
Keesokan pagi nya.
"Hoaaammm... "
"Eh aku dimana?" Monolog Nadia ketika melihat sekitar.
"Bukannya kemarin aku ada di mo... Astagfirullahal adzim apa jangan jangan ini ada di... " Ucapnya sampai tergeloncak ingin membuka jendela apartement itu.
Betapa terkejut nya ketika melihat menara eiffel berada di depan mata nya saat in, Nadia sampai menutup mulut nya ketika mendapati itu" masyaallah tabarakkallah" Pekik nya.
"Sedang apa hem?" Tanya dari seseorang yang bersuara ciri khas baru bangun tidur sambil memeluk tubuh
sang istri dari belakang. Siapa lagi kalau bukan Gilang.
“Hem”
“Apa kamu bahagia sayang?”
“Sangat mas, aku sangat bahagia” Jujurnya dengan wajah yang berbinar karena amat sangat bahagia. Bagaimana tidak, jika saat ini dirinya berada di tempat yang sudah di nanti nantikan sejak dulu oleh seorang Nadia. Belum tahu saja jika setelah ini masih ada kejutan lagi dari sang suami tercinta nya, dimana lagi jika bukan di pulau Maldives yang memang sangat indah dan romantic untuk berbulan madu.
“Mas ayo kita ke sana” Tunjuknya kepada menara Eiffel
“Apamkita akan segera kesana hem?” Tanya Gilang dengan suara beratnya sambil memutarmtubuh sang istri.
“I… iya mas aku mau kesana”
“Apa kamu tidak akan membayar ku yang sudah menggendongmu dari Jet sampai ke apart ini hem?” Tanya nya sambil mencium kening sang istri dan menempelkan batang hidungnya dengan batang hidung sang istri.
“Kamu genit ya mas” Ledek Nadia yang mengerti arah pembicaraan sang istri. Gilang yang mendengarnya pun terkekeh.
“Ayo kamu harus membayar nya terlebih dahulu”
“Baiklah” Jawab nya pasrah.
***
Di Singapore
“Sayang, aku mendapatkan kabar dari anak buah ku, katanya kamu mengganggu salah satu orang terpandang di Indonesia?” Tanya Zealeand kepada Queen Zealee.
“Hem”
“Siapa mereka?” Tanya nya dengan suara lembut sambil mengusapp lembut perut buncit sang istri.
“Gilang”
Zealeand yang mendengarnya pun membulatkan mata nya “Maksudmu Gilang Mahendra sayang?”
“Ya”
“Why?”
“Dia mantan ku yang sudah membuat ku seperti itu waktu dulu. Dan kau menebus ku kepada anak buahnya”
“Apa dia sekejam itu kepada wanita?”
“Ya”
“Ya aku memang pernah mendengar bahwa taun Gilang itu kejam, ku kira dia hanya kejam kepada pria saja, ternyata kepada wanita juga” Jelasnya dan diangguki oleh Queen.
“Apa yang kamu inginkan darinya sayang? Apa mereka mengenalimu?”
“Aku hanya ingin mengacaukan bulan madunya saja”
“Apa itu cukup?”
“Baiklah, aku tidak salah menikahimu sayang”
“Terimakasih sudah mau menerima ku”
“Iya sayang, aku juga sangat berterimakasih kepada mu sudah mau menjadi istriku”
“Apa kau akan kembali ke Indonesia?”
“Ya sayang, aku ingin melahirkan di Indonesia”
“Apa itu tidak akan menjadi masalah untukmu?”
“Selama kamu berada di sampingku, aku tidak akan pernah terkena masalah apapun. Aku yakin kamu akan selalu melindungiku dari belakang”
“Pasti sayang. Aku akan menyusul mu dan anak kita ke sana jika pekerjaan ku bisa ku tinggalkan”
“Iya sayang”
***
Indonesia
Café
“Gue bingung sama adek gue” Kata Renaldi.
“Kenapa emangnya?” Tanya Farhan.
“Kayanya dia udah beneran jatuh cinta deh sama asisten si Gilang”
“Hen maksud lo?”
“Ya”
“Tapi menurut gue juga gitu sih” Timpal Riko.
“Kenapa bisa gitu?” Tanya Farhan yang masih belum konek.
Puk… Riko menimpuk Farhan dan tepat terkena keningnya.
“Apaan sih lu?”
“Abis lu dari tadi kaga konek konek”
“Emang gua yang kaga ngarti”
“Gini aja ya Han, lu liat aja deh yang pertama pas kita malem malem kerumah nya Renaldi apa yang terjadi? Kita liat si Lasha sama si Hen pelukan kan?” Ucapnya dan diangguki oleh Farhan.
“Terus tadi kan si Renaldi bilang kalau adenya diem diem ngambil nomor si Hen di ponsel nya si Renal, nah itu apa
lagi kalau bukan si Lasha udah jatuh cinta sama si Hen?”
“Iya juga” Jawab Farhan yang mulai konek sambil menganggukan kepalanya.
“Iya bodoh”
“Tapi bukannya si Hen sama sekertarisnya si Gilang?” Celetuk Farhan.
“Haa… yang bener lu?” Tanya Renaldi. Dan Farhan pun kembali menganggukan kepala nya.
“Harus di selidiki nih” Kata riko