Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Kekhawatiran riko



Tok... Tok.. Tok..


Sifa : Key nanti ya, ada yang mengetuk pintu lagi.


Key : Oke!!


Sifa pun melangkah kan kaki nya dan membuka pintu nya.


Ceklek


"Maaf sus, ini pesanan anda yang tadi sudah di pesan via go-food" Kata salah satu OB di rumah sakit itu.


"Oh iya pak, terimakasih ya. Apakah ini sudah di bayar?"


"Sudah sus, tadi saya yang membayar nya"


"Oh begitu ya pak. Yasudah ini uang nya pak"


"Eh ko banyak sekali sus"


"Gapapa pak, ambil aja. Itu rezeki buat bapa"


"Owalah terimakasih ya sus"


"Iya pak"


"Yasudah saya permisi dulu ya sus"


"Iya pak"


Sifa pun menutup pintu nya kembali. Ia kembali duduk di sofa dan mengambil ponsel nya kembali.


Sifa : Hallo key.


Key : Iya sif?


Sifa : Ini udah larut malam key, apa kamu ga mau tidur?


Key : Aku bakal tidur sif, kalau udah ngantuk.


Sifa : Tidur lah key, akan ku temani lewat telpon.


Key : Benar kah?


Sifa : Ya!!


Key : Baiklah aku akan tidur. Kau juga harus makan.


Sifa : Oke aku makan kau tidur lah.


Key : Oke.


Sifa pun mulai memakan makanan nya. Sedang kan key mulai memejam kan mata nya.


Setelah beberapa menit sifa pun selesai menyantap makanan nya itu, ia membereskan tempat ia makan. Ia mengambil ponsel nya dan memanggil manggil key. Karena sudah tidak ada jawaban dari key, sifa pun mematikan sambungan telpon nya.


***


Di ruangan Gilang


Gilang yang sudah berada di ranjang rumah sakit nya. Ia sama sekali belum terpejam, karena ia sangat merindukan wanita nya itu. Riko yang setia menemani nya pun merasa kesal karena melihat gilang tak kunjung terpejam.


"Lang. Lo kapan mau tidur ha? Ini udah tengah malem banget. Kalau ada yang tau lo belum juga tidur, bisa di kena amukan masal gue"


"Berisik lo. Lagian kan ini rumah sakit gue yang bikin. Kalau ada yang berani marahin lo atau marahain gue, sekalian aja gue buldoser nih rumah sakit"


"Parah banget lu"


"Bodo. Eh rik, ko si kayla belum selesai selesai juga sih operasi nya"


"Yee emang lo fikir operasi itu gampang"


"Yaudah si rik, lo gantiin si kayla aja"


"Mana bisa kunyuk. Gue bukan dokter bedah tapi gue dokter kandungan"


"Yaa sapa tau aja yang di operasi nya, operasi lahiran gitu rik"


"Dasar pea lu"


"Ga jelas lu"


"Lu yang ga jelas"


Mereka berdua pun akhirnya terlibat adu mulut. Sampai riko tersadar dengan apa yang tadi di bicarakan dengan suster hanin.


"Eh lang. Gua baru inget dah. Tadi kan gua bilang, kalau si kayla udah selesai dia suruh ke ruangan gue, gimana kalau dia udah ada di ruangan gue?"


"Bego, kenapa ga dari tadi. Udah sana lu cabut dari ruangan gue"


"Yee udah di tolongin malah nyolot lagi lo"


"Bodo"


Riko pun meninggalkan ruangan gilang, ia pun bergegas ke arah ruangan nya, karena ia takut jika kayla sudah berada di ruangan nya.


***


Sedangkan di ruang operasi. Terlihat kayla sedang berjuang dengan pekerjaan nya yang sebentar lagi akan selesai.


Setelah operasi nya selesai, kayla pun langsung membersihkan diri nya. Setelah sudah terlihat bersih, kayla pun bergegas ke ruangan nya, karena ia sudah merasa sangat lapar sekali.


Ceklek


"Han?" Panggil kayla.


"Iya kay?"


"Kamu engga istirahat?"


"Aku tunggu kamu kay. Nih makanan nya udah sampae, kamu makan dulu"


"Oke"


Kayla pun menyantap makanan nya dengan sangat lahap. Setelah menghabiskan makanan nya sifa pun berbicara kepada kayla.


"Kay tadi ada dokter riko bersama pasien nya kesini mencari kamu"


"Mau ngapain han?"


"Aku gatau kay. Kata nya kalau kamu udah selesai, kamu disuruh keruangan dokter riko"


"Oke. Yaudah kalau gitu aku ke ruangan dokter riko dulu ya han. Kamu istirahat aja"


"Yaudah kalau gitu"


"Oke aku tinggal ya han"


"Iya kay"


Kayla pun melangkah kan kaki nya ke ruangan riko.


Tok.. Tok.. Tok..


"Masuk.." Teriak riko dari dalam.


Ceklek


"Selamat malam dokter riko"


"Malam dokter kay. Duduk"


"Iya dok terimakasih " Kata kayla dan hanya di jawab anggukan saja oleh riko. Kayla pun menanyakan kenapa riko bisa mencari nya "Maaf dok sebelumnya. Ada perlu apa ya dokter mencari saya?"


"Oh itu, tadi gilang ingin bertemu dengan mu dok"


"Gilang?"


"Yaa!!"


"Ada apa ya dok?"


"Saya ga tau. Sampai saya meninggalkan dia di ruangan nya pun ia masih belum bisa terpejam"


"Ini kan udah malam dok"


"Entah lah. Coba aja dokter kay yang kesana, siapa tahu aja gilang akan mau terpejam ketika udah bertemu dengan mu dok"


"Apa itu akan berhasil dok?"


"Coba aja"


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu dok"


"Iya silahkan"


Kayla pun keluar dari ruangan riko. Ia bergegas menuju ruang rawat inap gilang.


Ceklek


"Selamat malam tuan gilang" Sapa kayla. Gilang pun yang mendengar suara kayla, langsung menoleh ke arah pintu dan tersenyum bahagia.


"Malam dokter cantik ku"


Kayla pun mendekat ke arah gilang.


"Kenapa ko belum tidur? Tadi kata dokter riko, kau mencari ku. Ada apa?"


"Aku hanya rindu saja pada mu"


"Haish kau ini, yaudah karena ini udah sangat malam, kaun lebih baik tidur lah, tidak baik bagi kesehatan mu"


"Aku ingin tidur asal kau mau menemani ku disini"


"Oke oke aku akan menemani mu hingga kau tertidur"


"Engga. Aku mau kamu nemenin aku sampe aku bangun lagi"


"Aku ga bisa janji"


"Yaudah kalau gitu aku juga ga mau tidur"


Huft


"Baiklah aku akan menemani mu disini sampe kamu bangunb esok pagi"


"Janji"


"Janji"


"Oke. Yaudah kau sekarang naik ke ranjang ku"


"Engga, engga aku duduk aja disini"


"Apa itu ga bikin badan mu jadi pegel pegel?"


"Engga"


"Baiklah"


"Yaudah sekarang kamu tidur lah"


"Oke"


Gilang pun mulai memejam kan mata nya. Kay pun yang merasa sangat amat lelah akhirnya ikut tertidur di kursi yang terletak di samping ranjang gilang.


Tanpa mereka sadari sudah ada riko yang melihat tingkah laku mereka dari arah luar.


"Apakah gilang benar-benar jatuh cinta kepada kayla?" Tanya riko dalam hati.


"Bagaimana jika tidak? Apakah dia akan mempermainkan kayla " Lanjut nya lagi.


"Aku tidak dapat berfikir jika gilang benar-benar hanya mempermainkan kayla saja"


"Bagaimana jika mey mengetahui ini? Apakah ia akan menyakiti kayla?"


"Haaah aku sudah tidak bisa berfikir jernih lagi untuk mereka. Sungguh membuat kepala ku menjadi sakit"


"Yang satu playboy yang satu setia. Huh"


"Semoga mereka akan baik-baik saja"


Riko pun meninggalkan mereka dan kembali ke ruangan nya.