
3 bulan sudah Nadia bekerja paruh waktu di cafe milik Renaldi, dan itu membuat Nadia menjadi pribadi yang lebih mandiri lagi dari sebelum nya. Nilai yang tidak pernah turun malah semakin hari semakin meningkat dan pekerjaan yang memang bagus untuk Nadia membuat kedua orang tua nya bangga kepada Nadia.
Nadia yang bekerja sebagai kasir dan terkadang sebagai waitters pun melayani pelanggan nya dengan sangat baik, anggun dan juga sopan, banyak yang nge fans kepada Nadia, karena Nadia yang sangat ramah dan cantik semakin banyak pengunjung yang datang ke cafe tersebut.
Tepat pada hari ini Gilang dan teman-teman nya pun berkumpul di cafe milik Renaldi itu, karena yang memang mereka baru bisa berkumpul lagi setelah 3 bulan lama nya mereka tidak pernah bertemu karena sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing.
"Ren" Panggil Gilang.
"Apa?" Kata Renaldi.
"Itu yang jadi kasir ko cakep ya? Pegawai baru?" Tanya Gilang kepada Renaldi, karena ia belum ingat dengan wanita yang waktu itu kecipratan air oleh mobil nya.
"Oh itu. Itu namanya Kayla dia udah lama kerja disini. Cuma dia ngambil kerja nya paruh waktu aja" Jelas Renaldi.
"Kenapa lo naksir sama dia?" Tebak nya.
"Kalau iya emang kenapa?"
"Jangan lo pepet, dia temen nya adik gue" Kata Renaldi.
"Kalau dia yang suka sama gue apa boleh buat" Kata Gilang dengan nada sombong.
"Gue kasih tau aja nih ya, dia itu susah buat di deketin. Prinsip dia itu cuma nimba ilmu terus kerja buat bahagiain kedua orang tua nya" Kata Renaldi.
"tapi tunggu deh, kok gue kaya pernah liat dia ya" Ucap Gilang sambil mengingat-ngingat.
"Ah masa sih? Dia kan jarang banget keluar rumah nya, dia itu bisa di bilang anak kutu buku. Jangan ngada-ngada lu"
"Serius deh gue kaya pernah liat dia"
"Ah iya gue inget" Ucap Gilang lagi setelah ia mengingat Nadia.
"Dimana?"
"Itu kan cewe yang waktu itu ke ciprat air dari mobil gue"
"Wah gila lu" Celetuk Riko.
"Kenapa?" Tanya gilang.
"Cewe secantik dia lu ciprat pake air. Parah si itu nama nya" Jelas Riko.
"Ya nama nya juga ga sengaja gue"
"Udah ah gue samperin dia dulu" Timpal gilang sambil berjalan ke arah Nadia.
Gilang pun berjalan ke arah Nadia.
"Wah kayanya kita udah nemu nih cewe nya" Celetuk farhan ketika melihat Gilang mendekat ke arah Nadia.
"Maksud lo?" Tanya Riko heran.
"Lo inget ga Rik. Yang dulu pernah lo omongin itu ke kita. Kalau bakal ada cewe yang bikin Gilang takluk" Kata farhan mengingatkan.
"Iya gue inget. Apa yang lo maksud dia" Tanya Riko sambil melihat ke arah Nadia.
"Kita lihat saja nanti" Kata Farhan.
***
"Hay cewek" Sapa Gilang kepada Nadia.
Nadia yang mendengar sapaan itu pun melihat ke arah Gilang, dan membulatkan mata nya ketika tau bahwa yang menyapa nya adalah pria yang waktu itu mencipratkan air kepada celana nya hingga celana nya basah dan kotor.
"Kamu" Kata Nadia.
"Masih inget aja"
"Ngapain lo kesini?"
"Wih santai aja dong mba ga usah ngegas. Ini kan cafe punya temen gue jadi gue bebas dong mau ngapain aja"
"Baru punya temen lo aja udah sombong"
"Bebas dong"
"Udah sana lo pergi, ga usah ganggu gue lagi kerja"
"Oke. Dah cantik"
"Hih" Kata Nadia setelah Gialng meninggalkan tempat nya itu.
Gilang pun kembali ke meja yang dimana tadi ia sedang berkumpul dengan teman-teman nya.
***
"Eh gue boleh minta nomor dia ga Ren?" Tanya Gilang kepada Renaldi setelah duduk kembali bersama nya.
"Buat apaan lo?" Tanya Renaldi heran.
"Mau PDKT lah sama dia" Sambung Riko.
"Yakin emang kalau lo bisa deketin dia?" Tanya Renaldi menyelidik.
"Kita liatin aja" Kata Gilang.
"Tapi sorry gua ga bisa ngasih. Gue ga mau dia jadi korban lo" Kata Renaldi.
"Parah lo sama temen sendiri juga" Kata Gilang.
"Oke deal" Kata Gilang menerima tantangan dari Renaldi.
"Dia balik jam berapa?" Tanya Gilang.
"Jam 7 malem" Jawab Renaldi.
"Oke" Kata Gilang.
....
Nadia pun bergegas mengganti pakaian nya karena memang jam sudah menunjukkan ia harus pulang. Naura yang sudah selesai pun pamit untuk pulang terlebih dahulu. Nadia yang sudah melihat kepulangan Naura pun bergegas untuk menelpon sang kaka untuk meminta jemput.
Via telpon
Nadia : Hallo ka? Jemput aku ya. Aku sudah pulang.
Ka key : De maaf ya kaka tidak bisa jemput kamu. Kaka sedang tidak enak badan. Ayah juga sedang tidak ada. Apa kamu bisa pulang sendiri? Apa mau di jemput oleh asisten kaka?
Nadia : Tidak usah ka. Aku bisa pulang naik taksi. Kaka mau nitip apa nanti akan aku belikan.
Ka Key : Tidak usah de.
Nadia : Baiklah kalau begitu. Aku akan menunggu taksi.
Ka Key : Yaudah kamu bati-hati ya de.
Nadia : Iya ka.
Tut... Tut... Tut... Sambungan pun terputus.
Nadia pun menunggu taksi yang lewat. Sedang asik menunggu ada mobil yang berhenti di depan Nadia yang tak lain dan bukan adalah Gilang.
"Hai cantik, kamu Kayla ya? " tanya Gilang basa basi.
"Hem" Jawab Nadia setelah mengetahui bahwa Gilang lah yang ada di mobil itu.
"Jutek amat si mba"
"Oh" Jawab Nadia singkat.
"Mau aku antar pulang tidak? Ini udah mulai malam taksi pasti juga udah bakal jarang" Tawar Gilang.
"Oh engga usah repot-repot makasih" Kata Nadia.
Mungkin memang ini adalah malam keberuntungan dari Gilang. Seketika langit menjadi sangat gelap dan hujan pun turun sangat deras sambil di seliri oleh petir yang menggelegar. Seketika membuat Nadia menjadi sangat takut.
"Ayo mau bareng tidak? Apa kamu akan tetap menunggu taksi, disini hujan sangat deras" Tawar Gilang lagi yang iya yakini ini akan berhasil.
"Hemm..." Nadia berpikir.
" Udah ayo kamu naik aja aku bakal anterin kamu kerumah mu ayo masuk" Kata Gilang.
"Yaudah" Jawab Nadia.
Di dalam mobil terlihat jelas Nadia yang tak nyaman saat bersama dengan Gilang. Karena gilang yang notaben nya selalu berbicara tetapi tidak dengan Nadia yang lebih baik diam. Itu membuat Nadia sedikit risih. Tapi Nadia berusaha untuk normal karena memang tidak enak jika ketika seseorang sedang berbicara tetapi tidak di jawab oleh nya.
Satu jam sudah bersama dengan pria aneh menurut Nadia. Akhirnya sampai juga di rumah Nadia. Nadia pun bergegas untuk masuk kedalam rumah nya.
Nadia lari dengan tergesa-gesa karena memang menghindar dari hujan yang begitu deras. Pintu pun di buka kan oleh pelayan di rumah nya.
"Eh nak kamu pulang sama siapa?" Tanya bunda.
"Eh bunda. Itu aku pulang samaaaa......" Kata ku terpotong.
" Selamat malam nyonya. Saya Gilang saya yang mengantarkan kayla pulang, tadi saya bertemu dengan Kayla saat kayla sedang menunggu taksi tetapi tidak ada taksi maka dari itu saya yang mengantarkan nya pulang" Jelas Gilang.
"Oh yaudah nak gapapa. Terimakasih ya udah mengantarkan Kayla pulang. Oya panggil saja saya bunda sama seperti kayla. Ayo nak duduk dulu" Ucap sang bunda.
"Hais kenapa dia ikut turun juga sih. Menyebalkan" Kata ku pelan.
"Oh iya nyo eh bunda terimakasih" Kata Gilang.
Gilang pun duduk di sofa berhadapan dengan Nadia dan bunda.
Waktu sudah cukup larut Gilang pun pamit untuk pulang. Dan di antar kan oleh Kayla kedepan pintu, itu pun karna paksaan dari sang bunda nya. Mau tidak mau Kayla pun mengantar kan Gilang ke depan.
"Bunda kaka mana?" Tanya Nadia kepada sang bunda.
"Ada di kamarnya. Kamu ke kamar nya aja ya" Kata bunda.
"Oke bun daaah" Kata ku.
Nadia pun pergi kearah kamar sang kaka nya.
Tok.. Tok... Tok... Suara ketukan pintu dan di sahuti oleh sang kaka "Masuk" teriak ka key.
"Kaaaaak?" Panggil ku sambil mendekat ke arah kaka nya.
"Hem" Jawab kak key.
"Kaka gimana apakah sudah mendingan?" Tanya ku sambil meletakkan punggung tangan ku ke arah kening ka key.