Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Paris 3



“Tapi bukannya si Hen sama sekertarisnya si Gilang?” Celetuk Farhan.


“Haa… yang bener lu?” Tanya Renaldi. Dan Farhan pun kembali menganggukan kepala nya.


“Harus di selidiki nih” Kata riko.


***


Dret.. Dret… Dret..


“Nyonya besar?” Gumam Asisten hen ketika melihat siapa yang menghubunginya.


Hen pun mengangkat sambungan telponnya itu.


Hen : Selamat siang nyonya.


Mamah Gilang : Dimana Gilang?


Hen : Tuan muda Gilang ada di kamarnya nyonya.


Mamah Gilang : Kenapa masalah sebesar itu tidak ada satu pun yang memberitahuku?!


Hen : Masalah apa nyonya?


Mamah Gilang : Jangan kamu tutup tutupi dari saya Hen, saya sudah tau semua dengan apa yang terjadi antara Gilang dan menantuku.


Hen : Maafkan saya Nyonya.


Mamah Gilang : Perketat penjagaan, jangan sampai kalian lengah. Ingat nyawa menantu kesayangan ku!


Hen : Baik nyonya.


Tut…Tut.. Tut…


“Emang ema sama anak sama aja” Kata Hen sambil menggelengkan kepala nya.


***


Di kamar Nadia dan Gilang


“Cantik” Ucap Gilang ketika melihat sang istfri nya yang berada di sebelahnya saat ini yang sedang memejamkan


matanya.


Cup


“Eeemmmmhhh” Lenguh Nadia sambil membuka matanya.


“Kamu bangun sayang?”


“Hem”


Cup


“Udah sekarang kamu siap siap aku punya kejutan untuk kamu”


“Okee”


Nadia pun bangun dari tidurnya dan berjalan ke kamar mandi dengan selimut masih melekat di tubuh mulusnya.


Gilang yang melihat itu pun tersenyum, betapa bahagia dirinya bertemu dengan Nadia dan betapa beruntungnya


Gilang pun mengambil ponselnya yang berada di meja samping kasurnya. Gilng pun mencari nama di kontak nya untuk mengirimkan sebuah pesan singkat.


Setelah selesai mengirim pesan tersebut, Gilang pun ikut bangun dari tidur nya dan duduk di kasurnya sambil


bersandar dengan nyaman, sambil tangan nya kembali mengetikkan sebuah pesan untuk memesan makan siangnya. Karena saat ini sudah tepat pukul 13.00 waktu setempat.


Ting Nong..


Gilang pun beranjak dari duduknya dan membukakan pintu apartemennya untuk mengambil makanan yang sudah ia pesan tadi. Gilang pun duduk kembali untuk menunggu istri kesayangannya itu.


Ceklek..


“Ada tamu mas?” Tanya Nadia kepada sang suami.


“Ga ada”


“Loh, terus tadi yang dating siapa mas?”


“Itu yang bawa pesanan ku sayang”


“Oh” Jawab Nadia sambil berjalan ke arah ruang ganti.


Gilang pun berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Ceklek..


“Kamu belum makan sayang?” Tanya Gilang kepada Nadia ketika melihat makanan yang ia pesannya belum di sentuh sama sekali.


“Aku nunggu kamu mas. Ayo kita makan bareng bareng”


“Yaudah mas pakai baju dulu”


“Oke mas”


Gilang pun melangkah kan kaki nya menuju ruang ganti dan Nadia menyiapkan untuk makan siang nya bersama Gilang.


Setelah kurang lebih 30 menit, kini keduanya pun bersiap untuk pergi keluar.


“Emangnya kita mau kemana sih mas?”


“Ada deh”


“Kebiasaan deh kamu itu ya” Kata Nadia dan Gilang menjawab hanya dengan senyumannya saja.


“Sudah siap?” Tanya nya kepada Nadia.


“Sudah mas”


“Ayo kita berangkat. Hen sudah menunggu dibawah”


“Iya mas”


Nadia dan Gilang pun keluar dari Apartemen mereka. Sudah pasti mereka menjadi pusat perhatian banyak orang,


dengan style Nadia dan Gilang yang memang cocok dengan mereka, dan tak lupa memakai aksesoris kacamata hitam yang bertengger di wajahnya. Menambah siapa pun akan jatuh cinta kepada mereka berdua.


Gilang pun merapatkan pelukannya kepada sang istri yang dimana tangan kirinya sudah melingkar indah di pinggang Nadia.


Nadia hanya tersenyum melihat keposesifan suaminya itu. Padahal kalau boleh bilang Nadia pun merasa was was ketika melihta banyak wanita yang mengagumi ketampanan suaminya itu.