Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Singapore 2



Nadia pun menggunakan dress yang memiliki kerah dan berlengan panjang berwarna putih, menggerai rambutnya dan tak lupa memakai make up tipis tipis agar terlihat lebih segar, dan heels dengan tinggi 3cm. Tak lupa menyemprotkan Parfume kesukaan nya dan kesukaan suaminya itu.


Gilang yang melihat istri nya memakai dress berkerah pun bingung ada apa dengan istrinya itu "Sayang kamu sakit? Kenapa ko pake dress yang ada kerahnya?" Tanya nya tanpa dosa.


Nadia melotot horor ke arah suami nya ketika mendengar pertanyaan tanpa dosa dari mulut suaminya.


 


 


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Gilang lagi dengan cengengesan. Sepertinya Gilang sudah mengerti maksud dari tatapan horor sang istri tercintanya itu.


 


 


"Maafkan aku, yang keterlaluan sama kamu, abis tubuh mu bikin candu buat aku dan ya pastinya enak banget" Goda nya.


Nadia yang mendengarnya pun bersemu merah dan merasakan bahwa wajahnya kini mendadak menjadi panas "Ih mas mesum ih" Kata Nadia menutupi kegerogiannya.


"Hahaha" Terdengar kembali gelak tawa dari Gilang.


"Udah ah ayo mas kita kerumah nya Vika, aku udah ga sabar ketemu sama naka gemes nya Vika" Kata Nadia.


"Iya sayang. ayo" AJwab Gilang.


***


“Singapore ternyata indah juga ya mas”


“Iya sayang. Kenapa? Kamu suka disini?”


“Suka banget mas”


“Apa kita pindah ke sini aja?”


“Ih apa sih mas jangan gitu deh. Aku kan punya tanggung jawab di sana, mas juga punya tanggung jawab di sana kan? Kalau kita pindah perusahan mas gimana?”


“Itu urusan gampang sayang”


“Engga ah mas, aku pindah pindah terus kan aku nya malu ga enak juga sama pihak rumah sakit. Masa mentang-mentang aku istri pemilik rumah sakit seenak nya aja si mas”


“Aduh istri siapa sih ini ko gemesin banget” Ucap Gilang sambil mencoel hidung sang istri.


“Ih mas udah ah mas focus aja ke depan jangan becanda sama aku” Ucap nya. Karena Gilang membawa mobilnya sendiri tanpa seorang supir.


***


“Excuse mr, who do you want to meet?” Tanya satpam rumah Rafel dan Vika.


(Maaf tuan, ingin bertemu dengan siapa?)


“We would like to meet Mr and Mrs Saputra, sir” Jawab Gilang.


(Kami ingin bertemu dengan tuan dan nyonya Saputra, pak)


“Are you Mr Mahendra?”


“Yes”


“Please come in sir, sir and madam are waiting for you inside”


(Silahkan masuk tuan, tuan dan nyonya sudah menunggu anda di dalam)


“Oke thankyou” Jawab Gilang dan diangguki oleh satpam tersebut.


 Gilang pun membawa mobilnya untuk masuk kedalam pekarangan rumah Rafel dan Vika. Setelah sampai Gilang dan Nadia pun turun dari mobil tersebut sambil membawa bingkisan untuk si kecil Rasya.


 “Selamat datang di kediaman kami” Sapa Vika dan Rafel yang sedang menggendong baby Rasya.


“Ah iya terimakasih” Jawab Nadia dan Gilang bersamaan.


“Ayo kita ke taman belakang saja ya biar nyaman, biar bapa bapa terserah deh mau kemana” Kata Vika.


“Boleh. Oya ini oleh oleh dari Indonesia untuk Rasya” Kata Nadia sambil memberikan bingkisan untuk rasya.


“Terimakasih onty”


“Sama-sama”


Vika pun mengajak Nadia untuk ke taman belakang rumah nya, dan menyuruh ART rumah nya untuk membuat minuman dan membawakan cemilan ke belakang rumah dan untuk para bapa-bapa.


Berbeda dengan para ibu ibu yang pergi ke taman belakang, para bapa bapa memilih untuk duduk di ruang keluarga dan memilih untuk bermain PS yang di miliki oleh Rafel.


***


Taman belakang


“Bagaimana dengan honeymoon mu di Singapore? Sepertinya kamu dan Gilang benar benar sangat menikmatinya” Goda Vika dengan di iringi kekehan kecil.


Nadia pun yang mendengarnya pun ikut terkekeh “Iya kamu benar. Apa aku terlalu mencolok?”


“Iya. Disini kan lagi musim kemarau tapi kamu malah pakai pakaian tertutup, memangnya tidak panas?” Godanya lagi.


Nadia pun kembali terkekeh “Iya kamu benar hahah. Eh iya aku ga nyangka loh kalau di Singapore ini ada tempat yang indah untuk honeymoon. Terimakasih ya Vika kamu udah kasih hadiah ini untuk kami” Kata Nadia panjang lebar.


Vika yang mendengarnya pun tersenyum “Sama-sama, kamu bahagia aku juga ikut bahagia. Semoga cepat mendapatkan kabar baik ya”


“Amiin makasih”


“Boleh aku gendong dia?” Tanya Nadia kepada Vika sambil melihat kea rah baby RAsya.


“Boleh. Ini” Jawab nya sambil memberikan baby RAsya kedalam gendongan Nadia.


“Anak cantik”


“Onty juga ga kalah cantik ko”


“Terimakasih sudah merelakan Rafel untuk ku Nad, dan terimakasih sudah mau berteman baik dengan ku mengingat seperti apa perjalanan perkenalan kita dulu” Kata Vika tiba tiba.


Nadia yang tadinya sedang melihat ke arah baby Raya pun meoleh kea rah Vika dan kemudian tersenyum “Ini semua udah jalan nya, udah takdir juga. Aku ikhlas ko Vik, aku harap kamu selalu bahagia hidup bersama Rafel”


Vika pun mengangguk “Iya Nad, aku sungguh sangat bahagia” Nadia pun tersenyum mendengar penuturan dari Vika.