
"Ka tadi bunda menghubungi ku" Ucap Kayla kepada Keynan yang baru saja tiba bersama dengan Gilang.
"Sebentar" Ucap Keynan yang melihat ponsel nya.
"Iya, tadi juga bunda menghubungi kaka, tapi tidak ke angkat oleh kaka" Lanjut nya.
"Pantas saja bunda menghubungi ku"
"Iya. Bunda bilang apa?"
"Engga bilang apa apa sih, cuma tanya aja aku baik baik aja apa engga"
"Terus kamu jawab apa?"
"Ya, aku jawab, aku baik baik aja. Aku bilang akan jemput bunda sama ayah untuk di bawa kesini jalan jalan"
"Yaudah kalau gitu mah" Ucap Keynan dan di angguki oleh Kayla.
"Apa kalian udah makan?" Kini Gilang yang bersuara.
"Belum" Jawab Sifa.
"Kebetulan ini kita bawa makanan tadi beli di jalan" Ucap nya seraya memebrikan tentengan yang tadi di beli oleh nya.
"Makasih" Ucap Sifa.
"Yaudah, kalian makan lah dulu" Titah Keynan.
"Iya Key"
"Ayo Kay"
"Iya"
Kayla dan SIfa pun pergi ke kantin untuk makan malam mereka.
***
DI depan ruang ICU
Keynan dan Gilang masih menunggu kabar baik dari Rafel. Mereka memjat pangkal hidung nya masing masing, karena merasa lelah untuk hari ini.
Ponsel milik Gilang kembali berdering. Gilang pun mengambil ponsel nya dan melihat ke layar ponsel nya bahwa sang Asisten lah yang menghubungi nya. Gilang pun mengangkat sambungan telpon nya itu.
Gilang : Ada apa?
Belum sang asisten menjawab, sudah ada lirihan dari suara wanita siapa lagi kalau bukan dari Meylani.
"Gilang tolong lepasin aku. Hiks... Hiks... Hiks..."
"Kamu tega Gilang kamu tega. Liat aja kamu akan tetap aku balas nanti"
"Gilaaaang..." Teriak nya.
Gilang : Ada apa asisten Hen? Apa kau menghubungi ku hanya untuk mendengar kan ocehan sampah dari mulut wanita itu hah?
Asisten Hen : Maaf bos, bukan itu maksud saya, saya hanya ingin mengatakan bahwa saya dan beberapa anak buah kita akan mengantarkan nona Meylani bos. Sebagian lagi masih ada di Negara ini, untuk berjaga jaga.
Gilang : Baiklah, kalau begitu jika kau sudah sampai kau kabari lagi saja aku.
Asisten Hen : Baik bos.
Tuut. Sambungan telpon pun di putus oleh Gilang.
"Ada apa, apa ada masalah?" Tanya Keynan ketika tadi mendengar makian dari Gilang.
"Ga ada, semua aman"
"Oke"
Tak lama Kayla dan Sifa pun datang menghampiri mereka.
"Ka, Gilang. Kalian pulang lah ini udah malam" Titah Kayla.
"Kamu aja yang pulang sama Sifa" Kata Keynan.
"Iya Kay. Kamu sama aku pulang, biar para lelaki ini yang menunggu Rafel disini" Ucap Sifa.
"Engga. Aku ga mau, aku mau disini aja"
"Yaudah lo dan Sifa pulang aja, biar gue yang disini temenin Kayla"
"Ga usah, aku sendiri aja"
"Gapapa, ga baik juga perempuan disini sendiri. Kalau ada apa apa repot jadi nya kalau sendiri"
"Ah baiklah"
"Tapi..."
"Ga ada tapi tapian ka, kasian tuh Sifa udah sangat lelah seharian disini temenin aku. Kalian kan bisa besok pagi ke sini lagi" Bujuk Kayla.
"Baiklah kalau begitu, gue titip adik gue sama elo" Ucap nya kepada Gilang.
"Iya santai aja"
"Yaudah, kaka pulang dulu ya ssama Sifa. Kalau ada apa apa langsung hubungi kaka aja atau kamu langsung hubungi sifa"
"Siap bos"
Keynan dan Sifa pun pergi dari rumah sakit itu.
***
"Apa gapapa kita tinggal Kayla sama Gilang berdua aja?" Tanya Sifa kepada Keynan ketika sudah berada di mobil.
"Gapapa, lagian Gilang cowo yang bertanggung jawab ko"
"Yang bener kamu?"
"Iya sayang"
"Yaudah deh iya"
***
Di rumah sakit
"Aku akan menyiapkan satu ruangan untuk kamu istirahat" Ucap Gilang kepada Kayla seraya membuyarkan lamunan mereka berdua.
"Ah itu ga perlu, aku disini saja"
Gilang yang mendegar tolakan dari Kayla pun beranjak dari duudk nya dan berlutut di hadapan Kayla, dan berkata "Itu ga baik untuk wanita, kamu tunggu di sini dulu ya, aku akan menghubungi teman ku" Ucap nya sambil tersenyum manis dan mengacak ngacak rambut Kayla.
"Eh... Baiklah" Jawab nya pasrah.
Gilang pun mengambil ponsel nya dan agak menjauh dari Kayla.
Setelah agak jauh dari Kayla, Gilang pun menghubungi Dokter Samuel untuk menyiapkan tempat untuk nya dan Kayla menginap di rumah sakit.
Gilang : Hallo doctor samuel.
Gilang : Hey, who asked you to check the rafel?
Samuel : So what do you want if it's not?
Gilang : So from that, if I call you ask first, okay, don't just talk right away, it'll be wrong.
Samuel : Okay, okay, I'm wrong sorry.
Gilang : I want to ask you a favor. Please prepare two rooms for me and Kayla to sleep. I'm staying here with him tonight.
Samuel : Geez Gilang! Why do you have to stay in the hospital? You have an apartment here, your life is really complicated.
Gilang : This is not what I want, this is Kayla's. There's no way I can leave him alone in the hospital.
Samuel : Just defend yourself. Who are you, girl?
Gilang : Uh, it's crazy, you talk a lot.
Samuel : Okay, I'll prepare it, I'll contact my assistant later.
Gilang : Why from earlier. Okay, I turned it off.
Samuel : Okay.
Tuuut... Sambungan pun di putus oleh Gilang.
Gilang pun kembali duduk di dekat Kayla.
Tak lama ponsel milik Gilang kembali berdering. Gilang pun mengambil ponsel nya dan melihat ke layar ponsel nya bahwa sang mama lah yang menghubungi nya.
"Tumben" Gumam Gilang dalam hati.
Gilang pun mengangkat telpon nya itu.
Gilang : Hallo mah.
Mamah : Heh anak orang, kamu mamah telponin ga di angkat angkat, kemana aja kamu?
Gilang yang mendengar suara cempreng dari sang mamah pun menjauh kan ponsel nya dari telinga nya.
"Ebuset ini emak siapa sih?" Gerutu nya dalam hati.
Mamah : Gilang...
Gilang : Eh iya mah. Gilang ada ko, maaf mah tadi Gilang banyak urusan jadi nya ga sempet angkat telpon mamah.
Mamah : So sibuk kamu, kerjaan aja terus yang di urusin nikah kaga di urus urusin.
Gilang : Ehh..
Mamah : Ah eh ah eh aja kamu. Emang kamu tadi ada urusan apa emang nya? Ko ga sama ASisten kamu itu sih?
Gilang : Loh mama kata siapa kalau aku ga sama Asisten Hen?
Mamah : Kata Asisten kamu lah, tadi kan mamah telpon asisten kamu, kata Asisten kamu, dia lagi ga sama kamu. Kamu kasih dia tugas yang lain.
Gilang : Iya, emang asisten Hen aku kirim dia ke negara yang jauh, soal nya ada urusan di sana.
Mamah : Jauh jauh aja. Mangka nya cari istri biar kalau Asisten Hen ga lagi sama kamu, kamu ada yang nemenin.
Gilang : Lah...
Baru hendak Gilang melanjutkan obrolan nya dengan sang mamah, Ucapan Gilang pun di potong oleh asisten milik Dokter Samuel yang memberitahukan bahwa ruangan nya sudah ada.
"Excuse me Mr. Gilang, the room you want has been provided"
"Fine then, can you take me there?"
"Fine, come with me"
Gilang pun beranjak dari duduk nya dan mengajak serta Kayla.
"Ayo Kay, kamu juga butuh istirahat"
"Iya"
Kayla pun mengikuti kemauan Gilang. Gilang pun kembali ngobrol dengan mamah nya.
Gilang : Mah udah dulu ya.
Mamah : Gilang itu dokter Kayla kan? Mana sini mamah mau ngomong sama dokter Kayla.
Gilang : Haish, ini udah malam mah, kasian Kayla mau istirahat dulu.
Mamah : Cepet Gilang.
Gilang : Yaudah nanti.
Mamah : Iya.
Gilang pun menghampiri Kayla yang berjalan di depan nya.
"Hemm Kay" Panggil nya.
"Iya"
"Hem... Ini mamah mau ngomong sama kamu"
"Mamah kamu?"
"Iya"
"Oh yaudah sini" Ucap nya.
Gilang pun memberikan ponsel nya kepada Kayla.
Kayla : Hallo, selamat malam mah.
Mamah Gilang : Malam. Hay nak apa kabar? Udah lama ya kita ga ngobrol lama.
Kayla : Hehe iya mah udah lama, kabar ku baik mah. Gimana kabar mamah sama papah?
Mamah Gilang : Baik juga. Kamu lagi sama Gilang? Ko bisa sih nak?
Kayla : Panjang mah cerita nya, ga bakal beres satu hari.
Mamah Gilang : Bisa aja kamu.
Kayla : Hehehe.
Mamah Gilang : Yaudah, kamu istirahat dulu ya, nanti kita sambung lagi. Selamat istirahat sayang.
Kayla : Iya mah, selamat istirahat juga. Salam ya mah buat papah.
Mamah Gilang : Iya sayang, nanti mamah sampaikan ke papah.
Kayla : Iya mah.
Tuuut... Sambungan pun di putus oleh mamah Gilang. Kayla pun kembali memberikan ponsel nya kepada Gilang.