
Setelah sampai di restoran terpopuler di Singapore, Nadia dan Gilang pun memesan makanan untuk mereka berdua.
Sambil menunggu pesanan mereka datang, Nadia pun melihat hasil foto yang tadi sempat diambil oleh mereka.
Tak jarang Nadia memancarkan senyum manis nya ketika melihat foto dirinya dan sang suami yang begitu romantis.
"Mas li... "
Prang....
"Eeeh apa itu mas?" Tanya Nadia ketika mendengar suara piring pecah.
Dan...
Dor...
Dor..
Dor...
"Mas... " Lirih Nadia kepada Gilang, dengan mengeratkan pelukannya dan mengedarkan penglihatan nya kepada apa yang terjadi.
Gilang yang melihat kekacauan itu pun langsung memeluk tubuh sang istri dan memegang kepala nya agar Nadia tidak melihat apapun di restoran itu.
"Ayo kita pergi dari sini" Ajak Gilang dan Nadia pun menganggukan kepala nya.
"Jangan buka mata mu, dan jangan lihat apapun anggap hari ini tidak ada ya sayang" Ucapnya lagi sambil menggendong tubuh sang istri ala bridal style.
Gilang pun membawa istrinya keluar dari restoran tersebut melewati pintu belakang resto itu dengan di lindungi oleh beberapa anak buah yang sudah di siapkan oleh Asisten Hen.
"Mari saya antar ke Bandara tuan muda, anda harus segera pergi dari negara ini" Ucap salah satu anak buah Gilang.
"Baik" Jawab Gilang. Gilang pun menaiki mobil tersebut dan menurunkan sang istri di mobil itu untuk duduk.
"Kita sudah aman sayang sekarang" Bisik Gilang tepat di telinga sang istri.
Nadia pun membuka matanya "Sebenarnya ada apa mas?" Tanya Nadia kepada Gilang
"Aku juga engga tau sayang" Jawab Gilang seadanya, memang Gilang tidak tau menau tentang penyerangan yang tadi ada di resto tersebut.
"Udah sekarang kamu jangan mikir yang macem macem ya, lebih baik kamu istirahat kita akan berangkat ke paris"
"Iya mas"
***
Di resto
"Ck. Kami tak memiliki bos" Jawabnya dengan seringai mengejek.
"Jangan bohong. Cepat katakan dimana bos kalian?!"
"Kami tidak memiliki bos"
"Ck.. Bawa dia ke Indonesia dan siksa mereka secara perlahan sampai mereka mengatakan dimana bos nya!"
"Siap bos" Jawab anak buahnya dan membawa satu musuhnya yang dibiarkan hidup itu untuk mencari informasi secara detail.
"Bereskan kerusuhan restoran ini semua dan bayar ganti rugi nya!"
"Baik bos"
Setelah mendengar perkataan dari anak buah nya, Hen pun melesatkan mobil nya dengan kecepatan tinggi untuk menyusul tuan nya ke paris.
***
Nadia sudah terlelap dalam mimpi indah nya dalma pangkuan sang suami tercinta nya. Kini mereka berdua sudah berada di jet pribadi milik Gilang.
Bulan sudah menunjukkan dirinya di atas langit berarti tandanya malam sudah tiba. Setelah melihat sang istri yang sudah terlelap, Gilang memutuskan untuk keluar dari kamar pribadi yang berada di jet nya, karena jet pribadi milik Gilang sudah disediakan kamar untuk Gilang beristirahat dulunya.
"Bagaimana ini bisa terjadi Hen? Siapa mereka? Kenapa kau menembak mereka?" Tanya Gilang kepada Hen ketika sudah duduk di hadapan nya.
Hhhhh... Hen menghembuskan nafas nya sebelum menceritakan apa yang terjadi.
"Jadi gini bos ketika saya menemui anda di mall waktu itu, saya mendapat telpon dari Nina bahwa ada wanita yang ingin bertemu dengan anda dan wanita itu bernama Queen Zeeale, dari situ saya mencari tahu lagi tentang nona Queen Zeeale tetapi ada yang aneh dengan info yang saya dapatkan dari anak buah saya. Maka dari itu saya memutuskan untuk kembali ke Indonesia untuk memeriksa kan semua nya. Dan ternyata memang ada pengkhianat di pengawal kita bos, pengkhianat itu bilang bahwa nona Queen Zeeale akan membunuh nona Nadia karena sudah merebut anda dan akan membuat penyerangan. Dan saya memutuskan membunuh pengkhianat tersebut.
Setelah itu saya kembali mengerahkan anak buah kita untuk memperketat penjagaan kepada anda, dan saya mendapat kabar bahwa anda berada di restoran itu dan ada seseorang yang mencurigakan, maka dari itu saya memutuskan untuk datang ke restoran itu, dan baru saja saya datang mereka semua sudah mulai memainkan cara mereka dengan menggunakan salah satu pelayan yang di minta untuk mengikuti perintah mereka bos. Maka dari itu saya memerintahkan anak buah saya untuk pura pura menabrak pelayan tersebut dan saya mencoba membunuh nya, dan dari situlah terjadi peperangan" Jelasnya panjang lebar.
Gilang mencerna kata demi kata yang di ucapkan oleh Asisten nya, cukup lama Gilang memejamkan mata nya "Kenapa Mey harus kembali lagi Hen?" tanya nya.
"Ingin membalaskan dendam anda tuan, ditambah sekarang Nona Mey sudah memiliki kekuatan terbesar di dirinya yaitu suaminya sendiri tuan Zealand"
"Untuk bulan madu anda tidak akan kacau lagi tuan, saya akan pastikan itu"
"Gue percaya sama elo. Pulang bulan madu kifa harus segera bereskan ini semua Hen. Nadia jangan sampai tau"
"Baik bos"
"Kalau gitu gue balik lagi ke kamar"
"Siap bos"