Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Honeymoon (Singapore)



"Sayang, kita sudah sampai" Ucap lembut seorang Gilang.


"Hem iya mas" Jawab Nadia dengan suara ciri khas orang bangun tidur.


"Ayo kita turun, sudah ada mobil yang menjemput kita. Setelah sampai di hotel baru kamu lanjut lagi istirahat"


"Iya mas" Katanya, dan Gilang pun merangkul pinggang Nadia dengan posesif sampai masuk ke dalam mobil.


***


"Sayang ayo bangun" Kata Gilang membangunkan Nadia yang masih terlelap dalam tidurnya.


Ya, Gilang dan Nadia langsung melakukan malam pertamanya sebagai seorang pengantin. mungkin karena Gilang yang sudah tidak sanggup lagi untuk menahan hasrat yang selama ini ia pendam dalam dirinya.


Setelah semalam Nadia mandi karena merasa lelah dan cape, Gilang langsung menerjang tubuh sang istri tercintanya itu. Awal nya Nadia terkejut dengan kelakuan suaminya, tapi karena Nadia sudah menjadi hak suaminya mau tidak mau Nadia harus melayani suami nya itu.


Gilang sampe melakukan beberapa kali ronde dengan sang istri, hingga pukul 3 pagi Gilang baru melepaskan sang istri untuk istirahat dan akhirnya mereka berdua pun tertidur dengan saling berpelukan.


Cup... Gilang mengecup kening istrinya.


"Eumm..."


"Sekarang udah jam berapa mas?"


"Jam 10 pagi sayang"


"Haaa.." Nadia melongo ketika mendengar jam 10 pagi.


"Kenapa sayang hem?"


"Kesiangan dong aku? Mas udah sarapan?" Tanya nya sambil beralih untuk duduk. Seakan lupa bahwa dirinya masih belum memakai pakaian seutuh nya.


"Kamu mau menggoda mas lagi sayang?" Tanya Nadia.


Nadia mengerenyitkan dahi nya dan ikut melihat ke arah pandangan suami nya "Ish mas mesum" Teriaknya dan langsung lari terbirit birit ke arah kamar mandi.


Gilang yang melihat itu pun hanya menggelengkan kepala nya saja karena melihat tingkah istrinya yang lucu menurutnya.


***


"Ayo sayang sini sarapan dulu, mas udah pesan sarapan buat kamu"


"Mas udah sarapan?"


"Habis sarapan baru kita bertemu dengan Rafel dan Vika"


"Benar mas?"


"Iya sayang. Mas ga akan egois buat kurung kamu di kamar hotel ini terus"


"Makasih ya mas"


"Tapi tiap malam ya bayaran nya" Goda Gilang.


"Ih mas sama aja mesum"


"Hahaha" Gelak tawa dari gilang yang terdengar sangat renyah itu, terlihat Gilang sangat senang menggoda sang istri tercinta dan tercantiknya itu.


Nadia pun hanya mencebikan bibir nya dan melanjutkan sarapan nya.


Setelah selesai sarapan, Nadia dan Gilang pun bersiap untuk pergi ke kediaman milik Rafel dan juga Vika. Nadai pun menyiapkan pakaian casual untuk sang suami dengan kaos longgar berwarna Navy dan celana jeans berwarna Hitam dan tak lupa sepatu berwarna putih.


Setelah selesai dengan perlengkapan sang suami, Nadia pun bergegas menyiapkan untuk dirinya, Nadia menggelengkan kepala nya ketika banyak kissmark di sekitar leher dan bagian tubuh yang lainnya. Ingin nya NAdia mengumpat kepada sang suami, tapi mengingat bahwa Gilang berhak untuk dirinya NAdia pun mengurungkan niatnya.


Nadia pun membuka koper nya dan mencari baju lengan panjang dan berkerah.


"Untung aja aku bawa baju ini. Mungkin Karena udah punya firasat kali ya" Gumamnya sendiri sambil terkekeh.


Nadia pun menggunakan dress yang memiliki kerah dan berlengan panjang berwarna putih, menggerai rambutnya dan tak lupa memakai make up tipis tipis agar terlihat lebih segar, dan heels dengan tinggi 3cm. Tak lupa menyemprotkan Parfume kesukaan nya dan kesukaan suaminya itu.


Gilang yang melihat istri nya memakai dress berkerah pun bingung ada apa dengan istrinya itu "Sayang kamu sakit? Kenapa ko pake dress yang ada kerahnya?" Tanya nya tanpa dosa.


Nadia melotot horor ke arah suami nya ketika mendengar pertanyaan tanpa dosa dari mulut suaminya.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Gilang lagi dengan cengengesan. Sepertinya Gilang sudah mengerti maksud dari tatapan horor sang istri tercintanya itu.


"Maafkan aku, yang keterlaluan sama kamu, abis tubuh mu bikin candu buat aku dan ya pastinya enak banget" Goda nya.


Nadia yang mendengarnya pun bersemu merah dan merasakan bahwa wajahnya kini mendadak menjadi panas "Ih mas mesum ih" Kata Nadia menutupi kegerogiannya.


"Hahaha" Terdengar kembali gelak tawa dari Gilang.


"Udah ah ayo mas kita kerumah nya Vika, aku udah ga sabar ketemu sama naka gemes nya Vika" Kata Nadia.


"Iya sayang. ayo" AJwab Gilang.