Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Hen dan Lasha



Gilang pun keluar dari ruangan nya dan melangkahkan kaki nya menuju lift.


“Apakah anda akan pulang tuan muda?” Tanya Nina.


“Ya. Saya tidak akan masuk selama satu bulan, tugas mu sudah ku berikan kepada Asisten Hen. Kamu tinggal tanyakan saja kepada nya”


“Baik tuan muda” Kata nya dan Gilang pun menganggukan kepala nya dan kembali melangkah menuju lift untuk


segera menjemput sang istri tercinta nya itu.


“Nina” Panggil Hen.


“Iya Asisten hen”


“Masuk!” Titah nya, Nina pun masuk kedalam ruangan sang bos.


“Iya Aisten hen, apa ada yang bisa saya bantu?”


“Tuan muda Gilang tidak akan masuk selama satu bulan, dan tugas mu itu seperti biasa tapi selama satu bulan ini kamu harus membantu saya”


“Baik asisten Hen”


“Kamu boleh keluar”


“Baik, saya permisi” Kata nya dan Nina pun keluar dari ruangan tersebut.


***


Setelah kurang lebih empat jam di dalam ruang operasi, akhirnya Nadia bisa bernafas lega, karena operasi yang dirinya lakukan berhasil.


Nadia pun membuka baju khusus nya dan mencuci kedua tangan nya dan langsung menuju ke ruangan nya. Karena hanya ini saja Nadia masuk dan selebihnya dirinya menhambil cuti selama satu bulan untuk honeymoon.


Nadia pun langsung menghubungi sang suami tercinta untuk menjemput nya.


"May, aku sudah ambil cuti untuk satu bulan ke depan" Katanya setelah Nadia menghubungi selesai menghubungi sang suami.


Maya yang mendengar nya pun melongo "Apa bu? Satu bulan? Emangnya ibu mau kemana sampai satu bulan gitu?"


"Anak kecil ga boleh tau"


"Ck dasar ibu" jawab nya dan Nadia pun terkekeh.


"Terus Maya gimana dong bu? Kan kalau ibu cuti otomatis Maya juga ga masuk"


"Ya kamu bisa liburan May, manfaatkan waktu liburan mu ini ya"


"Iya deh bu. Ibu juga semoga happy ya bu, jangan lupa oleh oleh nya" Katanya sambil terkekeh, Nadia dan Maya pun sama sama terkekeh.


Dret.. Dret.. Dret.. Ponsel Nadia bergetar menandakan bahwa ada pesan yang masuk. Nadia pun melihat layar ponsel nta ternyata sang suami lah yang mengirim kan pesan kepada nya. Nadia pun langsung membuka dan membaca nya.


To : Gilang


Sayang, aku sudah di parkiran rumah sakit, aku tunggu di mobil ya.


Nadia yang membaca pesan dari sang suami pun tersenyum bahagia.


"May aku udah di jemput, kamu juga jangan lupa pulang ya"


"Beres bu"


"Dadah bu dokter" Lanjut nya.


"Dah"


Nadia pun keluar dari ruangannya dan berjalan menuju parkiran rumah sakit.


"Mas lama ya nunggu nya?" Tanya Nadia ketika sudah berada di dalam mobil.


"Ga terlalu sayang" Jawab nya yang kemudian menyalakan mesin mobilnya dan menjalankan mobil nya meninggalkan rumah sakit.


"Gimana tadi operasi nya, lancar?" Tanya nya.


"Allhamdulillah mas lancar dan aku berhasil"


"Allhamdulillah, aku bangga padamu sayang"


"Terimakasih mas, aku juga bangga padamu mas"


"Baiklah" Jawab Nadia dan Gilang pun mencari restoran terdekat.


***


"Ck ada ada aja deh" Keluh Lasha dalam mobil nya yang tiba tiba saja mogok.


"Mana ga ada bengkel lagi sekitar sini" Keluh nya lagi dan kemudian keluar dari mobil nya.


"Aku coba telpon ka Renal deh" Lasha pun mencari nomor sang kaka nya dan tapi hasil nya nihil, tak ada satu panggilan pun yang di terima oleh sang kaka.


Lasha pun menoleh ke kanan dan ke kiri di mana jalan itu nampak sepi dan tak ada siapapun di sana.


Lasha yang sedang bingung pun di kejutkan dengan mobil yang berhenti di dekat mobil nya.


Ckiiit...


"Siapa?" Tanya Lasha dalam hati nya.


Keluar lah seorang pria yang gagah dan tampan dari mobil nya itu.


"Kamu" Kata Lasha sambil mengingat siapa nama nya.


"Ada yang bisa saya bantu nona?" Tanya Asisten hen kepada Lasha.


Ya yang datang adalah Asisten Hen, asisten yang paling di andalkan oleh seorang Gilang Putra Mahendra.


"Eh maaf tuan, in.. Ini mobil saya gatau kenapa tiba tiba aja mogok"


"Panggil saja saya Hen, nona"


"Ah iya Hen. Panggil saja juga dengan sebutan Lasha tanpa ada embel embel nona"


"Tapi nona itu sangat tidak sopan"


"Gapapa, kalau kamu ga mau, aku juga akan memanggil mu dengan sebutan tuan" Kata nya dan mampu membuat Hen tersenyum manis.


Ah baru kali ini Hen bisa tersenyum semanis ini kepada seorang wanita.


"Baik, aku akan memanggil mu dengan sebutan Lasha tanpa ada embel embel nona"


"Gitu dong" Jawab nya dan tersenyum manis.


Deg... Deg... Deg... Jantung Hen berpompa cepat seperti sedang berlari.


"Aduh gue kenapa ini?" Monolognya dalam hati.


"Ah boleh aku memeriksa mobil mu Lasha?" Tanya Hen mengalihkan jantungnya yang berpacu dengan cepat.


"Ah iya silahkan saja Hen" Jawab nya dan diangguki oleh Hen.


Hen pun memeriksa mobil Lasha, setelah memeriksakan nya Hen pun menghubungi bengkel yang biasa ia datangi.


"Aku sudah menghubungi bengkel langganan ku, mungkin akan lama untuk sampai ke sini. Apa kamu ada sesuatu yang penting? Aku akan mengantarkan kamu" Tanya Hen.


"Hem bagaimana ya, sebenarnya aku ada janji dengan teman ku di cafe untuk menyelesaikan tugas kuliah ku"


"Mau ku antar? Biar mobil mu akan di bawa oleh bengkel langganan ku"


"Emm.. Apa tidak merepotkan?"


"Tentu saja tidak"


"Baik lah kalau begitu"


Hen pun tersenyum senang ketika mendengar jawaban dari Lasha, entah mengapa hati nya seperti berbunga bunga mendengar jawaban dari adik dari sahabat dekat sang bos nya itu.


"Ayo" Ucapnya dan membukakan pintu mobil nya untuk Lasha.


"Terimakasih" Ucapnya dan masuk ke dalam mobil tersebut.


"Iya" Jawab Hen dan ikut masuk ke dalam mobil tersebut dari pintu yang berlawanan.


Setelah siap, Hen pun menyalakan mesin mobil nya dan menjalankan mobilnya menuju cafe yang akan di datangi oleh Lasha.