
"Selamat ya nak kamu sudah menjadi ayah sekarang" Kata nya sambil mengusap lembut kepala sang anak nya.
"Iya bunda terimakasih"
“Bagaimana dengan ibu nya?”
“Sifa baik baik saja bun, sebentar lagi akan di pindahkan ruangan nya” Jelas Keynan.
Tak lama Sifa dan bayi nya pun di pindahkan ke ruang rawat inap VVIP yang ada di rumah sakit itu, mendengar kabar bahagia, Nadia pun langsung menyelesaikan tugas nya segera dan langsung bergegas ke rumah sakit milik keluarga nya itu.
Setelah sampai di ruang VVIP mereka pun duduk sambil memperhatikan cucu pertama mereka.
“Cantik” Ucap sang bunda.
"Siapa nama anak mu Ka?" Tanya sang ayah.
"SHAKILA HANA KAMIL, yah"
"Nama yang bagus" Ucap bunda.
"Makasih bun" Jawab Keynan.
***
Tak…
Tak…
Tak…
Suara heels dari seorang dokter bedah wanita yang terkenal di seluruh penjuru dunia kedokteran. Di sepanjang jalan menuju ruang VVIP sang kaka ipar, Nadia selalu memberikan senyum manis dan ramah nya serta menganggukan kepala nya jika ada perawat atau dokter yang menyapa nya. Siapa yang tidak kenal dengan seorang wanita muda. Hykaila Nadia Kamil, yang sering di sapa dokter Kay dokter bedah yang memiliki sejuta kelebihan selain cantik, pintar, ramah kepada semua orang dan pemilik dari rumah sakit yang saat ini sedang ia pijaki.
“Malam dok” Sapa nya sepanjang diri nya melangkah kan kaki nya menuju ruang VVIP sang kaka ipar.
“Malam” Jawaban yang selalu ia berikan di tambah dengan senyum manis dan ramah nya.
“Ternyata dokter Kayla cantik ya” Bisik perawat dari rumah sakit itu.
“Iya ya cantik, ramah lagi” Jawab sang perawat lainnya. Nadia yang mendengar samar pun hanya memberikan senyum manis nya saja.
“Dokter Kayla?” Gumam salah satu seorang dokter umum yang berdiri tak jauh dari Nadia.
“Heh ngapa lu ngeliatin dokter Kayla gitu amat” Timpal dokter yang ada di sebelah nya.
“Hah? Kaga, kaga kenapa kenapa gue” Ucap dokter umum tersebut.
“Suka lo sama dokter Kayla?”
“Kaga ah biasa aja”
“Alah jangan bohong deh lu, kita udah sama sama dari kecil masih aja ngelak” Ucap nya.
“Udah lah balik tugas lagi” Ucap Reno.
“Ayo” Jawab Dika.
***
Ceklek…
“Sifaaaaa” Teriak Nadia ketika sudah masuk di ruangan sifa.
“Shhhhhttt” Kata Keynan sambil meletakan jari telunjuk di bibir nya, menunjukan bahwa Nadia harus diam.
“Eh hehe maaf ka” Kata nya sambil cengengesan.
“Mana keponakan ku ka?”
“Ada di ruang bayi, nanti sebentar lagi di bawa kesini untuk di berikan ASI”
“Oh gitu, kenapa ga langsung di satuin sama ibu nya aja ka? Kenapa masih di pisah?”
“Besok baru di satuin sama SIfa”
“Oh gitu, yaudah ka Nadia ke ruang bayi ya, sekalian bawa bayi nya kesini” Ucap nya dan diangguki oleh Keynan.
Nadia pun keluar kembali dari ruangan sang kaka dan melangkah kan kaki nya menuju ruang bayi. di perjalan menuju ruang bayi, ponsel Nadia pun bergetar menandakan bahwa ada yang menghubungi nya. Dilihat lah ponsel tersebut dan tertera nama ‘Gilang’ yang ada di layar ponsel nya.
Nadia : Halo lang?
Gilang : Kamu masih di rumah sakit?
Nadia : Iya aku masih di rumah sakit, tapi rumah sakit milik keluarga.
Gilang : Loh, kenapa? Siapa yang sakit? Apa bunda atau ayah sakit?
Nadia : Sifa melahirkan anak pertama nya lang.
Gilang : Wah, kapan?
Nadia : Tadi sekitar jam 7 malam.
Gilang : Laki-laki atau perempuan anak nya?
Nadia : Perempuan lang, ini aku lagi ada di ruangan bayi buat ambil bayi nya.
Gilang : Aku kesana sekarang.
Nadia : Nanti aja lang, sekarang udah malam. Lebih baik kamu istirahat aja, jaga kesehatan nengok dede bayi biar nanti aja, kan masih bisa besok.
Gilang : Baiklah.
Nadia : Yaudah aku tutup ya lang telpon nya, soalnya kau mau bawa bayi nya sifa ke ruangan.
Gilang : Oke. Kamu juga jangan lupa istirahat, jaga kesehatan.
Nadia : Oke.
Tuut… sambungan pun di putus oleh Nadia.
“Hai cantik nya aunty” Ucap nya kepada bayi perempuan yang sedang tidur.
“Aduh gemes nya” Lanjutnya.
“Maaf dok, saya harus membawa bayi ini kepada nona muda Sifa” Ucap suster yang menjaga bayi itu.
“Biar saya saja sus yang membawa nya”
“Baik”
“Ko jadi pengen punya bayi ya” Gumam Nadia dalam hati sambil tersenyum melihat bayi milik kaka nya itu.
“Sifa anak kamu nih mau mimi susu kata nya” Ucap nya kepada sifa ketika sudah berada di kamar sifa.
“Ulu ulu anak mommy” Ucap sifa sambil mengambil bayi yang ada di gendongan Nadia.
“Kamu haus ya nak” Lanjut nya.
“Kita mimi dulu ya” Lanjut nya lagi. Nadia yang melihat itu pun tersenyum bahagia.
***
Tiga hari sudah Sifa di rumah sakit tersebut setelah melahirkan anak nya itu. Kini Sifa sudah di bolehkan untuk pulang kerumah karena memang kondisi dan kondisi sang bayi sudah baik dan sudah bisa di bawa pulang kerumah nya. Kini hanya Keynan saja yang menemani sifa di rumah sakit, karena para keluarga yang lain sedang menyiapkan suprise untuk Sifa di kediaman utama keluarga Kamil.
“Key, kapan kita pulang?” Tanya nya kepada Keynan sambil menyusui sang anak sulungnya.
“Sore kita baru boleh pulang sayang, sabar ya” Jawab Keynan dengan alasan yang tepat karena dirinya tau bahwa dirumah nya sedang sibuk menyiapkan persiapan sifa dan anak pertama nya itu.
***
Di salah satu Mall ternama di Jakarta
“Kamu mau beli apa Nad?” Tanya Gilang kepada Nadia.
Kini Nadia dan Gilang sedang mencari hadiah yang bagus untuk sang keponakan tercinta nya. Nadia memang sengaja ngajak Gilang untuk membelikan hadiah, karena kata nya Gilang ingin menjenguk sang calon keponakan nya itu, maka dari itu Nadia sekalian saja ajak Gilang mencari hadiah untuk keponakan nya itu.
“Iya ya, aku bingung nih lang” Jawab nya.
“Apa ini aja ya? Lucu tau” Lanjutnya ketika Nadia mendapatkan satu kotak penuh berisikan aksesoris untuk anak bayi.
“Boleh ini lucu” Jawab nya.
“Oke aku ambil ini ya” kata nya dan diangguki oleh Gilang.
Setelah sudah selesai transaksi, Nadia dan Gilang pun keluar dari toko tersebut, dan kembali mencari toko untuk anak bayi lagi.
“Kamu mau beli hadiah apa emangnya?” Tanya Nadia kepada Gilang.
“Gimana kalau baju bayi?”
“Hem…”
“Bo…
Brak….
“Eh.. Eh maaf mba” Ucap salah seorang yang menabrak Nadia.
“Eh iya gapapa ko mba, kamu gapapa?”
“Eng… Ka Gilang?” Kata nya setelah melihat ke arah Gilang. Gilang yang mendengar nama nya di panggil hanya menaikkan satu alis nya saja, pasal nya diri nya tidak tau menau tentang gadis yang kini berada di hadapan nya, begitu pun dengan Nadia yang sama sama aneh dengan gadis di hadapan nya itu.
Karena mengerti dari raut wajah Gilang yang tidak mengetahui siapa diri nya, gadis itu pun langsung mengenalkan diri nya “Aku Vio, sepupu nya ka riko”
“Oh ya Vio” Jawab nya sekena nya. Sambil mengingat tentang gadis ini.
“Ka Gilang apa kabar?” Tanya sambil tersenyum manis.
“Baik” Jawab gilang cuek, karena Gilang tau bahwa Vio ini memang menyukai diri nya, itu pun Vio sendiri yang mengatakan nya langsung pada saat itu, bahkan Riko pun sudah memberitahukan kepada Gilang bahwa sang sepupu menyukai nya, dan riko pun memberitahukan kepada sang sepupu agar tidak menyukai sang sahabat nya itu. Tapi vio tetap saja keukeuh dengan cinta nya, akhir nya berakhir menjadi Obsesi.
“Maaf saya sibuk” Ketus Gilang dan langsung menarik tangan Nadia langsung meninggalkan Vio yang sudah tidak aneh dengan tingkah Gilang kepada nya.
“Siapa nya kamu?” Tanya Nadia ketika sudah berada di toko pakaian bayi.
“Bukan siapa siapa” Jawab Gilang.
“Oh” Jawab Nadia sambil manggut manggut dan membantu Gilang mencari hadiah untuk keponakan nya.
Setelah selesai dengan acara mencari hadiah untuk sang keponakan, kini Nadia dan Gilang pun kembali ke rumah utama untuk menyambut kedatangan sang keponakan baru nya itu.
***
From : Kyl Nadia
Ka, semua periapan udah siap. Tinggal tunggu kaka dan sifa aja pulang.
To : Kyl Nadia
Baik, kaka akan pulang.
Send
From : Kyl Nadia
Oke ka.
Setelah membaca pesan terakhir dari Nadia, Keynan pun mengajak Sifa pulang kerumah Utama.
“Ayo sayang kita pulang” Ajak nya kepada sang istri.
“Iya key” Jawab nya.
Keluarga kecil keynan pun pergi meninggalkan rumah sakit tersebut.
***
Tiga puluh menit sudah di perjalanan, akhirnya mereka bertiga pun sampai di kediaman utama keluarga KAMIL. Keynan pun turun terlebih dahulu turun dari mobil nya untuk menuntun anak dan sang istri nya masuk kedalam rumah utama.
“Ayo sayang hati-hati”
“Iya key”
“Ko tumben ya key sepi pada kemana ya?”
“Aku juga engga tau sif” Jawab keynan dan sifa pun hanya menganggukan kepala nya saja.
Tap..
Tap..
Tap..
Ceklek..
"Suprise" Teriak semua orang yang berada di dalam rumah utama keluarga KAMIL itu.
"Welcome to baby girl Shakila Hana Kamil" Teriak Nadia.