Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Saya pastikan bahwa anda tidak akan pernah bisa lagi bertemu dengan anak saya



"Hem.. Maaf" Cicit Gilang ketika sudah menerima ponsel nya kembali.


"Untuk?" Tanya Nadia sambil menaikan satu alis nya.


"Mamah, maaf kalau ada kata kata mamah ku yang tidak enak di hati mu"


"Ah tentang itu. Biasa aja, lagian aku juga senang ko bisa ngobrol lagi sama mamah kamu"


"Ah baiklah kalau begitu"


"Iya"


"Yaudah kalau gitu, selamat istirahat Kayla"


"Iya Gilang selamat istirahat juga"


Kayla dan Gilang pun masuk kedalam ruangan yang sudah di siapkan.


***


Keesokan pagi nya.


Kini Kayla sudah berada di ruang ICU Rafel, ia masih terduduk sambil menunggu kabar baik dari dokter tentang Rafel. Berbeda hal nya dengan Nadia, kini Gilang tengah menunggu sarapan yang sedang ia pesan sambil mengecek email masuk yang dikirim kan oleh sang sekertaris nya itu.


"This is your order, young master" Ucap salah satu pelayan restoran yang memberikan pesanan nya kepada Gilang.


"Okay. I pay for this" Ucap Gilang sambil memberikan kartu berwarna hitam itu kepada kasir nya.


"Yes, young master" Kasir tersebut pun mengambil kartu tersebut,


"Yes, thank you"


"Okey"


Gilang pun keluar dari restoran tersebut dan kembali ke rumah sakit untuk memberikan sarapan nya kepada kayla.


***


DI rumah sakit.


Kayla yang sedang di landa gelisah oleh keadaan Rafel, ia di kejutkan oleh kedatangan pasangan suami istri yang sedang mencari ruang ICU.


"Pah, ini dia ruang ICU" Ucap sang ibu ibu itu.


"Benar mah, ayo kita masuk" Ucap sang papah itu.


"Maaf pak, bu. Bapa dan Ibu mencari siapa ya?" Tanya Nadia sopan.


"Oh, saya sedang mencari ruang ICU, kata nya anak saya sedang di rawat di rumah sakit ini"


"Oh iya bu"


"Maaf anda siapa ya?" Tanya sang ibu ibu.


"Perkenal kan saya Hikayla Nadia Kamil bu, pak" Mendengar penuturan dari Kayla, sang ibu ibu pun terlihat terkejut dan...


Plak... Satu tamparan lolos dari tangan sang ibu ibu itu tepat di pipi mulus milik Kayla.


"Oh jadi kamu yang bernama Kayla? Jadi kamu yang udah bikin anak saya masuk rumah sakit. Iya?" Maki sang ibu ibu itu.


"Maaf bu, maksud ibu apa ya saya tidak mengerti?"


"Saya tau bahwa anak saya masuk rumah sakit karena dikira anak saya adalah orang yang selalu bersama dengan mu. Kesialan anak saya saat bertemu dengan mu" Maki nya lagi.


Deg.. Jantung Kayla berhenti seketika ketika mendengar ucapan pedas dari mulut ibu Rafel.


"Maaf bu, saya salah" Ucap Nadia.


"Ya, memang anda salah. Dan akan saya pastikan bahwa anda tidak akan lagi bisa bertemu dengan anak saya rafel. CAMKAN itu!" Ucap nya lagi dan meninggalkan Nadia yang mematung ketika mendengar penuturan dari mulut ibu rafel.


"Lebih baik kamu pergi dari sini dan ingat jangan kamu cari anak ku lagi" Lanjut ibu Rafel.


"Baik" Jawab Kayla dengan menguatkan hati nya.


Ibu rafel pun masuk ke dalam ruangan tersebut dan Kayla memilih untuk kembali ke tempat yang semalam ia tempati.


Kayla yang sedadng berjalan hendak ke tempat yang semalam ia tempati ia pun berpapasan dengan Gilang yang baru saja datang sehabis membeli sarapan.


"Loh Kay kamu mau kemana?" Tanya Gilang.


"Aku mau ke ruangan yang semalam"


"Di ruang rafel ada siapa?"


"Ada kedua orang tua nya"


"Oh gitu, yaudah ini aku bawain sarapan buat kamu. Ayo kamu sarapan dulu"


"Iya" Jawab kayla.


Gilang dan kayla pun pergi ke ruangan yang semalam ia tempati.


***


Di depan ruang ICU setelah kedua orang tua rafel menjenguk sang putra sematawayang nya itu.


"Ayo pah, kita ke ruang dokter yang merawat Rafel untuk memindahkan rafel ke rumah sakit lain"


"Apa itu ga terlalu berlebihan mah?"


"Baiklah" Ucap sang papa.


Kedua orang tua Rafel pun pergi ke ruang dokter Samuel untuk memberitahukan keinginan mereka.


***


Di tempat Kay dan juga Gilang.


Kay yang terlihat sedang memakan sarapan nya bersama dengan Gilang, terlihat begitu sangat serius dan sangat menikmati sarapan itu.


"Lang" Panggil Kayla yang sudah selesai dengan sarapan nya.


"Hem"


"Abis ini kita pulang aja ya, rafel udah ada yang jagain juga ko. Udah ada orang tua nya"


"Hem?" Jawab Gilang dengan menaikkan satu alis nya yang tak mengerti maksud perkataan Kayla,


"Iya, jadi abis ini kita ga usah kesini lagi Lang biar Rafel keluarga nya aja yang ngurusin"


"Tumben" gumam Gilang dalam hati.


"Oh" Jawab nya kepada Kayla.


"Yaudah aku telpon kaka dulu"


"Iya"


Kayla pun mengambil ponsel nya dan mencari nama sang kaka, dan kemudian menekan icon hijau untuk menghubungi nya.


Kayla : Hallo ka.


Keynan : Iya de?


Kayla : Kaka ga usah ke rumah sakit, aku akan pulang sebentar lagi sama Gilang.


Keynan : Rafel sama siapa?


Kayla : Kaka ga usah khawatir, rafel udah ada yang jagain ko orang tua nya.


Keynan : Oyaudah. Kamu hati hati.


Kayla : Iya ka.


Tuuut... Sambungan pun di putus oleh Keynan.


***


Di ruang Dokter samuel


Dokter samuel yang baru saja tiba di rumah sakit, mengerutkan kening nya ketika mendapat laporan dari sang asisten nya bahwa ada yang mencari nya. Setau diri nya ia tidak memiliki janji kepada siapapun pada hari ini.


Dokter samuel pun mengizinkan mereka masuk.


"Excuse me, good morning doc"


"Morning, please sit down, sir and madam"


"Fine, thanks doc"


"Is there anything I can help?"


"I want to ask about my son's condition, rafel" Ucap sang papa.


"sorry, sir and madam, who is Mr Rafel?"


"We are his family"


"Oh, okay"


"So, how is my child, doc?"


"Mr. Rafel is now in a coma, we have to wait more and more within a week to see his progress, but in the past two days Mr.Rafel has shown good progress"


"Thank God, I want to transfer my child to another hospital, can that be, doc?"


"Of course you can, sir, madam. But what reason do you have for moving our patient?"


"We will transfer our child to our hospital in our current residence, precisely in Singapore"


"Well then, I will prepare everything for Mr Rafel's move"


"Okay, doc, thank you, excuse me because we also have to prepare everything"


"Okay"


Kedua orang tua Rafel pun keluar dari ruangan dokter samuel. Dokter samuel pun memerintahkan kepada sang asisten nya untuk menyiapkan keberangkatan Rafel. Tak lupa Dokter Samuel pun mengabarkannya kepada Gilang.


Samuel : Hello Lang.


Gilang : What is wrong?


Samuel : Do you know that you want to move rafel from this hospital?


Gilang : Haaaa? How to do?