Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Kecurigaan Key



"Bisa aja kamu"


"Yaudah yuk kita berangkat" Ajak Nadaia kepada rafel.


"Iya" Jawab Rafel. Dan mereka pun berangkat untuk berkencan.


Entah ini kencan yang keberapa, tapi mereka berdua masih menganggap ini sebagai kencan. Biarlah mereka menjadi seperti anak ABG untuk sementara waktu, sebelum masalah besar menghampiri mereka berdua.


***


Di Apartemen


"Semoga kalian selalu bahagia ya" Gumam Sifa sambil melihat kearah Kayla dan Rafel yang akan pergi berkencan.


"Akhir nya aku bisa liat Kayla balik lagi kaya dulu jadi sosok yang periang" Lanjut nya lagi.


Dret... Dret... Dret... Ponsel Sifa bergetar menandakan bahwa ada sebuah pesan yang masuk ke ponsel nya itu. Sifa pun melihat nama yang tertera di layar ponsel nya itu, Sifa tersenyum bahagia ketika melihat nama sang kekasih yang menghiasi indah nya layar ponsel milik nya itu, Sifa pun langsung membalas pesan dari sang kekasih.


My Key❤️


Sayang...


Sifa


Iya?


My Key❤️


Sedang apa?


Sifa


Sedang melihat adik ipar yang baru saja di ajak kencan oleh pria nya.


Melihat jawaban dari Sifa, Keynan langsung memvideo call sang kekasih nya itu.


Keynan : Maksud kamu Nadia?


Sifa : Iya, siapa lagi. Emang kamu punya adik berapa Key?


Keynan : Hehe cuma satu sih. Emang Nadia kencan sama siapa?


Sifa : Siapa lagi kalau bukan Rafel.


Keynan : Apa mereka udah sedeket itu?


Sifa : Iya, memang nya kenapa Key? Apa ada masalah?


Keynan : Engga.


Keynan : Baiklah baiklah. Jadi gini.....


Flashback On


Key yang selalu mendengar kabar dari kekasih nya itu bahwa sang adik sedang dekat dengan seorang pria, ia langsung meminta kepada sang asisten nya untuk mencari tau tentang pria itu dan latar belakang nya. Setelah menunggu sampai 3 hari ia baru bisa mendengar jawaban dari sang asisten nya itu, itu pun tidak dapat membuat diri nya puas, pasal nya sang asisten memberikan informasi yang tidak seperti biasa nya, detail dan selalu pas dalam hati dan benak nya itu.


"Bagaimana Fai, apa kamu sudah mendapatkan informasi tentang pria yang bernama Rafel?"


"Begini tuan muda, setelah saya 3 hari mencari informasi tentang pria tersebut. Saya hanya mendapatkan informasi seperti ini. Jadi pria itu bernama Rafel Anggara Saputra, ia termasuk dari keluarga terkaya nomor 3 di Negara London, ia memiliki perusahaan dan cabang di mana-mana tetapi sayang, ia tidak minat untuk terjun langsung ke perusahaan tersebut, ia lebih memilih untuk menjadi dokter bedah di rumah sakit milik perusaaan anda" Jelas nya.


"Aneh" Ucap Keynan sambil berfikir.


"Iya tuan muda, saya pun merasa aneh kepada Rafel, karena sangat sulit mencari informasi yang bersangkutan dengan beliau. Apa mungkin ia adalah orang yang benar-benar berpengaruh di Negara tersebut?"


"Bisa saja perusahaan mereka memiliki cabang yang memang tidak bisa di ketahui oleh sia[aun dan bisa saja semua informasi tidak akan semudah itu mendapatkan nya" Ucap nya seaya menerawang jauh.


"Apa bos merasa curiga?"


"Ya tentu. Bisa saja Rafel adalah suruhan dari orang untuk mencelakai Nadia"


"Bisa jadi"


"Baiklah, kamu boleh keluar saya harap kamu bisa mendapatkan informasi yang lebi detai lagi"


"Baik bos"


Flashback Off


Sifa : Oh jadi gitu, iya aku ngerti. Tapi sejauh ini yang aku liat Rafel anak baik ko sayang. Dia sopan, ramah dan sellau menjemput Kayla ke apartemen, tidak seperti laki-laki lain kan yang tidak mau menjemput wanita nya kerumah nya, tapi ia berani datang kesini.


Keynan : Iya sih kalau di liat dari situ nya mah. Tapi aku minta sama kamu untuk hati-hati ya, kalian harus bisa jaga diri disana, aku usahakn akan sering-sering menengok kalian kesana.


Sifa : Iya sayang, aku dan Kayla pasti bisa jaga diri. Lagian kamu juga ga akan tinggal diem kan? Kamu pasti udah nyuruh orang buat jagain kita disini?


Keynan : Ko kamu tau?


Sifa : Tau lah, kamu ga akan mungkin biarin orang yang kamu sayang berada dalam bahaya.


Keynan : Aduh, pacar iapa sih ini, gombal banget.


Sifa : Apa sih Key.


Keynan & Sifa : Hahahaha.


Mereka berdua pun melanjutkan ngobrol nya dengan penuh canda dan tawa.