
"Aku mau masuk Lang" Ucap Kayla lirih ketika sudah di depan pintu ruang ICU, yang di mana kini Rafel sedang berbaring lemah di tempat itu.
"Iya" Jawab Gilang.
Kayla pun masuk ke dalam ruangan tersebut dengan menggunakan pakaian yang sudah di sediakan oleh rumah sakit.
***
Di depan ruangan ICU
"Hubungi Keynan segera"
"Jelaskan dan suruh dia datang kemari" Lanjut Gilang.
"Baik bos" Ucap sang asisten.
Asisten Hen pun segera menghubungi ponsel Keynan.
***
Di dalam ruangan
"Hay" Sapa Kayla kepada Rafel dengan sangat lirih menahan air mata yang akan turun.
"Kamu seneng banget ya kaya nya tidur lama lama, emang nya ga pegel hem?" Katanya lagi.
"Fel, aku kangen kamu, emang kamu ga kangen aku juga?"
"Fel ayo bangun, kita jalan jalan lagi, kita makan bareng lagi, kita ketawa ketawa bareng lagi fel"
"Ko kamu gitu sih ga jawab omongan aku, ga jawab apa yang aku ucapin"
"Fel, maafin aku ya"
"Hikss.... Hikss... Hikss..." Akhir nya terdengar isakan dari Kayla yang sudah tidak bisa ia tahan lagi.
"Kamu tau ga sih Fel, aku tuh kesepian banget tau kalau kamu kaya gini. Masa kamu ga kasian sih sama aku, fel ayo bangun fel ayo bangun" Ucap nya lagi.
Tak terasa Rafel pun ikut mengeluarkan air mata nya, Kayla yang melihat itu pun langsung menekan tombol yang ada di dekat ranjang Rafel.
Tak lama setelah Kayla menekan tombol itu, dokter dan perawat pun berlari ke arah ruangan Rafel.
"OK, Rafel had tears in his eyes"
"Okay, I'll check"
"How about doc?" Tanya Kayla ketika melihat dokter sudah memeriksa kondisi Rafel.
"Continue to invite the patient to talk, Madame, because the patient can still listen to what people around him are saying. Therefore, please help the patient by providing motivation, or words of encouragement to encourage him to open his eyes"
"Okay doc"
"Then I'll excuse me. If there is another emergency, you can press the button again"
"Okay doc, thanks"
Dokter pun keluar dari ruangan tersebut.
Gilang yang melihat itu pun langsung menanyakan ada apa yang sebenarnya terjadi.
"How about the doctor patient?"
"It's nothing, there is a little improvement from the patient, I hope you can also help motivate your friends"
"Okay doc, thank you, satria"
"Yes, it's the same, this has become my job as a doctor"
"Okay"
"Okay"
Gilang pun kembali duduk di kursi tunggu.
"Bagaimana, apa Keynan sudah kau hubungi?" Tanya Gilang kepada sang asisten.
"Sudah bos"
"Baiklah"
"Oya, apa yang akan kau sampaikan kepada ku?"
"Jadi, yang menyuruh mereka berdua adalah nona Meylani bos"
"Apa kamu bilang, ini ulah Mey?"
"Iya bos. Nona Mey, memerintah kan kepada anak buah nya untuk membunuh ana dan juga nona muda kayla bos, tapi sayang nya mereka berdua tidak tau dengan wajah anda, maka dari itu ketika nona muda Kayla sedang berdua dengan Rafel, mereka langsung menembak nya, mereka kira Rafel adalah anda bos"
"Meylani benar benar kau" Ucap Gilang sambil mengepalkan tangan nya.
"Keluar kan dia dari penjara, dan bawalah dia ke tempat kedua cucunguk itu berada. Aku akan kesana nanti ketika Keynan sudah datang"
"Baik bos. Saya akan melaksanakan nya"
"Pergilah"
Sang asisten pun pergi dari rumah sakit itu untuk menuju dimana Mey di penjara.
"Dasar Mey sialan" Geram GilangĀ ketika mengingat apa yang di katakan oleh sang asisten nya itu.
***
"Kamu dengar kan tadi Fel apa yang di katakan oleh dokter?"
"Ternyata kamu denger apa yang aku ucapin ya. Dikira aku engga. Ih gemes banget sih" Ucap Kayla sambil membuat hati nya tenang.
"Kalau kamu denger, jadi kamu jangan lama lama ya tidur nya. Kamu tau kan kalau aku kangen kamu banget loh" Ucap Kayla.
"Yaudah, aku keluar dulu ya. Kamu istirahat lagi, nanti aku dateng lagi kesini" Ucap nya lagi.
Kayla pun keluar dari ruangan itu dan diri nya lagsung melihat sang kaka yang sudah ada di situ entah sejak kapan.
"kaka" panggil nya lirih.
"Nadia" Jawab nya sambil berjalan ke arah sang adik dan langsung memeluk tubuh adik nya itu.
"Ka, Rafel ka"
"Iya, kaka tau. Kamu yang sabar sayang, Rafel akan baik baik saja"
"Hiks... Hiks... Hiks.... Ini semua salah aku ka, coba kalau aku ga marah dan ga lari pasti ini semua ga akan terjadi"
"Hus, ga boleh ngomong gitu. Ini semua udah terjadi ga ada yang perlu di sesali ini juga bukan salah kamu sepenuh nya sayang"
"Tapi ka Rafel sekarang koma"
"Kita doakan yang terbaik untuk nya"
"Hiks... Hiks... Hiks..."
"Sudah sudah jangan kamu tangisi, kasian rafel nya kalau liat kamu nangis, kamu harus semangat dan jangan putus asa. Rafel akan segera sembuh"
"Iya ka"