
"Apa sih lang" Kata kayla sambil mencubit pinggang gilang.
"Aduh aduh" Keluh Gilang.
"Abis nyebelin sih" Kata kayla merajuk.
"Iya maaf maaf"
"Tapi boong" Kata kayla.
"Ayo kejar aku sini" Lanjut nya sambil berlari meninggalkan gilang sambil tertawa renyah.
"Akhir nya aku bisa liat kamu ketawa lagi nad" Gumam gilang dalam hati dan mulai mengejar nadia.
"Oke kalau itu kamu yang minta" Ucap nya.
Nadia terus berlari sambil melihat ke arah belakang dengan tawa dan senyum yang tak pernah pudar.
"Ayo gilang kejar aku, ah kamu mah cemen" teriak nadia sambil meledek gilang.
"Tunggu aja nanti juga kamu dapet sama aku nad" Jawab Gilang.
"Hahahaha wle wle wle" Tawa nadia sambil menjulurkan lidah nya.
"Anak siapa sih itu pengen gua kurung deh di kamar" Gumam gilang sambil tersenyum.
Gilang pun kembali mengejar nadia dan..
"Dapat" Ucap gilang ketika sudah menangkat tubuh nadia.
"Hahaha" tawa kedua nya pun tak terelakan lagi, sungguh bahagia yang sederhana namun indah.
"Hahaha.. Seru ya kaya anak kecil" Kata nadia.
"Tapi kamu suka kan?" Tanya gilang dan diangguki oleh nadia.
"Cape?" Tanya gilang lagi.
"Iya aku cape" Jawab nya.
"Yaudah yuk kita duduk" Ajak gilang dan kembali diangguki oleh Nadia.
Gilang dan Nadia pun mencari tempat yang enak untuk mereka duduk sambil menikmati senja di sore hari.
***
Hotel
"Apa ada yang sakit dari ini mas?" Tanya sang istri.
"Tidak"
"Apakah ini sangat sakit? Jika sangat sakit kita bisa ke rumah sakit, aku akan mengantarkan mas ke rumah sakit" Ucapnya lagi.
"Tidak"
Mendengar penuturan sang istri rafel pun menghela nafas nya panjang "Tidak apa sayang" jawab nya dan itu membuat sang istri berhenti mengobati luka yang berada di wajah suami nya.
"Apa.. Apa mas ga salah bicara?"
Mendengar perkataan sang istri, Farel pun menatap wajah istri cantik nya itu, ia sadar bahwa dirinya kini telah jatuh hati pada istri nya.
"Tidak, aku tidak salah bicara sayang. Maaf, maafkan aku sudah melukai mu, ini yang terakhir, dan kamu sudah tau akhir cerita ku dengan Kayla. Ku harap kamu mau mengulang rumah tangga kita kembali" Jelas nya.
"Secepat itukah? Allhamdulilah" Gumam vika dalam hati.
"Mas, vika senang mendengar ini semua. Semoga mas bisa mencintai vika seperti mas mencintai kayla ya mas" Ucapnya sambil menggenggam tangan Rafel dan tersenyum.
"Terimakasih sayang, mas janji akan mencintai mu melebihi cinta mas kepada Kayla" Ucap nya dan kemudian mencium kening sang istri dengan jangka waktu yang cukup lama, tak terasa air mata pun lolos dari mata yang indah dan cantik milik sang istri.
***
Apartemen Kayla
"Sif, aku harus gimana? Aku udah gagal jadi kaka yang baik untuk Nadia" Lirih Keynan dalam dekapan sang istri tercinta nya.
"Engga key, kamu ga gagal ko. Kamu adalah kaka laki laki yang terbaik dari yang terbaik untuk Nadia, kamu tau Nadia itu sangat menyangimu Key" Ucap sifa sambil mengusap lembut kepala sang suami.
"Aku kaka yang tidak berguna Sif, hal seperti ini pun aku tidak tau. Bagaimana aku tidak bisa dikatakan bodoh? Bahkan aku tau saja tau dari asisten ku Sif"
"Key dengarkan aku ya. Kamu itu ga bodoh, kalau kamu bodoh, kamu ga akan mendapat kan kabar apapun tentang nadia walaupun telat, lebih baik telat kan dari pada tidak tau sama sekali hem?" Ucap nya dan diangguki oleh Keynan.
"Nah iya, maka dari itu udah jangan kamu terus terusan menyalahkan diri mu sendiri sayang, kamu tuh ga bodoh. Kamu tuh laki laki terhebat yang pernah aku dan nadia temui, bahkan aku dan nadia pun bangga sama kamu"
"Udah ya jangan sedih lagi, kita harus bisa bikin nadia bahagia sayang. Jangan buat dia nambah beban pikiran kamu lagi, sekarang kita harus tetap jaga nadia dari dekat maupun dari jauh, menurut ku Gilang memang sudah berubah sayang, apa kamu tidak lihat tadi bagaimana dia kesal nya ketika melihat nadia yang terluka hem? Sepertinya Gilang sudah benar benar mati rasa deh sama nadia" Jelas nya panjang lebar.
"Tapi dulu dia..." Ucaonya terpotong.
"Itu kan hanya salah paham aja key"
"Iya sih"
"Apa kita harus merestui mereka sif?"
"Kita lihat saja duku bagaimana perkembangan nya, kalau emang Nadia nyaman dengan gilang ya kamu mau ga mau harus bisa merestui hubungan mereka"
" Baiklah"
"Oya, apakah ayah dan bunda sudah tau tentang masalah ini?"
"Sepertinya sudah"
"Kamu beritahulah dulu kepada ayah dan bunda takut mereka khawatir"
"Baiklah"
Keynan pun mengambil ponsel nya dan mencari nama sang ayah untuk menceritakan semua nya.