Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Senja di sore hari



"Apa kita harus merestui mereka sif?"


"Kita lihat saja duku bagaimana perkembangan nya, kalau emang Nadia nyaman dengan gilang ya kamu mau ga mau harus bisa merestui hubungan mereka"


" Baiklah"


"Oya, apakah ayah dan bunda sudah tau tentang masalah ini?"


"Sepertinya sudah"


"Kamu beritahulah dulu kepada ayah dan bunda takut mereka khawatir"


"Baiklah"


Keynan pun mengambil ponsel nya dan mencari nama sang ayah untuk menceritakan semua nya.


Keynan : Hallo yah.


Ayah : Iya nak?


Keynan : Key sama sifa lagi ada di London yah.


Ayah : Loh ko kalian ada di London? Bukan nya lagi di Bali?


Keynan : Iya yah, kaka sama sifa langsung terbang ke London pas dapet kabar dari Faisal kalau Nadia disini dalam kesulitan yah.


Terdengar hembusan nafas panjang dari ayah.


Keynan : Yah, apa ayah gapapa?


Ayah : Ayah gapapa, padahal ayah sengaja ga ngasih tau kamu biar kamu bisa senang senang sama sifa disana, tapi tebakan ayah salah.


Keynan : Maaf yah, kaka ga bisa kalau hanya diam melihat nadia dalam kesulitan. Kaka juga minta maaf ga bisa jaga nadia lagi kaya duly.


Ayah : Gapapa nak, ayah ngerti ayah juga paham. Sudah kamu jangan menyalahkan diri mu, kamu sekarang sudah memiliki tanggung jawab, kamu sudah memiliki seorang istri nak, saatnya kamu fokus dengan istrimu.


Bunda : Iya nak, kamu sekarang sudah saat nya fokus dengan sifa, beri kami cucu. Soal nadia berikan lah semua tanggung jawab kepada ayah, kamu cukup pantau saja adik mu dari jauh. Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri, emang sudah seharusnya seperti ini nak.


Keynan : Tapi bun kaka ga bisa.


Bunda : Kamu harus bisa key, kamu sudah menjadi seorang suami sekarang. Tanggung jawab sudah semakin besar, biarkan adik mu ayah yang akan mengurus nya.


Ayah : Nanti jika ayah kecolongan kamu bisa bantu ayah nak. Kamu akan tetap pantau adikmu dari jauh.


Keynan : Baik bunda, ayah. Keynan akan mengikuti apa yang kalian katakan.


Ayah : Baiklah kalau begitu.


Bunda : Kamu sekarang sedang berada di mana nak?


Keynan : Apartemen Nadia bun.


Bunda : Menginaplah dulu, setelah itu kalian bisa kembali berhoneymoon.


Keynan : Kaka dengan sifa sudah sepakat akan pulang ke Indonesia bunda.


Bunda : Baiklah jika itu keinginan kalian, tapi ingat bunda ingin segera menggendong cucu.


Keynan : Iya bunda. Yaudah kalau gitu kaka matikan ya bun sambungan telpon nya. Bunda sama ayah jaga kesehatan.


Bunda : Iya nak.


Tut... Sambungan pun di putus oleh Keynan.


"Bagaimana?" Tanya sifa.


"Seperti yang kamu bilang tadi"


"Yaudah, sekarang jangan di pikirin lagi ya"


"Aku kepikiran omongan bunda tadi"


"Apa?"


"Bunda ingin segera menggendong cucu" Ucap keynan dan bergasil membuat wajah Sifa merah seperti tomat.


***


Masih di tepi pantai, terdengar suara ombak yang mampu menyihir setiap mata dan telinga manusia.


Lagi dan lagi Nadia berdecak kagum dengan apa yang kini sedang ada di hadapan nya.


"Seneng banget kaya nya" Ledek Gilang yang lagi dan lagi melihat Nadia selalu tersenyum. Nadia yang mendengar celotehan dari Gilang pun tersenyum dan menganggukan kepala nya dengan semangat.


"Ga pernah liat pantai ya sebelum nya?" Ledek nya lagi.


"Kalau iya emang kenapa hem? Kamu kan tau aku itu selalu mengisi hari hari ku dengan buku"


"Ah masa iya?"


"Tanya aja sama kaka"


"Aku mau nya tau dari kamu jadi gimana dong?"


"Udah aku jawab wle" Jawab nya dengan menjulurkan lidah nya.


"Dih gemesin banget sih"


"Pengen cium deh jadi nya" gumam gilang dalam hati.


Nadia hanya tersenyum dan kembali melihat langit yang akan memunculkan senja nya.


Nadia semakin terkagum kagum ketika melihat senja yang sudah di sediakan di depan mata nya saat ini.


Entah sejak kapan ada iringan lagu yang menghiasi senja yang sangat indah.


To the bone - pamungkas


Have I ever told you


I want you to the bone?


Have I ever called you


When you are all alone?


And if I ever forget


To tell you how I feel


Listen to me now, babe


I want you to the bone


I want you to the bone, ooh, ooh, ooh, ooh


I want you to the bone, oh, oh, oh, oh


Maybe if you can see


What I feel through my bone


Every corner in me


There's your presence that grown


Maybe I nurture it more


By saying how I feel


But I did mean it before


I want you to the bone


I want you to-


Nadia yang merasa ada seseorang yang memberikan sesuatu pun melihat ke arah tersebut...


Take me home, I'm fallin'


Love me long, I'm rollin'


Losing control, body and soul


Mind too for sure, I'm already yours


Daann...


Mereka pun saling tatap, karena wajah mereka saling bertemu satu sama lain.


Mereka berdua saling tatap satu sama lain dengan diiringi dengan hembusan angin yang semakin kencang. Membuat rambut Nadia terbang kesana kemari terbawa angin, menambah kesan seksi dan cantik nya seorang Nadia.


Walk you down, I'm all in


Hold you tight, you call and


I'll take control your body and soul


Mind too for sure, I'm already yours


Entah kenapa wajah Gilang semakin dekat dan Nadia pun seakan terhipnotis ia pun memejamkan mata nya.


Dann...


Cup..


Gilang mencium bibir pink milik Nadia, dengan masih terdengar suara iringan lagu, suara ombak dan angin yang berhembus kencang.


Would that be alright?


Hey, would that be alright?


I want you to the bone, ooh, ooh, ooh, ooh


So bad I can't breathe, oh, oh, oh, oh, ooh


I want you to the bone


Of all the ones that begged to stay


I'm still longing for you


Of all the ones that cried their way


I'm still waiting on you


Maybe we seek for something that


We couldn't ever have


Maybe we choose the only love


We know we won't accept


Or maybe we're taking all the risks


For somethin' that is real


'Cause maybe the greatest love of all


Is who the eyes can't see, yeah


Take me home, I'm fallin'


Love me long, I'm rollin'


Losing control, body and soul


Mind too for sure, I'm already yours


Walk you down, I'm all in


Hold you tight, I call and


I'll take control of your body and soul


Mind too for sure, I'm already yours, oh


Oh, yes


I want you to the bone, yeah


I want you to the bone


I want you to the bone, yeah


I want you to the bone, bone, ooh


I want you to the bone


"Maaf" Ucap Gilang ketika sudah kembali kedalam keaadaran nya.


"Ah iya, aku juga minta maaf"


"Udah hampir malam, apa kamu ga pulang Nad? Angin nya juga gede banget" Kilah Gilamg karena salting.


"Ah iya aku juga mau pulang" Jawab Nadia juga salting.


"Yaudah ayo kita pulang"


"Iya"


Mereka berdua pun berjalan menuju mobil yang sudah terparkir rapih.


"Kita makan dulu ya Nad?" Tanya Gilang ketika sudah di dalam mobil.


"Tapi aku mau langsung pu...."


Kreeeekkkkk (Suara perut Nadia"


"Yakin mau langsung pulang?" Ledek Gilang sambil menahan tawa nya.


"Ngeledek ya kamu. Yaudah kita cari makan aja dulu" Kata Nadia sambil menahan rasa malu nya.


"Oke"


Gilang pun melajukan mobil nya mencari restoran dekat pantai.