Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Permintaan Gilang



"Apa yang mau kamu bicarakan kepada ku?" Tanya Rafel kepada Gilang.


"Tentang Kayla"


"Kenapa? Kamu ingin kembali lagi pada nya?" Tanya to the point.


"Jika kau tidak bisa membahagiakan nya akan aku rebut Kayla dari mu"


"Tapi itu tidak akan mungkin terjadi Lang, dia sudah menjadi tunangan ku saat ini"


"Iya aku tau, bahwa dia sudah menjadi tunangan mu. Tapi apa kedua orang tua mu sudah tau tentang hal ini? Aku dengar bahwa mama mu tidak menyetujui mu dengan Kayla"


Rafel yang mendengar penuturan dari Gilang pun terdiam dan merenung. Karena apa yang dikatakan Gilang itu benar ada nya bahwa sang mama tidak merestui diri nya bersama dengan Kayla.


"Mengapa kau diam? Benar kan apa yang aku katakan barusan?" Tanya Gilang lagi.


"Ya itu benar, tapi asal kamu tau, aku akan berusaha mendapat kan restu dari mama ku, karena ini terjadi karena ada nya keaalah pahaman saja. Pasti ada orang ketiga yang ingin mendapatkan keuntungan dari masalah ini" Tutur Rafel.


Ya apa yang di katakan Rafel bisa saja benar, bahwa ada orang ketiga diantara Rafel dan juga Kayla. Karena masalah ini wanita itu pasti akan mengambil keuntungan dengan cara melebih lebih kan hal yang terjadi pada nya.


"Baik jika itu keputusan mu. Tapi ingat jika kau gagal mendapatkan restu dari mama mu dan tidak bisa membahagiakan Kayla, jangan harap kau bisa kembali bersama dengan nya. Karena pada saat itu juga aku akan pastikan Kayla akan menjadi miliku seutuh nya" Tegas Gilang.


"Kau tidak perlu khawatir akan hal itu karena sebisa mungkin aku akan melakukan yang terbaik demi hubungan ku dengan Kayla" Ucap Rafel lagi tidak kalah tegas nya.


"Kau harus bisa mencari nya ketika kau sudah sembuh, karena sekarang kayla sedang tidak berada di London"


"Kemana?"


"Kau bisa mencari nya nanti" Ucap Gilang.


"Asal kau tau, Kayla sangat terpukul ketika melihat kau terluka dan tak sadarkan diri seperti waktu itu" Lanjut Gilang.


Rafel hanya mampu mendengar kan nya saja.


"Jujur, aku iri padamu yang bisa mendapatkan perhatian lebih dari Kayla. Aku ingin sekali menghajar mu pada saat itu juga, tapi aku sadar bahwa aku hanya lah pria yang cemen jika menghajar mu disaat kau tidak sadarkan diri" Lanjut Gilang.


"Aku hanya bisa mengharapkan bahwa kau akan bisa menjaga Kayla jangan seperti ku yang tidak bisa menjaga nya akhirnya berakhir lah dengan kesalah pahaman yang terjadi diantara kami sampai sekarang"


"Ya ya ya, aku tidak akan mengecewakan Kayla sama seperti mu Lang"


"Itu yang ku harapkan"


"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu. Hanya itu yang ingin aku sampai kan kepada mu" Ucap nya sambil beranjak dari duduk nya untuk mendekat ke arah Rafel.


"Ya terimakasih"


"Oke cepet sembuh" Ucap nya seraya memukul pelan bahu Rafel dan Rafel hanya mengangguk sambil tersenyum membalas ucapan dari Gilang.


Gilang pun keluar dari ruang rawat inap Rafel.


Ceklek


Kedua pria yang sedang menunggu para manusia yang ada di dalam pun memalingkan wajah nya ke arah pintu.


"Ayo kita kembali ke Indonesia, urusan ku sudah selesai disini" Ajak nya kepada sang Asisten.


"Baik bos"


"Terimakasih sudah berkunjung" Ucap Aji.


"Ya"


Gilang dan sang asisten pun melangkah kan kaki nya lagi untuk kembali ke atap rumah sakit, karena Jet pribadi milik nya sudah ada di sana.


***


Di dalam perjalanan


"Apakah aku salah memilih jalan Asisten Hen?"


"Maksudnya bagaimana bos?"


"Aku memilih untuk mundur dari cinta segitiga ini. Aku tau bahwa Kayla pasti akan memilih Rafel dari pada gue Asisten Hen" Ucap nya sambil memejamkan mata nya seraya menguatkan hati nya agar tidak menyesal di kemudian hari.


"Bos gue kenapa jadi bucin begini? Setau gue dulu dia deh yang bikin cewe cewe cantik sakit hati, kenapa jadi dia yang begini. Gue tau KARMA emang ada ternyata" Gumam nya dalam hati.


Puk.. Toyor Gilang kepada kepala Asisten Hen.


"Eeeh maaf bos" Maaf nya karena dia terkejut.


"Maaf bos"


"Gue berentiin baru tau lo"


"Kaya si bos bisa tanpa saya aja" Celetuk nya dan mendapatkan tatapan tajam dari sang bos nya itu.


"Eeeh hehehe maaf bos kelepasan" Nyengir nya kikuk.


"Sekali lagi lo ngomong gue penggal kepala elo" Ucap nya.


"Kan dia yang ngajakin ngomong kenapa gue yang salah" Bisik nya dalam hati, tapi masih kedengeran jelas oleh Gilang.


"Heennnn" Ucap Gilang.


"Iya bos maaf" Kata Asisten Hen.


Asisten Hen lebih memilih untuk diam dan dia pun ikut memejam kan mata nya, dari pada ia kembali berbicara dan kepala nya di penggal oleh sang bos. Baru membayangkan nya saja sudah ngeri bagaimana jika itu terjadi, tidak bisa di bayangkan.


***


Di rumah sakit Singapore


"Tadi Gilang ngomong apa aja sama lo El?" Tanya Aji kepada Rafel ketika sudah berada di dalam ruangan nya lagi.


"Banyak"


"Tentang Kayla?"


"Ya"


"Apa kata nya?"


"Yaa..." Baru saja Rafel akan menceritakan nya, terdengar suara pintu yang di ketuk dari luar. Ternyata itu adalah perawat yang mengantarkan makan siang untuk Rafel.


Rafel pun memilih untuk menunda cerita nya, ia lebih memilih untuk memakan makan siang nya itu.


"Abisin makanan nya" Titah Aji.


"Ya, elu kaga makan?"


"Ini gue mau ke kantin"


"Yaudah sana"


"Iye. Gue ke kantin dulu. Gua kesini lagi lo harus ceritain semua nya sama gue"


"Iye"


Aji pun keluar dari ruang rawat inap Rafel. Ia pun melangkah kan kaki nya untuk menuju kantin yang berada di rumah sakit itu. Begitu pun dengan Rafel, rafel pun memakan makan siang nya sampai habis, karena ia ingin segera sembuh dan menuntaskan masalah ini dengan sang mama.


Setelah kurang lebih 15 menit, akhir nya baik Rafel maupun Aji sudah selesai dengan makan siang nya masing masing.


"Udah di minum belum obat elu?" Tanya Aji kepada Rafel.


"Udah"


"Bagus"


"Yaudah sekarang lo bisa ceritain deh" Lanjut Aji.


Rafel pun menceritakan apa yang tadi ia bicarakan dengan Gilang secara detail tanpa ada yang di lebih lebih kan atau pun di kurang kurang kan. Aji hanya diam dan sesekali menganggukan kepala nya karena paham.


Setelah Rafel selesai dengan cerita nya, ia pun meminta pendapat kepada sang sahabat nya itu.


"Gimana menurut lo Ji?"


"Yang terpenting sekarang lo itu harus sembuh dulu El, kalau lu masih kaya gini, masih sakit kaya gini itu masalah kaga bakal beres beres. Kalau misalkan lo udah sdmbuh kan, lo bisa lebih meyakin kan lagi nyokap lo, gue yakin ko tante bakal ngerti, itu pun kalau misalkan ngerti ya El"


"Iya Ji. Lo tau sendiri kan gimana nyokap gue? Dia pengen banget gue itu di jodohin sama anak sahabat nya mama gue, entah karena apa dia pengen jodohin gue sama dia"


"Iya gue tau. Yaudah inti nya lo itu harus cepet sehat, biar semua nya bisa kelar secara tuntas"


"Iya Ji, makasih ya Ji"


"Iya El"