Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Cafe



"Ini ponsel mu" Kata Asisten Hen kepada Lasha sambil memberikan ponsel milik Lasha.


Lasha pun mengambil nya "Apa kata kaka?"


"Aku disuruh mengantarmu pulang ketika kamu sudah selesai dengan tugas mu"


"Hah?"


"Iya"


"E.. Engga usah Hen. Biar nanti aku akan meminta antar kepada teman ku saja"


"Gapapa sha. Lagian itu suruh kaka mu aku tidak bisa menolak"


"Apa itu tidak akan mengganggu aktivitas mu?"


"Engga akan. Tenang aja" Jawab nya.


"Baiklah"


Hen pun kembali melanjutkan perjalanan nya karena memang tadi Hen sempat meminggirkan mobil nya terlebih dahulu sebelum mengangkat telpon nya.


Tak butuh waktu lama, Hen dan Lasha pun sampai di cafe dimana Lasha sudah janji bertemu dengan teman teman nya.


***


“Aku akan turun, kamu akan ikut turun atau akan di mobil saja Hen?” Tanya LAsha ketika sudah sampai di café tersebut.


“Aku akan menunggu mu di mobil, jika kamu sudah selesai dengan tugas mu kamu bisa langsung ke mobil aja ya, aku disini” Jelasnya dan Lasha pun menganggukan kepala nya.


Lasha pun turun dari mobil Asisten hen dan masuk kedalam café sambil mengedarkan pandangan nya untuk melihat ke arah sang teman teman nya. Setelah menemukan teman teman nya itu, Lasha pun mendekat ke


arah mereka.


“Hai” Sapa Lasha kepada teman teman nya.


Teman teman Lasha pun menoleh ke asal suara.


“Oh hai kamu udah datang, sini duduk” Ucap salah satu teman lasha.


“Iya, maaf ya aku terlambat. Soalnya tadi mobil aku mogok gatau kenapa” Jelas Lasha sambil duduk di antara teman teman nya yang lain.


“Gapapa ko”


“Terus kamu kesini naik apa sha?” Tanya Ola.


“Aku di antar sama sekertaris teman kaka ku”


“Oh gitu. Mana sekarang orang nya? Engga kamu ajak kesini?” Timpal Vera.


“Di nunggu di mobil aja katanya”


“Oyaudah kalau gitu ayo kita ngerjain tugas kita” Kata Mika. Mereka berempat pun mulai mengerjakan kembali tugas tugas mereka.


Sementara di meja lain tepat nya di meja pojok yang tidak jauh dari meja milik lasha, terlihat seorang pria gagah dan tampan sedang memperhatikan Lasha. Siapa lagi kalau bukan Asisten hen yang sedang memperhatikan nya.


Asisten hen memang ikut turun ketika Lasha sudah masuk ke dalam café itu. Entah kenapa hen merasa sedikit tidak tenang jika tidak melihat Lasha dari dekat. Akhirnya hen memutuskan untuk masuk ke dalam café tersebut.


***


Di café renaldi


“Ada apa sama mereka ya? Kenapa mereka bisa langsung akrab aja?” Gumam Renaldi dalam hati.


“Lagian kalau misalkan Lasha sama Hen juga gapapa sih, lagian kan hen juga belum pernah pacaran dan ya hen pasti ga akan nyakitin Lasha” Gumam nya lagid an akhir nya Renaldi pun memutuskan untuk kembali memeriksa dokumen laporan keuangan café miliknya.


***


Berbeda halnya dengan Renaldi yang tengah sibuk dengan beberapa dokumen laporan keuangan nya, kini Riko sedang sibuk dengan videocall bersama sang adik sepupu nya itu Vio yang sebentar lagi akan menikah dengan kekasih yang baru 2 minggu di pacari nya. Entah bagaimana mereka bisa langsung ingin menikah yang baru mengenal dan berpacaran selama 2 minggu itu.


“Dok, ada pasien yang akan memeriksakan kandungannya”


“Oh iya sus, lima menit lagi ya” Jawab nya.


“baik dok”


Riko : Yaudah Vi, kaka ada pasien lagi. Akan kaka usahakan datang ke acara pernikahan kalian ya.


Vio : Oke ka. Vio tunggu ya. Bye.


Riko : Bye.


Tuut.. sambungan pun terputus.


“Sus, persilahkan masuk”


“Baik dok”


“Selamat siang dok” Sapa pasien itu.


“Selam… Mey” Ucap riko terkesiap ketika melihat siapa yang datang untuk memeriksakan kandungan nya itu.


“Maaf dok, dia bukan Mey” Bisik sang suster kepada Riko.


“Ehh maaf nyonya. Anda sangat mirip dengan almarhum teman saya” Elak Riko.


“Gapapa dok” Ucap wanita itu.


***


Kembali lagi ke café


Kini Hen sudah satu jam lama nya berada di café yang ramai yang masih sama dengan memeperhatikan wanita yang sudah merombak rambik jantung dan paru-paru nya itu. Hen dengan satu gelas kopi nya yang belum habis itu sambil memainkan ponsel nya itu. Tak lama terdengar suara pria yang langsung merangkul pundak sang wanita pujaan nya.


“Hai sayang” Sapa pria itu. Lasha dan teman teman nya pun menoleh kea rah suara pria itu.


“Reka” Ucap Lasha ketika melihat siapa yang datang langsung merangkul pundak nya.


Cup.. kecupan mendarat di kening Lasha.


“Apa kabar?”


“Baik”


“Lepasin aku ka” Lanjut Lasha. Entah kenapa  Lasha jadi tak nyaman dengan perlakuan Reka.


Reka adalah mantan yang mengkhianati cinta Lasha. Reka berselingkuh dengan teman Lasha sendiri yang bernama Jenny. Reka dan Jenny sampai menjebak Lasha pada waktu malam itu.


“Kamu ga sayang lagi ya sama aku sha?” Tanya reka.


“Kita udah putus ka” Ucap nya.


“Engga sha, aku ga mau putus dari kamu” Ucap reka sambil menggenggam tangan Lasha.


“Reka lepasin” Kata Lasha.


“Reka udah lepasin Lasha. Kalian kan udah ga ada hubungan apa apa lagi, lagian kan ini juga salah elo Ka” Timpal Vera.


“Udah Ver lu diem aja deh” Kata nya.


“Reka lepasin aku” Kata lasha dengan mencoba menarik tangan nya dari genggaman Reka tapi sayang Lasha tak mampu melawan kuat nya tenaga Reka.


Hen yang melihat itu pun entah kenapa hati nya bergejolak, terasa sangat panas. Dirinya merasa bahwa café itu sedikit gerah. Hen semakin mengeratkan rahang nya ketika melihat Reka kembali mengecup pipi Lasha.


Dengan tidak bisa di tahan lagi, hen pun mendekat ke meja lasha dan segera melepaskan tangan Lasha dari genggaman sang mantan kekasih lasha.


“Lepaskan dia” Tegas hen.


Semua orang yang berada di café tersebut pun menoleh ke asal suara itu. Teman teman Lasha tercengang ketika melihat seorang pemuda tampan yang gagah dan berwibawa dengan sorot mata yang tajam sedang membela sang teman tercantik dan terbaik nya ini.


“Siapa kau? Berani berani nya kau menyuruhku” Ucap Reka dengan tak kalah tegas nya.


“Cepat kau lepaskan tangan nya!” Ucap nya lagi.


“Tidak akan”


Dan


Bug..


Satu pukulan mendarat di wajah Reka dan terlepas lah genggaman tangan Reka di lengan Lasha.


Setelah Hen melihat bahwa Reka telah melepaskan genggaman nya di tangan Lasha, Hen langsung menarik Lasha agar berdiri di belakang tubuh nya.


“Sialan!!” Gerutu Reka dengan menghapus darah yang berada di sudut bibir nya.


Reka pun mencoba membalas pukulan Hen tadi, tapi sayang nya tidak ada satu pun pukulan Reka yang mengenai tubuh Hen.


“Siapa kau sebenar nya? Berani berani nya kau mengambil wanita ku dan mengganggu ku!” Teriak Reka.


“Aku calon suami nya Lasha” Kata Hen dengan suara lantang.


Deg.. Jantung Lasha seakan berhenti ketika mendengar ucapan dari Hen dengan raut wajah yang serius.


Teman teman Lasha pun yang mendengar pun kembali tercengang mendengar penuturan dari Hen.


“Bukannya tadi Lasha bilang diantar oleh Asisten dari kaka nya?” Monolog Vera.


“Kalau asisten nya ganteng begini mah gue juga mau dong ah” Monolog Mika.


“Ganteng nya.. aaaa emaaak gue mau karungin deh” Monolog Ola.


“Itu ga mungkin” Elak Reka tidak mau menerima kenyataan yang terjadi di depan nya kini.


“Itu kenyataannya!” Tegas Hen.


“Apa itu benar Sha?” Tanya Reka kepada Lasha dan Lasha pun mengangguk dengan mantap.


Dan


Bug… satu pukulan tepat sasaran di wajah Hen. Hen yang memang tadi tidak terlalu focus dengan reka tidak bisa menghalau pukulan dari Reka.


“Hen!” Pekik Lasha ketika melihat Hen yang terpukul oleh Reka.


“Berhenti.. ada apa ini?” Teriak pengelola café.


“ASisten hen” Ucap nya dengan bola mata yang hampir loncat dari tempat nya ketika siapa yang dia lihat. Manager café tersebut pun langsung membukukkan badan nya dan langsung menyuruh para karyawan dan security membantu Asisten Hen.


“Bawa dia” Tunjuknya kepada Reka.


“Dan bawa Asisten hen ke rumah sakit secepatnya” Titah nya lagi kepada anak buah nya.