Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Rencana Vio



Sedangkan di kamar yang bernuansa merah muda itu. Terlihat seorang gadis sedang berguling guling memikirkan rencana apa yang harus ia lakukan agar bisa merusak hubungan sang pria pujaan nya dengan wanita tunangan nya itu.


“Haaah… aku jadi bingung harus melakukan apa” Ucap Vio.


“Ah aku tau” Kata nya dan mengambil ponsel nya mencari nama teman dekat nya itu.


Vio pun menghubungi teman dekat nya.


Di telpon


Vio : Hallo ra?


Rara : Iya Vi ada apa?


Vio : Apa besok kamu ada acara Ra?


Rara : Engga Vi. Kenapa?


Vio : Oke. Kalau gitu aku akan jemput kamu besok jam dua belas siang ya. Temani aku bertemu dengan pria tampan.


Rara : baiklah.


Vio : Ya sudah aku matikan ya Ra.


Rara : Iya Vi.


Tut.. Tut.. Tut.. Sambungan telpon pun di putus oleh Vio.


Vio pun tersenyum “Kamu lihat saja ka apa yang akan aku lakukan untuk mendapatkan kamu” Ucap nya dengan senyum sinis nya.


***


“Ada apa lu ngajak gue ketemu di sini?” Tanya Gilamg kepada riko setelah sampai di café.


“Duduk dulu kenapa lang” Jawab Riko santai.


Gilang pun duduk dan memesan minuman nya.


“Gue sibuk Rik, abis ini gue masih ada meeting lagi” ucapnya.


“Iya iya, lagian gue bentar doang ko ketemu sama elu”


“Ada apaan?”


“Gue mau bilang, lo harus hati-hati sama sepupu gue si Vio”


“Iya. Dari dulu kan lu bilang kalau gue harus hati-hati sama sepupu lo, ini gue udah hati-hati rik”


“Gue serius lang, tadi gue lagi ngobrol, terus dia nanya nanya soal elu, gue bilang aja kalau lu itu duah punya tunangan, dan kata dia dia mau bikin hubungan lu rusak”


“Cih. Bisa bisa nya anak kecil kaya dia mau hancurin hubungan gue” Ketus Gilang.


Riko yang mendengar nya pun kembali berbicara “Lang gue mohon elu jangan sakitin sepupu gue itu”


“Gimana dia aja Rik”


“Gue ga bakal nyakitin dia, kalau dia ga di kewat batas, dan dia ga gangguin nadia” Lanjutnya.


“Gue juga selama ini udah diem sama tingkah laku sepupu elo, tapi kalau tetep dia nyya ga bisa jaga sikap ke gue sama Nadia, apa boleh buat gue harus bertindak biar dia kapok” Lanjutnya lagi.


“Sebisa mungkin gue bakal halangin Vio lang” Pasrah riko.


Gilang pun menganggukan kepala nya “gue percaya sama elo” Katanya.


“Gue pamit, gue masih ada meeting” Lanjutnya.


“Oke” Jawab riko.


Gilang pun pergi meninggalkan café tersebut setelah selesai berbicara dengan riko.


“Gue harus ngelakuin apa lagi buat jagain Vio” KEluh Riko setelah kepergian Gilang.


“Apa yang harus gue perbuat?” Gumamnya.


Riko pun beranjak dari duduk nya untuk pergi dari café tersebut, untuk menuju rumah nya.


***


Keesekoan hari nya


“Emang kita mau kemana sih?” Tanya rara kepada Vio setelah sampai di rumah Vio tak lain adalah rumah mlik Riko.


“Kita ke suatu tempat”


“Iya suatu tempat itu kemana?”


“Adda deh”


“Yaudah yuk ah” Ajak Vio kepada rara. Rara pun mengagguk kan kepala nya menyutujui ajakan Vio.


Rara dan Vio pun masuk kedalam mobil rara. Riko yang melihat itu pun mengikuti mobil mereka. Riko sengaja izin tidak masuk ke rumah sakit karena dirinya akan mengikuti sang sepupu nya itu.


“Kamu mau kemana Vi? Mau lakuin apa? Semoga aja kamu ga lakuin hal yang aneh aneh” Gumam Riko di dalam hati nya.


***


“I.. inikan?” ucap riko menggantungkan ucapan nya ketika melihat bahwa dirinya berada di villa milik keluarga nya.


“Mau apa Vio ke Villa?” Lanjutnya.


Tak lama terlihat mobil yang Riko kenal.


“Kayla?” Ucap nya membulatkan mata nya.


Riko pun langsung turun dari mobil nya untuk melihat apa yang akan terjadi di dalam.


***


Di dalam Villa


“Permisi” Teriak Kayla.


Ceklek..


“Ayo ka masuk” Ajak Vio kepada kayla.


“Ehh iya” jawab Kayla bingung. Karena Kayla memang tidak kenal dengan siapa wanita yang berada di hadapan nya saat ini.


“Ayo duduk ka. Ra bikini minum ya buat ka kayla”


“Oke” Jawab rara.


“Eh ga usah repot repot”


“Ga repotin ko ka”


“Baiklah”


“Hem.. Maaf sebelum nya, kamu siapa? Dan ada perlu apa kamu menghubungi ku untuk menemui mu disini?” Tanya kayla ketika sudah di suguhkan minuman di hadapan nya.


“Aku Vio ka, aku sepupu dari Ka Riko. Pasti kaka juga kenal kan sama Ka Riko?”


“Oh iya, itu teman tunangan ku”


“Tunangan kaka itu Gilang Putra MAhendra ya ?”


“Loh ko kamu tau?”


“karena dia itu calon suami aku ka” Celetuk nya.


Deg..


“Apa katanya calon suami?” Guamam Kayla.


“Calon suami kamu?” Tanya Nadia berusaha tenang.


“Iya, ka Gilang itu calon suami aku. Kami sudah bertunangaan 2 tahun yang lalu. Ini bukti nya” Ucap Vio sambil menunjukkan jari manis yang sudah bertengger cicin berlian disana.


“Apa ada bukti lain selain itu?” Tanya kayla lagi masih berusaha tenang.


“Ada” Kata Vio.


“Apa?”


Vio pun mengambil ponsel nya dan memperlihatkan kontak yang bernama ‘My Love’


“Kaka pasti akan kenal dengan suara ini” Ucap Vio dengan menekan icon hijau di layar ponsel nya.


Tak lama terdengar suara pria yang amat sangat Kayla kenal. Siapa lagi kalau bukan gilang pemilik suara itu.


Gilang : Hallo.


Vio : Hallo ka.


Gilang : Iya ada apa Vi?


Mendegar suara Gilang, Kayla langsung meninggalkan tempat itu dengan menahan air mata nya. Melihat kepergian Kayla, Vio pun tersenyum penuh kemenangan dan menjawab pertanyaan dari Gilang.


Vio : Ga ada apa-apa ko ka, maaf ya ka udah ganggu waktu kerja kaka.


Gilang : Oke.


Tuut.. Sambungan pun terputus.


“Maksud kamu apa sih vi? Ko cewe itu kaya…” Tanya rara ketika melihta Kayla pergi cepat cepat. Karena Rara baru saja kembali dari belakang villa vio, karena rara habis berfoto selfie dan mengirimkan nya ke media sosial.


“Viosyah” Teriak riko dengan wajah penuh amarah nya.


Dan


Plakkk.. satu tamparan keras terkena pipi mulus Vio. Rara yang melihat itu pun melongo takjub sampai menutup mulut nya dengan kedua tangan nya Karena tak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat.


“Ka.. riko” Lirih nya.


“Apa apaan kamu Vio. Apa yang udah kamu katakan kepada Kayla hah?” Teriak Riko.


Vio hanya menggelengkan kepala nya.


“Jawab kaka, Vio” Ucap nya lagi.


“Aku mengatakan bahwa ka Gilanga dalah calon suami ku ka” Jawab Vio dengan mengahpus air mata nya dan memberanikan diri nya menatap Riko.


Plakk. Riko kemabali menampar pipi mulus Vio.


“Kamu tau apa yang kamu lakukan itu bisa membuat hubungan mereka rusak Vio”


“Aku tau ka. Maka dari itu aku sengaja mengatakan itu karena aku ingin melihat hubungan mereka rusak, dan aku bisa mengambil ka Gilang dari wanita itu”


“Kaka gatau lagi harus menolong mu seperti apa vio. Kamu akan melihat murka nya seorang Gilang” Ucap nya dan meninggalkan Vio dan rara di villa itu.


Rara yang melihat dan mendengar perdebatan mereka pun akhir nya mengerti dengan apa yang terjadi.


“Kamu egois Vi, kamu tega udah ngerusak hubungan orang. Aku ga nyangka kalau aku punya temen sejahat kamu” Kata rara sambil ikut meninggalkan vio sendiri di villa nya.


“Pergi aja sana kalian berdua pergi”


“Aku udah ga butuh kalian” Teriak nya ketika rara dan riko sudah pergi meninggalkan villa tersebut.


***


Brak… pintu ruang kerja Gilang tiba-tiba terbuka dengan sekali hentakan. Gilang dan sang asisten pun terlonjak kaget ketika mendnegar suara pintu yang terbuka sangat keras itu.


Gilang dan sang asisten pun melihat kearah pintu tersebut dan betapa terkejut nya ketika mendapati Nadia yang dengan wajah marah, dan mata sembab nya itu.


“Kamu..” Ucap kayla sambil menunjuk kearah Gilang.