
"Sayang ayo kita bersiap sebentar lagi kita akan ke bandara" Kata Gilang kepada Nadia.
"Iya mas. Mas duluan aja ya, Nadia selesaikan ini dulu" Katanya sambil masih membereskan pakaian nya.
"Oke sayang" Jawab Gilang. Gilang pun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
Setelah kurang lebih lima belas menit Gilang pun keluar dari kamar mandi dan bergantian dengan Nadia.
Setelah selesai Nadia dan Gilang pun bersiap untuk berangkat ke Bandara.
"Wajah mu kenapa Asisten Hen?" Tanya Nadia ketika melihat wajah Hen yang sedikit membiru di bagian sudut bibir nya.
"Tidak apa apa nona, ini tadi saya kepentok pintu kamar mandi saja"
"Oh" Jawab nya sambil menganggukan kepala nya.
Hen pun mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang.
Cup
Cup
Cup
Asisten Hen yang tidak sengaja melihat keromantisan dari sang bos nya itu menggerutu dalam hati “Ya tuhan si bos udah bener bener jadi bucin tingkat akut kayanya”
“Bisa bisa nya mereka romantic romatisan di depan jomblo” Gerutu Hen dalam hati.
Seakan mengerti, Nadia pun berbicara kepada Gilang, karena dengan tidak sengaja, Nadia pun tadi sempat melihat kearah spion depan “Mas jangan gitu malu, disini masih ada Asisten Hen” Bisik Nadia kepada Gilang.
“Gapapa hen udah biasa sayang”
“Iyakan Hen?” Tanya Gilang kepada Hen.
“Iya tuan muda. Nona muda tidak perlu khawatir saya sudah biasa melihat nya”
“Tapi tetep aja mata suci gue ternodai bos” Lanjutnya dalam hati.
“Mangkanya cepet cari istri hen” JAwab Gilang dan akhirnya mendapati cubitan kecil dari sang istri.
“Maaas”
“Hehe maaf sayang” Katanya sambil terkekeh kecil.
Tak lama
“Sebentar mas, Kila menghubungi ku” Ucap Nadia dan diangguki oleh Gilang.
Videocall
Nadia : Hallo Assalamualaikum anak cantik.
Kila : Onty.
Nadia : Onty kangen kila.
Kila : Kila uga angen onty. Onty agi dimana?
Nadia : Aunty lagi di mobil sayang mau ke Bandara sama om.
Gilang : Hallo sayang.
Kila : Hallo Om. Om sama onty au kemana? Ko endak ajak ajak Kila?
Gilang : Om sama aunty ada keperluan sayang mangaknya om ga ajak Kila, maaf ya.
Nadia : Nanti aunty bawakan hadiah buat Kila.
Kila : Aciiik.
Nadia : Yaudah Kila sayang aunty matikan dulu ya, soalnya Aunty udah di samapi di bandara.
Kila : Iya onty, dah onty da nom.
Gilang dan Nadia : Dah sayang.
Sifa : Jangan lupa bawa kabar bahagia ya bye.
Tuut…
Mendengar penuturan dari Sifa Nadia pun bersemu merah karena malu. Mengingat apa yang akan terjadi di Singapore.
“Ga usah malu gitu dong, ayo kita turun” Ajak nya.
“Iya mas”
Nadia dan Gilang pun turun dari mobil, Gilang pun langsung merangkul pingang Nadia dengan posesif. Dan mereka berdua pun berjalan memasuki area Bandara.
Terlihatlah satu buah pesawat pribadi yang sudah di sediakan oleh Rafel dan Vika dan anak buah Gilang yang sudah disiapkan oleh Asisten Hen sudah menunggu mereka berdua. Para anak buah yang sudah disiapkan oleh Asisten hen pun menunduk hormat ketika melihat sang bos besarnya sudah tiba.
“Bagaimana?” Tanya Gilang kepada Sang asisten kepercayaan nya itu.
“Ayo sayang” Ajak Gilang kepada Nadia untuk menaikki pesawat tersebut.
“Sebentar mas”
“Ada apa?” Tanya Gilang tapi Nadia tidak menjawab nya, melainkan mendekat kearah Asisten Hen. Gilang pun mengikuti arah sang istri berjalan.
“ASisten Hen terimakasih sudah mengantar kami kemari”
“Iya nona”
“Kami pamit pergi dulu”
“Iya nona”
“Selama saya tidak ada tolong jaga perusahaan dengan baik. Tolong handle semua pekerjaan saya, jika ada yang penting bisa langsung menghubungi saya”
“Baik tuan muda”
“Dan satu lagi”
“Ya?”
“Saya harap kamu sudah mendapatkan pendamping hidup ketika kami berdua kembali” Titah Gilang dengan kekehan kecil, dan kembali merangkul pinggang Nadia untuk memasuki Pesawat peribadi milik keluarga Rafel.
“Siapa juga yang mau sama gue?” Monolog Hen dalam hati.
Hen dan para anak buah yang lain kembali menunduk hormat manakala pesawat itu beranjak naik ke udara.
Hen memutarkan badan nya untuk menyuruh anak buah nya kembali untuk beristirahat dan mengistirahatkan juga diri nya itu.
***
Di Pesawat
“Mas ko kamu suka becandain hen kaya gitu sih, emang Hen ga akan marah?”
“Suka aja. Hen susah jika menyangkut seorang wanita sayang”
“Apa kita jodohin aja mas?”
“Jodohin?”
“Iya mas kita jodohin aja”
“Kita liat nanti aja ya sayang, mas kurang suka sama usul kamu. Kan kamu tau sendiri cinta itu ga bisa dipaksakan”
“Iya juga sih mas”
“Gini aja, kitatunggu sampe kita pulang dari honeymoon kita, kalau misalkan hen belum dapet juga, nanti aku akan bicarakan ini kepada Hen”
“Oke mas”
“Yaudah sekarang kamu istirahat ya, nanti kalau udah sampe aku bangunin”
“Iya mas”
***
Di tempat lain, tepat nya di kediaman Renaldi sudah terlihat apra pria yang masih termenung dalam diam nya. Setelah Riko menceritakan kejadian tadi siang yang sempat membuat ritme jantung nya berhenti. Apalagi kalau bukan perihal dirinya yang tadi memeriksakan kandungan dengan wajah wanita itu yang mirip sekali dengan mantan sang sahabat playboy cap kuda nya itu.
Riko yang tidak mau ambil pusing sendiri memilih untuk menceritakan nya kepada sahabat nya yang lain. Maka dari setelah jam praktek nya sudah habis Riko langsung menghubungi semua sahabat nya untuk bertemu di kediaman Renaldi kecuali Gilang karena dirinya tahu bahwa Gilang akan honeymoon dengan Nadia.
Kedua sahabat nya pun melongo dan terdiam ketika mendengar cerita dari Riko.
“Apa Mey masih hidup?” Akhirnya satu pertanyaan terucap dari mulut Farhan.
Riko dan Renaldi menggeleng samar “Tapi dari identitas yang tadi gue baca, dia itu nama nya Queen Zealee bukan Putri Meylani” Kata Riko.
“Bisa aja kan dia mengubah semua identitas nya?” Kini Renaldi menimpali.
“Iya bisa juga sih” Jawab Farhan.
“Coba gue hubungi Hen aja deh, siapa tau dia bisa cari jalan keluar. Lagi pula Hen kan tangan kanan nya Gilang dia bisa jaga Gilang sama Nadia secara langsung setelah menemukan identitas dari si Zea ini” Jelas Riko.
“Yaudah cepet lu hubungin dia suruh ke rumah gue” Kata Renaldi.
Riko pun menghubungi Hen. Setelah Hen mengatakan iya Riko pun mematikan sambungan telpon nya.
***
Tak selang beberapa lama Hen pun tiba di kediaman Renaldi. Hen pun langsung di persilahkan masuk oleh ART yang berada dirumah Renaldi dan di perintahkan untuk langsung ke ruang kerja Renaldi karena memang ART tersebut sudah di perintahkan oleh Tuannya jika Asisten hen sudah datang langsung suruh keruang kerjanya saja.
Hen pun melangkahkan kaki nya untuk ke ruang kerja milik Renaldi yang tadi sudah ditunjukkan oleh ART rumah itu. Langkah Hen terhenti kala mendengar suara nan indah dan merdu yang sedang mengalunkan sebuah lagu pop.
“Suara yang indah” Puji Hen.
“Eh bodoh, ngapain lu malah diem disini” Maki hen kepada diri sendiri.
“Inget lu kesini mau ngapain Hen. Inget” Maki nya lagi. Dan Hen pun kembali melangkah kan kaki nya menuju ruang kerja Renaldi.