Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Kapan Lo Nikah?



“Selamat pagi bu” Sapa suster yang melihat Nadia.


“Pagi sus” Jawab Nadia dengan senyum ramah nya.


“Bu Nadia pasti seneng banget ya bisa jadi isrti nya tuan muda Gilang” Kata pengunjung rumah sakit yang melihat Nadia diantar oleh gilang.


“Mereka pasangan yang serasi” Jawab pengunjung yang lain.


“Iya benar, yang satu cantik yang satu nya ganteng”


“Pasti mereka berdua sangat beruntung bisa mendapatkan keduanya”


Nadia yang mendengarnya pun hanya tersenyum menanggapi nya, memang pada kenyataan nya mereka berdua memang senang dan sangat beruntung bisa mendapatkan Nadia dan Gilang.


***


Ceklek..


“Selamat pagi May” Sapa nya kepada sang asisten nya itu yang kini tengah bersiap.


“Eh.. selamat pagi ibu dokter. Aduh dokter ko muka nya muka muka bahagia ya, bu dokter gimana malam pertama nya?” Tanya Maya kepada Nadia.


“Hey kamu, ko jadi Tanya tentang malam pertama sih May? Kamu masih kecil” Jawab nadia sambil diiringi dengan tawa nya begitu pun dengan Maya yang ikut tertawa.


Maya memang baru berusia 21 tahun. Maya adalah mahasiswa yang sangat pintar dan berbakat, dirinya pun lulus dengan predikat comlude dan hanya tiga tahun setengah saja. Maya sedikit pendiam, mungkin karena dirinya merasa nyaman ketika dekat dengan Nadia sehingga dirinya bisa terbuka dengan Nadia, dan menganggapnya sebagai kaka kandung nya sendiri.


“Apakah semua sudah di persiapkan may?” Tanya Nadia.


“Sudah dok. Lima belas menit lagi akan di mulai”


“Baik. Ayo kita kesana”


“Baik dok”


Nadia dan Maya pun keluar dari ruangan nya dan melangkah kan kaki nya menuju ruang operasi, yang akan dilakukan oleh Nadia.


***


Berbeda hal nya dengan Nadia yang akan melakukan operasi sebentar lagi, kini Gilang baru saja tiba di kantor nya,


Gilang pun turun dari mobil nya dan melangkah masuk kedalam kantor nya itu. Semua para karyawan membukukan badan nya tanda hormat ketika melihat sang Presdir datang ke kantor nya hari ini. Gilang pun menaikki lift yang khusus untuk keruangan nya itu.


Ting.. Pintu Lift pun terbuka. Gilang pun keluar dari lift khusu tersebut.


Nina yang melihat sang bos besar nya datang pun membukukan badan nya.


“Selamat pagi tuan muda” Sapa nya.


“Pagi”


“Apakah hen sudah datang?”


“Sudah tuan muda, asisten Hen baru saja datang dan kini berada di dalam” Jelas nyad an Gilang mengangguk paham.


Ceklek.. Pintu dibuka oleh Gilang dan terlihat lah Asisten Hen yang sedang membaca sebuah dokumen yang kini berada di genggaman nya.


Hen yang mendengar suara pintu terbuka langsung melihat kea rah pintu tersebut untuk melihat siapa yang datang


dan Asisten Hen pun langsung berdiri dan membukukkan badan nya ketika melihat sang bos nya yang datang.


“Selamat pagi bos, anda masuk hari ini?”


“Ya”


“Apakah ada sesuatu yang penting bos?”


“Tidak. Aku tadi mengantarkan Nadia ke rumah sakit. Dan sekalian saja aku mampir kesini” Jelas nya dan Asisten Hen pun menganggukan kepala nya tanda paham. Dan Asisten hen pun duduk kembali untuk membaca dokumen nya.


“Oya Asisten hen”


“Ya bos?”


“Gue mau honeymoon sama Nadia ke Singapore, Paris dan Maldives”


“Baik bos saya akan persiapkan semua nya”


“Tapi untuk Singapore udah di tanggung Sama Vika”


“Baik bos saya akan memeprsiapkan untuk di Paris dan juga Maldives”


“Oke”


“Hen. Selama gue ga ada disini lo yang tanggung semua pekerjaan gue, kalau ada yang mendesak lo bisa hubungi gue selebih nya bisa kirim email. Lo nanti kasih tau Nina juga ya”


“Baik bos”


“Hen!”


“Kapan lo nikah?”


Asisten Hen yang mendengar pertanyaan dari sang bos nya pun melepaskan dokumen nya secara reflex dan membulatkan mata nya.


“Apa katanya? Nikah? Pacar aja gue ga punya” Monolognya.


“Hen!” Sentak gilang ketika melihat Hen yang melamun.


“Eh iya bos”


“Iya kapan lu nikah hen?”


“Aduh nanti aja deh bos. Saya belum kepikiran buat nikah”


“Apa mau gue yang cariin?”


“Ehhh ga usah bos, saya bisa cari sendiri”


“Emang kriteria cewe lu itu kaya gimana hen?”


“Kriteria bos?” tanay Hen dan diangguki oleh Gilang.


“Saya ga punya kriteria sih bos, yang penting cewe itu bisa terima pekerjaan saya dan terima saya apa adanya aja bos” Jelas Hen dan Gilang pun menganggukan kepala nya tanda paham.


Karena sudah tidak ada jawaban lagi dari sang bos nya itu, Hen pun meminta izin untuk ke pantry. Gilang pun mengizinkan hen dan meminta untuk di buat kan kopi.


Hen pun keluar dari ruangan tersebut dan baru saja berjalan tingga langkah, Hen pun menubruk tubuh wanita siapa lagi kalau bukan sekertaris sang bos nya itu.


“Kamu punya mata engga?” Tanya Hen dengan nada tegas dan kesal. Sudah kesal dengan pertanyaan sang bos kini dirinya harus bertabrakan dengan sekertaris bos nya itu.


“Eh hehe maaf asisten Hen saya tidak melihat anda maaf Asisten hen” Kata nya.


“Ck” Kata Asisten hen dan lansgung meninggalkan Nina sendiri dengan raut wajah kebingungan.


“Dia kenapa lagi?” Gumam Nina dalam hati dan kembali duduk di kursi nya.


***


“Bos ini kopi anda” Kata Hen dengan meletakkan kopi nya di meja kerja sang bos dan Gilang pun menganggukan kepala nya.


Setelah meletakkan kopi tersebut, hen pun melanjutkan pekerjaan nya, kini pekerjaan hen bukan lah dengan dokumen yang terletak di atas meja nya, tetapi dengan ponsel dan layar monitor nya untuk menyipkan acara honeymoon yang akan dilakukan oleh tuan muda nya itu.


Kurang lebih lima belas menit, hen pun telah selesai dengan tugas honeymoon nya itu, diri nya pun langsung memberitahukan nya kepada bos nya itu.


“Bos, saya sudah menyiapkan tempat anda di Paris dan juga Maldives”


“Oke”


“Pesawat pribadi anda sudah siap untuk penerbangan anda nanti malam pukul 9”


“Untuk ke paris dan Maldives anda dan nona muda akan menggunakan jet pribadi” Lanjutnya.


“Oke. Makasih hen”


“Gue pamit pulang dulu mau jemput Nadia. Jangan lupa kasih tau nina ya Hen kalau gue ga bakal masuk”


“Baik bos”


Gilang pun keluar dari ruangan nya dan melangkahkan kaki nya menuju lift.


“Apakah anda akan pulang tuan muda?” Tanya Nina.


“Ya. Saya tidak akan masuk selama satu bulan, tugas mu sudah ku berikan kepada Asisten Hen. Kamu tinggal tanyakan saja kepada nya”


“Baik tuan muda” Kata nya dan Gilang pun menganggukan kepala nya dan kembali melangkah menuju lift untuk


segera menjemput sang istri tercinta nya itu.


“Nina” Panggil Hen.


“Iya Asisten hen”


“Masuk!” Titah nya, Nina pun masuk kedalam ruangan sang bos.


“Iya Aisten hen, apa ada yang bisa saya bantu?”


“Tuan muda Gilang tidak akan masuk selama satu bulan, dan tugas mu itu seperti biasa tapi selama satu bulan ini kamu harus membantu saya”


“Baik asisten Hen”


“Kamu boleh keluar”


“Baik, saya permisi” Kata nya dan Nina pun keluar dari ruangan tersebut.