
Samuel : Hello Lang.
Gilang : What is wrong?
Samuel : Do you know that you want to move rafel from this hospital?
Gilang : Haaaa? How to do?
Samuel : Earlier, Rafel's parents asked the patient to be transferred to another hospital.
Gilang : The raffle old man?
Samuel : Yes.
Gilang : Which hospital was Rafel transferred to?
Samuel : Hospital in Singapore.
Gilang : Okay thanks for the information.
Samuel : Okay.
Tuuut.... Sambungan pun di putus oleh Gilang.
"Hem apa mungkin karena ini Kayla jadi berubah tadi pagi?" Gumam Gilang dalam hati.
"Aku harus cari tau" Gumam nya lagi dalam hati.
"Siapa yang telpon?" Tanya Kayla kepada Gilang.
"Oh itu, biasa asisten Hen"
"Oh" Jawab Kayla sambil menganggukan kepala nya.
"Yaudah ayo kita pulang" Ajak Kayla.
"Oke" jawab Gilang sambil memasukan ponsel nya ke saku celana nya.
Mereka berdua pun berjalan beriringan meninggalkan rumah sakit tersebut.
***
Di tempat Asisten Hen
Asistne Hen yang baru saja akan beristirahat setelah mengantarkan Meylani ke tempat yang di titah oleh sang bos, kembali berdecak kesal karena harus mendapat kan notifikasi pesan dari sang bos, yang ia yakini itu bukanlah perintah yang mudah untuk nya.
Asisten Hen pun nau tidak mau membuka pesan tersebut dan kemudian membaca nya.
Bos Gilang : Cari tau tentang ke pindahan Rafel dari rumah sakit London sekarang juga. Aku tunggu informasi nya jam 9 malam.
"Haaaaah...." Buang nafas kasar asisten Hen.
Untuk saat ini ia ingin sekali mengumpat untuk sang bos nya, tapi mana bisa. Bos ya tetap bos, perintah adalah perintah dari bos mau tidak mau ia harus mengikuti kemauan bos nya itu.
Asisten Hen pun kembali beranjak dari duduk nya untuk mencari informasi mengenai Rafel.
***
"Apa kita langsung ke apartemen mu?" Tanya Gilang ketika sudah di perjalanan.
"Iya kembali saja, aku akan bersiap untuk kembali ke Indonesia"
"Indonesia?"
"Ya, aku akan meminta kaka untuk pulang ke Indonesia menjemput ayah dan bunda"
"Memang nya kau tak ada tugas di rumah sakit?"
"Biar sifa yang mengurus nya"
"Baiklah"
Mereka pun kembali terdiam dalam keheningan nya.
"Mungkin ini yang harus aku lakukan untuk melupakan mu Rafel. Senang bisa bertemu dengan mu" gumam Kayla dalam. Hati sambil memejamkan mata nya untuk menetralkan perasaan nya yang kini tengah kalut.
"Aku gatau apa yang aku lakuin ini itu salah atau benar, melepaskan mu untuk selama nya Fel. Aku harap kamu cepat sembuh di sana ya" Gumam nya lagi dalam hati.
Gilang yang sempat melirik Kayla pun jadi memikirkan apa yang sebenarnya terjadi tadi pada saat ia tidak ada di rumah sakit.
Gilang lebih memilih untuk diam dan berfokus kepada jalanan yang berada di hadapan nya itu.
***
Kurang lebih satu jam Gilang dan Kayla melewati jalan yang tak begitu padat, akhir nya mereka berdua pun sampai di apartemen milik Kayla.
"Aku langsung pulang aja ya" ucap gilang.
"Loh ko? Ga mau mampir dulu?"
"Lain kali aja"
"Oke kalau gitu"
"Yaudah, jam berapa kamu akan terbang ke Indonesia?"
"Aku akan bicarakan dulu kepada kaka, kalau kaka bisa hari ini, mungkin nanti sore aku akan terbang"
"Baiklah, nanti aku akan mengantarkan mu ke Bandara"
"Oke. Nanti akan aku kabari lagi"
"Oke. See you"
"Sip" Jawab Kayla.
Dan Gilang pun kembali memutarkan stir mobil nya untuk meninggalkan apartemen Kayla dan pergi menuju apartemen milik nya itu.
***
"Kaka" Panggil Kayla kepada sang kaka yang sedang duduk di sofa empuk nya itu.
"Ya"
"Loh, kemana sifa?" Tanya nya ketika tidak melihat siapapun di sana selain sang kakak.
"Ah tidak" Jawab nya dengan mendudukan diri nya di sebelah sang kaka.
"Oya ka"
"Apa?"
"Aku ingin terbang ke Indonesia hari ini" Ucap Kayla. Keynan yang mendengar keinginan sang adik pun hanya menaikkan satu alis nya karena bingung kenapa tiba-tiba sang adik meminta pulang ke Indonesia.
"Kaka, malah ngelamun" Ucap nya.
"Engga, kaka ga ngelamun"
"Terus kenapa keinginan aku ga di jawab"
"Mau"
"Apa?"
"Kay kamu udah pulang" Ucap Sifa yang baru saja datang.
"Eh iya Sif"
"Kamu mau teh juga?"
"Oh engga sif makasih"
"Oke"
"Key di minum" Ucap nya kepada Keynan.
"Iya" Jawab nya sambil mengambil cangkir itu.
"Ka jadi gimana jawaban nya?" Tanya Kayla lagi.
"Tumben" Jawab Keynan enteng.
"Ko tumben sih? Kaka ga jelas" Rajuk Kayla.
"Kenapa sih?" Tanya Sifa.
"Ini nih calon adik ipar mu tiba tiba minta pulang ke Indonesia"
"Loh tumben?" Jawab Sifa yang makin membuat Kayla kesal.
"Kenapa kalian jadi kompak gitu sih? Emang aku tumben gimana coba?"
"Ya kan kamu biasanya juga ga mau kalo di suruh pulang ke Indonesia, kenapa sekarang tiba tiba minta pulang" Jelas Sifa.
"Nah" Timpal Keynan.
Kayla yang mendengar penuturan sari Sifa pun hanya menyebikkan bibir nya saja.
"Kenapa? Ada masalah?" Tanya Keynan yang sudah seperti cenayang bisa menebak apa yang terjadi kepada Kayla.
"So tau" Jawab nya sambil kembali menyebikkan bibir nya itu.
"Ya terus kenapa?"
"Bosen aku" Jawab nya asal yang semakin membuat sifa dan keynan saling pandang dan menaikkan satu alis nya. Bosen kata nya?
"Kamu yakin?" Tanya Sifa.
"Ya"
"Emang kamu udah kemana aja sampe bosan gitu?"
"Hem" jawab nya sambil berfikir.
"Ngomong aja ga pernah kemana mana" Tebak Keynan.
"Udah Key, itu waktu Rafel lamar dia noh" Kata Sifa.
"Iya juga" Jawab Keynan.
"Ish nyebelin deh. Jadi mau ga nih pulang? Kalau engga biar aku aja yang pulang sendiri"
"Kerjaan kamu disini gimana de?" Tanya Key.
"Sifa coba tolong hubungi bagian rumah sakit deh"
"Yaudah nanti ya"
"Oke"
Sifa pun mengambil ponsel nya yang terletak si meja di hadapan nya, ia pun mencari nama yang akan ia hubungi, siapa lagi kalau bukan pihak rumah sakit tempat mereka betdua bekerja.
Sifa pun sedikit rada menjauh dari sepasang adik kaka tersebut.
Setelah selesai sifa pun kembali ke sofa yang dimana masih ada sepasang adik kaka itu yang sedang duduk bersama.
"Bagaimana?" Tanya Kayla ketika melihat sifa yang sudah kembali.
"Bisa di atur" Jawab Sifa sambil mengacungkan jempol nya itu.
"Beres kan semua?"
"Beres"
"Oke terimakasih sifa kuh"
"Iya sama sama"
"Nah sekarang gimana ka? Jadi kan pulang?
"Yaudah iya jadi, kaka akan menghubungi asisten kaka untuk mengirimkan jet pribadi kita, kita berangkat sore saja ya"
"Oke ka"
"Yaudah aku juga akan menguhubungi ayah dan bunda kalau kita akan kembali ke Indonesia hari ini dan ya sekalian bersiap" Lanjut Kayla.
"Oke"