
Brak… pintu ruang kerja Gilang tiba-tiba terbuka dengan sekali hentakan. Gilang dan sang asisten pun terlonjak kaget ketika mendengar suara pintu yang terbuka sangat keras itu.
Gilang dan sang asisten pun melihat kearah pintu tersebut dan betapa terkejut nya ketika mendapati Nadia yang dengan wajah marah, dan mata sembab nya itu.
“Kamu..” Ucap kayla sambil menunjuk kearah Gilang.
Plak.. Kayla langsung melayangkan satu tamparan keras di pipi Gilang.
"Kamu ken.." Tanya Gilang terputus karena Kayla langsung menyambar nya lagi.
"Kamu tega ya Gilang, kamu udah bohongin aku selama ini. Kamu jahat tau ga kamu jahat" Teriak Kayla sambil memukul dada Gilang dan mulai terisak kembali.
"Maksudnya gimana sayang?" Tanya Gilang lembut mulai mendekap Kayla dan mulai menenangkan.
"Lepas!!" Teriak nya lagi.
"Hen!" Panggil Gilang dengan tidak melepaskan Kayla.
"Karena nona vio, tuan" Jawab Asisten hen yang tau kenapa Kayla bisa seperti ini.
"Cepat bawa dia kesini" Titah nya.
"Mereka sedang dalam perjalanan kesini, tuan" Jawab nya lagi dan diangguki oleh Gilang.
"Sayang, ayo kita duduk dulu" Ajak Gilang kepada Kayla.
"Engga, aku ga mau duduk sama kamu. Aku kecewa sama kamu Lang"
"Jelasin kamu kenapa bisa sampe kaya gini kr aku? Apa yang wanita itu bilang kepada mu Nad?"
"Aku mau kita batal nikah" Tegas Kayla.
"Ga Nad, ga bisa. Aku ga mau kalau kita ga jadi nikah" Tegas Gilang dengan sorot mata yang tajam.
"Ini hanya salah paham. Aku yakin kalau wanita itu mengada ngada saja Nad. 2 bulan lagi kita akan ijab kabul Nad, aku ga akan biarin, batal gitu aja dan siapapun ngambil kamu dari aku" Lanjut nya lagi.
"Aku permisi" Ucap Nadia sambil melepaskan cincin tunangan nya dan meletakkan nya di meja kerja Gilang.
Gilang dan asisten Hen yang melihat itu pun melotot kan mata nya karena terkejut.
"Nad tunggu.." Teriak Gilang.
"Kay tunggu, aku bisa jelasin" Cegah Riko yang baru tiba di perusahaan Gilang.
"Minggir!" Teriak Kayla.
"Aku bisa jelasin kay, ini semua hanya salah paham. Ini hanya akal akalan saja dari sepupu ku Vio" Ucap Riko dengan menatap wajah kayla.
Kayla yang mendengar nya pun mengangkat wajah nya dan mencari kebohongan dari sorot mata Riko. Namun itu semua tidak ada.
"Sayang, ayo kita dengarkan penjelasan dari Riko dulu" Ajak Gilang sambil menggenggam tangan Kayla.
"Baik" Jawab nya dan kembali masuk ke ruangan Gilang dengan menepis tangan Gilang yang menggenggam tangan nya.
Kayla duduk di sofa ruang kerja Gilang, Gilang yang duduk di kursi kebesaran nya karena Kayla tidak mau duduk bersama dengan Gilang. Sedangkan Riko berdiri di tengah tengah Kayla dan juga Gilang, begitupun dengan Asisten Hen.
"Haaaah..." Riko menarik nafas panjang dan membuang nya dengan kasar. Dirinya tidak tahu harus berbuat apalagi demi menyelamatkan sepupu nya itu.
"Vio sudah merencanakan semua ini Kay. Vio yang memang sengaja buat kamu marah ke Gilang, agar hubungan kalian hancur, dan Vio bisa merebut Gilang dari sisi kamu. Maaf Kay, maafin adik sepupu ku Kay, tolong maafin" Jelas Riko lirih.
Riko pun beralih ke hadapan Gilang yang kemudian berlutut di hadapan meja Gilang "Lang, maafin adik sepupu gue. Lu tau kan kalau gue itu sayang banget sama dia. Tolong maafin dia Lang"
"Bangun Rik, lo ga pantes kaya gini" Kata Gilang.
Riko pun menggeleng kan kepala nya "Ga Lang, gue ga mau. Lo harus maafin adik gue dulu baru gue akan berdiri lagi" Kata nya.
Kayla pun melangkah kan kaki nya menghampiri Riko "Riko jangan gini, aku udah maafin adik sepupu kamu. Ayo bangun" Kata Kayla.
"Iya Rik, bangun" Timpal Gilang dan riko tetap menggelengkan kepala nya.
"Gapapa Kay, gue gini aja. Lang gue mohon sama elo, maafin adik sepupu gue"
"Ka Riko" Teriak Vio dan langsung memeluk tubuh Riko.
Riko yang mendengar suara sang adik sepupu pun menoleh dan langsung membalas pelukan sang adik.
"Maafin Vio ka, seharusnya vio dengerin apa kata kaka. Vio minta maaf ka" Ucap nya sambil menangis sesegukan.
"Ka Gilang, ka Kayla, vio minta maaf, vio ngaku salah. Vio emang suka banget sama ka Gilang, rasa suka itu malah jadi obsesi untuk Vio. Maafin vio ka Gilang, ka Kayla" Ucap Vio kepada Kayla dan Gilang.
"Ka kay vio minta maaf" Kata Vio yang mendekat ke arah kayla dan meraih tangan kayla. Karena posisi Kayla sangat dekat dengan nya.
"Aku udah maafin kamu ko, kaka harap kamu jangan ulangi lagi kesalahan kamu itu ya" Kata kayla dan memeluk tubuh vio sambil mengusap lembut rambut vio.
"Makasih ka makasih"
"Iya"
"Lang, gimana?" Tanya Riko kepada Gilang. Karena Riko tahu bagaimana Gilang jika sudah mengamuk.
Gilang tak bergeming, dia masih tetap diam melihat drama yang terjadi di ruangan nya, dirinya masih mengingat dengan jelas saat tiba tiba kayla datang dan langsung menyambarnya dengan satu tamparan yang keras.
"Lang?" Panggil Riko lagi.
Gilang tak menjawab panggilan dari Riko, dirinya lebih memilih melihat ke arah sang asisten nya itu. Riko yang mengikuti arah pandang Gilang pun kembali membuka suara nya "Lang, gue mohon lepasin adik gue lang"
"Kay" Panggil Riko. Riko lebih memilih meminta bantuan kepada Kayla karena dirinya yakin bahwa kayla bisa diandalkan.
Kayla yang mengerti pun menganggukan kepala nya dan mendekat ke arah Gilang.
"Mas aku minta maaf udah nampar kamu tadi. Tapi kamu pasti ngerti kan posisi ku seperti apa? Aku yakin jika kamu yang ada di posisi ku pun akan berbuat hal seperti itu, mungkin aja lebih"
"Mas maafin Vio ya, vio hanya anak anak yang suka sama kamu. Maafin dia ya mas"
"Pakai lagi cincin tunangan kita"
"Baik" Jawab Kayla dan langsung memakai cincin nya kembali.
"Hen, percepat pernikahan ku dengan Nadia" Titah Gilang kepada Hen.
"Apa?!!" Pekik Kayla.
"Kalau kamu ga mau, aku tidak akan memaafkan dia" Tegas nya sambil menunjuk ke arsh Vio.
"Baik mas, aku mau" Jawab Kayla.
"Bagaimana dengan orang tua dan keluarga ku?"
"Mereka sudah tau dan sudah setuju"
"Apa?!! Bagaimana bisa?"