Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Keputusan keynan



Nadia berlari ke arah ruangan nya untuk mengambil tas dan ingin cepat kembali ke rumah nya untuk meminta penjelasan kepada sang kaka nya itu.


Brak..


"Astaga" Lonjak Hanin kaget.


"Kamu kenapa Kay?" Tanya Sifa keapda Kayla setelah melihat kedatangan Kayla dengan raut wajah marah nya.


"Gapapa Han, oya hari ini aku ada jadwal operasi engga?"


"Engga ada ko kay"


"Oyaudah kalau gitu aku pulang ya udah sore juga. Kamu mau pulang juga engga?"


"Engga kay duluan aja, aku masih ada urusan"


"Oyaudah kalau gitu aku duluan ya bye" pamit nya.


Kayla pun langsung berjalan cepat ke arah parkiran VIP rumah sakit tersebut, dan langsung mengendarai mobil nya dengan kecepatan penuh.


***


Di kediaman Nadia


Setelah mengendarai mobil nya dengan kecepatan penuh, Nadia tidak perlu waktu yang lama untuk sampai di kediaman nya.


Nadia langsung masuk kedalam ruang kerja Keynan tanpa memperhatikan dan mendengarkan ketika kedua orang tua nya memanggil nya.


Brak...


"Kamu kenapa de?" TAnya Keynan lembut.


"Apa maksud nya ini?" Tanya sang adik kepada kaka nya itu sambil memberikan surat yang tadi di berikan oleh pihak rumah sakit.


Keynan hanya menaikkan satu alis nya ketika di berikan surat tertulis logo Rumah sakit miliknya itu.


"Buka ka!" Tegas nya.


Keynan pun membuka surat tersebut dan membaca nya.


"Jelasin ka!" Ucap nya lagi.


"Apa?"


"Kenapa aku di pindah tugaskan?"


"Karena itu mau kaka" Jawab nya nyeleneh.


"Iya aku juga tau itu mau kaka"


"Terus?"


"Kenapa kaka tega sama aku?"


"Gimana?"


"Aku udah lama ka di rumah sakit itu, aku juga ga bikin salah kenapa harus di pindahin?"


"Itu udah jadi keputusan kaka"


"Dia udah setuju, bukti nya kamu di kasih surat ini kan sama kepala rumah sakit?"


"Ya terus kaka kenapa sih kaya gitu?" Kesal nya.


"Apa karena ini menyangkut masalah aku sama Gilang?" Lanjut nya lagi dan di angguki oleh Keynan.


"Astaga kaka, aku duah maafin dia, kenapa kaka malah bikin masalah baru ck" Gerutu nya.


"Ini udah jadi keputusan kaka, ayah dan bunda juga udah menyetujui nya de"


"Apa...??!!!"


"ya"


"Kaka kenapa jadi kaya anak kecil gini sih" Kesal nya dan meninggalkan keynan di ruang kerja nya.


Kayla memilih untuk bertemu dengan ayah dan bunda nya untuk membicarakan ini.


"Bunda, ayah" Panggil nya.


Kedua orang tua nya pun menoleh ke arah suara Nadia.


"Iya nak?" Tanya sang ayah.


"Apa bener, ayah dan bunda udah setuju sama keputusan ka keynan kalau Nadia di pindahin rumah sakit itu?" TAnya nya to the point.


"Iya, itu yang terbaik buat kamu" Jawab sang ayah.


"Kenapa? kenapa ayah jahat sama Nadia?" Tanya nya lagi.


"Ayah ga jahat sama kamu, ini emnag udah jadi keputusna kaka. Kaka udah nyiapin tempat buat kamu di negara London tepat nya. Disana kamu akan kerja di rumah sakit juga sama seperti disini. Dan kaka juga udah nyiapin apartemen disana, dan sifa juga akan ikut bersama kamu!" Tegas keynan sambil menuruni anak tangga.


"Apa hanin udah tau ini juga?"


"Belum, kaka belum kasih tau dia. Tapi dia akan menyetujui permintaan kaka, apalagi ini menyangkut kamu dai ga bakal nolak"


"Kaka poko nya aku ga mau"


"Ini udah jadi keputusan kaka Hykaila Nadia Kamil" Ucap Keynan.


Nadia pun langsung diam ketika ia sudah mendengar sang kaka  menyebut nama nya dengan lengkap. Karena Keynan sudah benar-benar tidak bisa di bantah ketika sudah menyebutkan nama lengkap nya Nadia.


Nadia pun berlari ke arah kamar nya meninggalkan ayah, bunda dan keynan.


***


Di ruang keluarga


"Apa itu ga berlebihan ka?" Tanya sang bunda setelah kepergian dari Nadaia.


"Mau gimana lagi bun, ini yang terbaik buat Nadia, kaka ga mau kalau Nadia ketemu lagi sama Gilang"


"Yaudah kalau itu udah jadi keputusan kamu yang terbaik, bunda dan ayah ga bisa apa apa lagi"


"Iya bun"