Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Kencan Naura



"Maafin aku ya, udah buka masa lalu kamu sif"


"Gapapa ko key, aku ga masalah. Maaf, aku udah ninggalin kamu"


"Iya aku ngerti ko sif"


Mereka pun terus menumpah kan kerinduan mereka.


.


.


.


.


.


Taman


Gilang dan Nadia pun masih makan bersama di taman dengan sangat romantis seperti layak nya sepasang kekasih. Banyak orang yang melihat ke arah mereka berdua dengan tatapan iri, karena memang mereka berdua sangat cocok jika menjadi sepasang kekasih.


"Udah waktu nya untuk kembali ke kamar anda tuan muda gilang"


"Baiklah ibu dokter ku"


"Panggil saja kayla, tanpa embel-embel dokter"


"Oke"


"Yaudah sekarang kita ke kamar. Aku akan mengantar kan mu kembali ke kamar mu"


"Oke"


Nadia pun mendorong kursi roda milik gilang untuk kembali ke ruang rawat gilang.


"Sudah sampai. Saat nya kau istirahat, aku akan kembali bertugas"


"Tidak. Aku ga mau istirahat "


"Wah ternyata pasien ku yang satu ini sangat nakal ya"


"Biar kan saja"


"Baiklah aku akan menyuntik mu"


"Suntik saja"


"Aku akan menyuntik mu, dengan suntikan bius agar kau tertidur"


"Apa kau berani?"


"Kenapa engga?"


"Aku tak percaya"


"Baiklah aku akan memanggil asisten ku untuk membawa kan suntikan untuk mu"


"Jangan... Jangan... Jangan... Aku akan beristirahat. Tapi..."


"Apa?"


"Apa kamu mau menemaniku beristirahat?"


"Baiklah. Aku akan menemani mu istirahat"


"Benarkah?"


"Tentu. Yaudah sekarang kau lebih baik beristirahat"


"Oke"


Gilang pun mulai memejam kan kedua mata nya. Nadia masih duduk manis di samping Gilang.


Setelah terasa Gilang tertidur pulas, Nadia beranjak untuk keluar dari ruangan nya. Tapi saat hendak keluar pintu tersebut sudah ada yang membuka nya.


Ceklek


"Eh ada nak kayla"


"Eh iya tante"


"Panggil saja saya mama, sama seperti gilang"


"Oh baik lah tan... Eh mama"


"Apakah kau tidak kembali bertugas nak? "


"Ini Kayla baru mau keluar mah. Tadi gilang mau di temenin pas mau istirahat kata nya. Karena sekarang udah ada mama, kayla mohon undur diri ma, karena kayla akan kembali bertugas"


"Baiklah kalau begitu. Terimakasih ya nak, kamu udah mau menemani putra mama"


"Oh iya mah sama-sama. Yaudah Kayla permisi ya mah"


"Iya nak"


Nadia pun meninggalkan ruangan Gilang, dan bergegas kembali ke dalam ruangan nya.


Ceklek


"Oh my god" Pekik nadia.


"Kenapa kau tidak ketuk dahulu de" Kata key.


"Loh, ini kan ruangan aku, bukan ruangan kaka. Jadi terserah aku dong. Kaka juga kenapa mesra-mesraan di ruangan ku haa?"


"Hehe iya kaka lupa kalau ini ruangan kamu"


"Huh"


"Maaf kay" Kata sifa.


"Ini bukan salah mu hanin" Jawab nadia.


"De. Hanin ini perempuan yang selama ini kaka cari, dia adalah sifa"


"Benarkah?" Kata nadia membulatkan mata nya karena terkejut.


"Iya de benar"


"Iya kay, ini aku sifa. Nama ku Sifa Hanin"


"Hehe iya nad. Maaf aku tak mengenali mu"


"Seharus nya aku yang minta maaf padamu, karena tak mengenali mu"


"Tak apa kay"


"Baiklah baiklah kalau begitu sekarang kita jadi sahabat ya"


"Oke kita sahabat"


"Oke" Nadia pun melepaskan pelukan nya dari sifa.


"Ka. Apakah kaka tidak akan kembali ke kantor?"


"Ini mau de. Kaka akan kembali ke kantor"


"Baiklah"


"Yaudah kaka pergi ke kantor dulu ya"


"Iya ka"


Key pun sudah meninggal kan rumah sakit, dan baru saja Nadia hendak menanyakan tentang sifa dan kaka nya tetapi ketukan pintu terdengar kembali.


Tok... Tok... Tok...


"Permisi dok. Ada pasien yang sedang kritis"


"Baik. Saya akan segera kesana"


"Baik dok. Saya permisi"


"Iya"


Nadia pun memakai jas kebesaran nya itu setelah tadi ia lepas. Nadia dan sifa pun berlari kecil ke ruang operasi khusus pasien yang akan di tangani oleh Nadia.


Sampai di ruang operasi, Nadia pun melakukan operasi nya.


2 jam berlalu operasi itu berjalan dengan lancar dan sukses. Nadia dan keluar dari ruangan itu dan kembali ke ruangan nya.


Baru saja Nadia hendak memejam kan mata nya, sudah ada yang kembali membuka pintu ruangan Nadia.


Ceklek


"Nad?? " Nadia pun menoleh ke arah pintu.


" Iya Ra, ada apa?"


"Aku mau minta izin pulang duluan Nad. Soalnya aku ada janji"


"Cie, ada janji dengan siapa ra?"


"Hem.. Rahasia hehe"


"Udah main rahasia-rahasiaan ya sekarang sama aku"


"Hehe. Aku ada janji dengan dokter frans nad"


"What??!!! " teriak nadia


"Sssssst... Jangan kencang-kencang nad nanti ada yang dengar" Kata naura sambil membekap mulut nadia. Dan nadia hanya mengangguk seraya menjawab iya


"Sejak kapan kau bersama dengan dokter frans ra?"


Satu rumah sakit tahu, bahwa dokter frans adalah dokter yang sangat tampan tetapi ia sangat dingin dan cuek. Nadia terheran-heran kenapa Naura bisa dekat dengan dokter frans.


"Sejak 1 bulan yang lalu nad"


"Ko kamu ga ceritain ke aku ra?"


"Hehe maaf ya sayangkuh. Aku malu untuk menceritakan nya"


"Kau ini. Pokoknya kamu harus cerita kepada ku ra"


"Siap ibu negara. Aku akan menceritakan nya, sekarang izin kan aku untuk berkencan yaa"


"Baiklah. Aku akan menggantikan mu, saat ada pasien mu yang datang"


"Oke kau begitu terimakasih zheyeng"


"Apakah kau akan pulang terlebih dahulu?"


"Yaa.. Aku akan pulang terlebih dahulu untuk mengganti pakaian ku"


"Yaudah kalau begitu. Bawa lah mobil ku"


"Ga perlu nad, aku udah memesan taksi online"


"Yaudah kalau begitu. Selamat bersenang-senang baby"


"Oke thankyou baby. Aku pergi dulu ya bye!! Muach" Kata naura sambil mencium pipi nadia.


Naura meninggalkan rumah sakit dan pulang kerumah terlebih dahulu untuk mengganti pakaian nya.


Di rumah


"Bundaaa.. "


"Eh naura. Loh ko kamu pulang sendiri nak, nadia mana?"


"Oh itu bun, nadia mengganti aku di sana. Karena aku izin untuk pulang cepat bunda"


"Loh kamu kenapa, ko pulang cepat? Apa kamu sakit nak?"


"Hehe engga bunda. Aku izin karena aku ingin berkencan"


"Aish bunda fikir kamu sakit. Yaudah kamu bersiap-siap dulu"


"Oke bunda, Naura siap-siap dulu ya daah bunda"


"Daaah sayang"


Naura naik ke lantai 2 untuk pergi ke kamar nya. Naura segera mandi, selesai mandi Naura langsung ke arah walk in closet untuk memilih baju yang cocok untuk ia kenakan. Naura yang sudah memakai pakaian yang cocok untuk nya pun memilih untuk berdandan terlebih dahulu, agar ia terlihat cantik di depan dokter frans.


Ia terlihat sangat cantik saat memakai dres selutut tanpa lengan berwarna maroon, memakai heels senada, dan memakai makeup tipis, rambut yang ia biar kan terurai membuat naura semakin cantik.