
Gilang mencerna kata demi kata yang di ucapkan oleh Asisten nya, cukup lama Gilang memejamkan mata nya "Kenapa Mey harus kembali lagi Hen?" tanya nya.
"Ingin membalaskan dendam anda tuan, ditambah sekarang Nona Mey sudah memiliki kekuatan terbesar di dirinya yaitu suaminya sendiri tuan Zealand"
"Untuk bulan madu anda tidak akan kacau lagi tuan, saya akan pastikan itu"
"Gue percaya sama elo. Pulang bulan madu kifa harus segera bereskan ini semua Hen. Nadia jangan sampai tau"
"Baik bos"
"Kalau gitu gue balik lagi ke kamar"
"Siap bos"
Gilang pun kembali ke kamar nya untuk ikut merebahkan dirinya bersama dengan sang istri.
Sedangkan sang Asisten Hen juga ikut memejamkan mata nya, karena dirinya merasa lelah dengan drama kehidupan hari ini.
Baru saja sang Asiten hendak memejamkan matanya, ponselnya bergetar. Hen pun berdecak kesal, ia pun merogoh kantong celana nya dan melihat siapa yang mengirim pesan.
"Nomor baru?" Gumam nya.
Hen pun mengabaikan nya, dan lagi lagi ponselnya kembali bergetar, mau tidak mau hen harus membuka nya.
"*Malam.."
"Sibuk ya?"
"Aku Lasha*"
Hen membulatkan mata nya ketika melihat pesan yang terakhir di baca nya.
"Apa katanya, Lasha?" Gumam hen. Dan tak lama sudut garis bibir hen pun terangkat membentuk sebuah senyuman.
Dengan gerakan cepat Hen pun langsung membalas pesan dari Lasha itu.
To : Lasha
Oh iya nona Lasha.
**Send
From** : Lasha
Jangan panggil saya nona, Hen!
To : Lasha
Ah iya maaf sha.
Send
From : Lasha
Gitu dong.
To : Lasha
Ada apa?
Send
From : Lasha
To : Lasha
Tidak.
Send
From : Lasha
Baiklah. Jangan lupa save nomor ku ya Hen.
**To : Lasha
I**ya sha.
**Send
Read**.
Setelah menunggu kurang lebih 10 menit tapi tak kunjung ada jawaban dari Lasha. Hen pun menyimpan kembali ponsel nya di saku celana nya, dan dirinya pun kembali memejamkan matanya yang tadi sempat tertunda.
***
Di belahan bumi lain
Ada seorang wanita lajang yang sedang tersenyum malu malu, dirinya tak habis fikir bisa sampai berani menghubungi seorang pria terlebih dahulu, padahal dari dulu sampai saat ini dirinya tidak pernah mau menghubungi pria terlebih dahulu, tapi apa sekarang? Dirinya menguhubungi seorang pria, asisten pula? Bahkan sampai harus sembunyi sembunyi mengambil nomornya dari sang kaka.
Siapa lagi kalau bukan Lasha Prastya. Ya.. Dia adalah Lasha adik kandung dari Renaldi teman Gilang. Lasha yang sembunyi sembunyi mengambil nomor asisten Gilang itu dari ponsel sang kaka.
Dan tanpa fikir panjang lagi, Lasha langsung mengirimkan pesan singkat kepada nomor tersebut, entah perasaan apa Lasha sampai tiga kali mengirimkan pesan kepada Asisten Hen.
Betapa bahagianya ketika asisten hen membalas pesan nya, sampai pesan terakhir hanya di baca oleh Lasha, karena memang tidak tahu ingin membahas hal apa lagi.
Lasha masih senyum senyum sendiri sampai tanpa sadar dirinya pun tertidur dengan masih tersenyum manis.
***
Gilang menggendong tubuh sang istri turun dari jet pribadinya untuk menuju tempat yang sudah di siapkan oleh sang Asisten, tempat miliknya, tepat berada tak jauh dari menara eifel, yang dimana menara itu adalah menara kesukaan sejuta umat.
Gilang merebahkan tubuh istrinya dengan begitu pelan dan juga lembut. Nadia memang belum bangun sejak mereka berada di mobil menuju Bandara. Mungkin karena memang lelah dan juga shock dengan apa yang tadi diirnya lihat dengan mata kepala nya sendiri. Gilang pun ikut terlelap juga di sebelah istrinya itu, setelah Gilang membersihkan tubuh nya.
Keesokan pagi nya.
"Hoaaammm... "
"Eh aku dimana?" Monolog Nadia ketika melihat sekitar.
"Bukannya kemarin aku ada di mo... Astagfirullahal adzim apa jangan jangan ini ada di... " Ucapnya sampai tergeloncak ingin membuka jendela apartement itu.
Betapa terkejut nya ketika melihat menara eifel berada di depan mata nya saat in, Nadia sampai menutup mulut nya ketika mendapati itu" masyaallah tabarakkallah" Pekik nya.
"Sedang apa hem?" Tanya dari seseorang yang bersuara ciri khas baru bangun tidur sambil memeluk tubuh sang istri dari belakang. Siapa lagi kalau bukan Gilang.