah habisin pulsa saya buat telpon rumah sakit sama nyonya besar"


"Oh jadi lu kaga ikhlas"


"Ikhlas sih bos tapi kan saya juga butuh duit" Kata nya sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


"Cih" Ucap Gilang sambil mendelikan mata nya.


"Nona muda Nadia mau di hubungi tidak bos?"


"Ga perlu, takut dia khawatir"


"Mana ponsel gue?" Bukan nya menjawab tapi Gilang malah meminta ponsel nya.


"Nih bos" Ucap Asisten hen sambil memberikan ponsel nya.


Gilang pun melihat layar ponsel nya terlihat lah banyak notifikasi dari Nadia, Gilang pun tersenyum di buat nya.


"Dih bos udah ga waras" Umpat Asisten hen dalam hati.


Gilang pun memainkan jari nya di layar ponsel nya itu, seperti sedang mengetik kan sesuatu.


Setelah selesai Gilang pun kembali memberikan ponsel nya kepada sang asisten "nih, simpen lagi"


"Beres bos"


Gilang pun kembali memejamkan mata nya untuk beristirahat.


***


Dret.. Dret.. Dret..


From : Gilang Mahendra


Aku gapapa ko, aku baik baik aja, ga perlu khawatirin aku ya. Jaga kesehatan kamu Nad, akhir akhir ini aku lagi sibuk jadi maaf jarang ngabarin kamu.


Nadia yang sedang di kamar pun tersenyum ketika melihat layar ponsel nya dengan membaca pesan masuk dari pria yang di tunggu nya selama ini.


Baru hendak membalas nya, mama Gilang menghubungi nya. Nadia pun dengan segera mengangkat telpon itu.


Nadia : Assalamu'alaikum mah.


Mamah Gilang : Waallaikum salam cantik.


Nadia : Mamah apa kabar?


Mamah Gilang : Kabar mamah baik sayang. Oya gimana kabar kamu?


Nadia : Kabar Nadia juga baik mah.


Mamah Gilang : Syukur lah, oya kata Gilang kamu udah kembali ke Indonesia ya?


Nadia : Ah iya mah, Nadia udah di Indonesia baru kemarin sampai.


Mamah Gilang : Oh gitu.


Nadia : Mamah sibuk tidak? Nadia punya oleh oleh untuk mamah.


Mamah Gilang : Engga sayang, mamah ga sibuk. Kita ketemu di rumah sakit saja ya.


Nadia : Loh memang nya siapa yang sakit mah? Mamah? Atau papah?


Mamah Gilang : Gilang sayang yang sakit.


Deg... Jantung Nadia berdetak.


Nadia : Gi.. Gilang mah yang sakit?


Mamah Gilang : Iya nak, Gilang yang sakit emang Gilang ga bilang sama kamu?


Nadia : Engga mah Gilang ga bilang kalau lagi sakit, dia bilang kalau Gilang lagi sibuk.


Mamah Gilang : Haah? Tapi Gilang emang lagi sakit ko nak, lagi di rawat juga dari semalam.


Nadia : Ap.. Apa mah semalam?


Mamah Gilang : Iya, mungkin Gilang ga mau kamu khawatir maka dari itu dia ga bilang ke kamu kalau dia di rawat.


Nadia : I.. Iya mah Nadia ngerti ko. Mamah ke rumah sakit jam berapa? Biar Nadia jemput, kita ke sana bareng aja.


Mamah Gilang : Sore nanti mamah ke rumah sakit.


Nadia : Yaudah kalau gitu nanti sore Nadia jemput mamah ya.


Mamah Gilang : Iya nak, mamah tunggu ya.


Nadia : Iya mah. Kalau gitu mamah istirahat, Nadia juga mau siap siap.


Mamah Gilang : Yaudah kalau gitu mamah tutup ya.


Nadia : Iya mah.


Tuut... Sambungan pun di putus oleh mamah Gilang.


"Kenapa kamu bohongin aku Lang?" Gumam nya dengan menatap layar ponsel nya.