
Sebulan sudah Nadia bekerja di Rumah Sakit baru nya itu, semakin hari Nadia semakin terlihat bersemangat dalam menjalan kan tugas nya sebagai Dokter. Apalagi kini ia semakin dekat dengan Dokter tampan Rafel yang membuat nya semakin semangat saja.
Hal itu pun sudah terdengar sampai kepada telinga sang kaka dan juga Gilang. Tak ada satu pun tentang Nadia yang tidak di ketahui oleh kedua pria tersebut, apalagi oleh Gilang, Gilang yang memang sudah terbakar api cemburu karena ia melihat langsung sosok pria seperti apa Rafel itu. Ya Gilang sangat mengacungkan jempol nya karena paras dan pekerjaan nya yang memang sangta wah dan cocok untuk wanita pujaan nya di banding kan dengan dia. Tapi Gilang tetap tidak akan pernah mau jika milik nya di miliki oleh orang lain. Maka dari itu ia selalu saja akan berbuat dan mencari tau siapa pria yangs edang dekat dengan wanita pujaan nya itu.
Sebulan sudah sejak kepulangan diri nya dari London, kini Gilang semakin menjadi pria yang berjiwa dingin dan tak berperasaan, yang biasa nya ia selalu berpenampilan rapih dan gagah, kini ia menjadi pria yang bernampilan urakan atau bisa di bilang ia tidak mementingkan penampilan nya lagi kecuali ia akan bertemu dengan wanita nya atau pun jika wanita nya itu kembali ke dalam pelukan diri nya lagi.
"Bagaimana?" Tanya Gilang kepada sang asisten nya itu.
"Yang saya dapatkan ia adalah anak dari seorang pembisnis terbesar ke 3 di negara London bos"
"Cari informasi yang spesifik mungkin"
"Baik bos" Ucap Asisten nya itu sambil keluar dari ruangan bos nya.
"Sulit sekali mencari data tentang dia. Siapa dia sebenar nya?" Gumam nya dalam hati,
***
DI tempat lain terdapat 2 orang pria dan wanita yang sedang duduk berhadapan sambil memgang segelas wine di tangan nya.
"Bagaimana, Apakah sudah bertemu dengan wanita itu? Aku dengar kau sudah bertemu dan bahkan sangat dekat dengan nya?" Tanya wanita itu.
"Jika kau sudah tau kenapa harus tanya saya?" Jawab formal pria tersebut.
"Formal sekali"
"Sudah lah, aku tak ingin ikut campyra dengan urusan mu"
"Apa maksud mu? Kau tidak ingin mengikuti perintah ku?"
"Ya aku tidak ingin mengikuti perintah mu, dulu saja kau sudah gagal bagaimana sekarang!"
"Apa kau sudah benar-benar jatuh cinta kepada wanita sialan itu haa?"
"Ya"
"Brengsek"
"Dia wanita baik, kenapa aku harus jahatin dia coba?"
"Karena dia udah merebut pria yang udah menjadi milik ku"
"Kau yang salah, kau yang sudah berselingkuh kenapa kau malah seperti ini"
"Pokok nya kau harus mencelakakan dia!"
"Pokok nya aku ga mau ikut campur masalah kalian" Ucap Pria tersebut tegas dan langsung meninggalkan wanita itu sendiri.
"Sial!"
***
Rafel bergegas untuk menjemput Nadia di apartemen nya untuk berangkat dan mengajak Nadia berjalan-jalan, karena hari ini mereka sedang libur. Entah karena kebetulan atau apa, mereka berdua selalu 1 shift dan selalu bareng ketika mendapatkan jadwal libur.
Setelah kurang dari 1 jam di perjalanan, akhir nya Rafel pun sampai di parkiran VVIP apartemen Nadia. Rafel pun turun dari mobil nya dan langsung menuju apartemen milik nadia itu.
Ting tong.. Suara bel apartemen Nadia.
Ceklek..
"Eh ada Rafel. Masuk el" Ucap Sifa.
"Oh iya makasih ya sif"
"Sebentar ya Kayla nya masih ada di kamar mandi"
"Oh iya sif gapapa"
"Mau minum apa?"
"Oke bentar ya"
"Iya"
Sifa pun pergi ke dapur untuk membuat kan minum untuk Rafel. Setelah selesai ia pun kembali dengan membawa jus jeruk untuk Rafel.
"Nih diminum ya"
"Oh iya sif, makasih ya"
"Iya"
"Aku ke kamar dulu ya, panggil Kayla" Lanjut nya.
"Oh iya sifa"
Sifa pun kembali meninggalkan Rafel di ruang tamu sendiri.
***
Di kamar
"Kay udah ada Rafel tuh jemput" Ucap Sifa ketika melihat Nadia baru keluar dari kamar mandi.
"Oke, aku siap siap dulu"
"Oke"
"Yaudah kalau gitu aku ke ruang tamu ya nemenin Rafel"
"Oke"
Sifa pun kembali ke ruang tamu untuk menemui rafel.
"Fel?" Panggil Sifa.
"Iya sifa?"
"Kayla nya baru beres mandi. Maaf ya lama"
"Gapapa sif, lagian gue juga tau ko mandi sama dandan nya cewe itu kaya gimana. lama buanget kan"
"Haha bisa aja kamu"
"Iya lah"
"Yaudah di minum dulu air nya"
"Oke sif"
Beberapa menit kemudian.
"Hay" Sapa Nadia kepada Sifa dan Rafel.
Sifa dan rafel yang mendengar sapaan dari Nadia pun langsung menoleh dan betapa terkejut nya mereka berdua ketika melihat penampilan Nadia yang begitu menakjubkan.
"Ko liatin nya gitu sih? Apa ada yang salah sama penampilan ku?" Tanya Nadia kepada mereka berdua.
"Eh ga ada ko, ga ada yang salah"
"Loh terus kenapa?"
"Kamu cantik Kay" Ucap Rafel.
"Iya beneran cantik" ucap Sifa.