Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Kirim Dia Ke Negara lain



"Baiklah, karena kau adalah orang yang sudah pernah berada di hatuku, pernah menghiasi hati dan hari hari ku, maka hukuman mu akan di lakukan oleh asisten Hen"


Meylani yang mendengar nya pun mendongakan wajah nya dan melihat ke arah Gilang dan melirik ke arah Asisten Hen. Semua oarang tau bahwa Asisten Hen tidak begitu kejam seperti Gilang, walaupun kata 'Kejam' itu tidak berlaku bagi kaum laki laki. Karena baik itu Gilang ataupun Asisteh Hen sama sama kejam dalam menghukum para musuh nya.


"Asisten Hen, hukum dia jangan beri dia ampun, setelah kau menghukum nya kirim dia ke negara lain, beri kan dia kepada pria pemuas nafsu nya. Jangan biarkan wanita ini lari dari orang tersebut" Titah Gilang degan sungguh sungguh tapi tetap dengan wajah tenang nya.


"Baik bos" Jawab Asisten Hen.


"Aku tinggal"


"Iya bos"


"Mey, aku sudah pernah bilang kan sebelum nya kepada mu, jangan pernah mengganggu kehidupan ku. Dan kau pun sudah tau pasti jika aku sudah marah itu akan seperti apa. Tapi sepertinya kau ingin menguji dan mencoba bermain dengan ku. Terima saja akibat nya" Ucap nya sambil tersenyum sinis.


"Engga Gilang. Aku ga mau. Gilang tolong maafin aku" Ucap nya tapi Gilang tak menghiraukan nya.


"Gilaaaaaang" Teriak Meylani.


"Gilaaaaang" Teriak nya lagi sampai Gilang sudah tak terlihat di pandangan mata nya.


"Asisten Hen maafkan aku" Ucap nya lirih ketika melihat asisten sang mantan berada di hadapan nya dnegan wajah yang sangat garang.


"Bagaimana saya bisa memaafkan anda jika bos saya pun tidak memaaf kan anda nona" Ucap nya dnegan tersenyum sinis.


Asisten Hen pun mulai melakukan aksi kejam nya, Mey hanya bisa pasrah menerima hukuman yang akan ia terima.


***


Gilang terus berjalan meninggalkan gedung tua itu, ia pun menghampiri Keynan yang sedang melakukan panggilan telpon. Keynan yang merasakan ada seseorang yang berjalan ke arah nya ia pun langsung menoleh dan melihat bahwa itu adalah Gilang. Keynan pun langsung memutuskan sambungan telpon nya.


"Kenapa di matikan?"


"Tidak apa, masih bisa lanjut nanti, itu hanya masalah pekerjaan saja"


"Baiklah"


"Apa kau suadh selesai?"


"Ya"


"Baiklah"


"Apa kau akan kembali ke rumah sakit?"


"Ya, aku harus menemani Nadia dan sifa di sana"


"Apa kau tidak akan kembali ke rumah sakit?" Lanjut Keynan.


"Aku akan ke rumah sakit mengantar kan mu"


"Tidak apa, kau tidak perlu mengantarkan ku jika kau tak akan ke rumah sakit"


"Tak apa, aku akan mengantar kan mu. Ayo"


"Baiklah"


Mereka pun berjalan beriringan menuju mobil.


***


Di rumah sakit.


"Sifa, kira kira ka Key dan Gilang mau pergi kemana?"


"Aku gatau Kay, mungkin emang mereka punya urusan pekerjaan yang harus segera di selesaikan"


"Iya juga"


"Apa kamu udah makan?"


"Udah tadi siang sama Gilang"


"Yaudah kita makan dulu yuk, lagian ini udah mulai larut malam Kay"


"Kamu ga boleh gitu Kay, nanti kamu sakit"


"Begini saja, nanti ketika ka Key dan Gilang datang kita ke kantin mencari makan"


"Baiklah kalau begitu"


"Ya"


***


Di Indonesia


"Yah, apa Nadia sedang ada masalah ya di sana?" Tanya sang bunda kepada ayah ketika sedang menonton televisi di ruang keluarga.


"Emang kenapa bun?"


"Perasaan bunda ko ga enak gini ya yah, di tambah liat tadi pas Keynan pergi kaya nya muka nya marah banget gitu"


"Ah itu mah cuma perasaan bunda aja kali"


"Apa iya yah?"


"Iya, kalau bunda ga percaya coba aja hubungi Keynan kalau ga Nadia"


"Iya juga. Yaudah bunda hubungi dulu ya yah"


"Iya"


Bunda pun menghubungi sang anak perempuan nya.


Bunda : Hallo nak.


Nadia : Iya bun?


Bunda : Bunda mau tanya sama kamu.


Nadia : Iya bun, bunda mau tanya apa?


Bunda : Kamu baik baik aja kan nak?


Nadia : Iya bun, Nadia baik baik aja, kenapa bun?


Bunda : Gapapa ko nak, syukur allhamdulillah kalau kamu baik baik aja.


Nadia : Iya bun, bunda sama ayah gimana? Sehat sehat kan di sana?


Bunda : Iya nak, bunda sama ayah sehat.


Nadia : Jaga kesehatan ya bunda. Nanti Nadia pulang buat jemput bunda sama ayah buat jalan jalan disini.


Bunda : Baiklah. Kamu juga jaga kesehatan ya nak di sana.


Nadia : Iya bun.


Bunda : Yaudah kalau gitu bunda matikan ya nak. Jangan lupa istirahat.


Nadia : Iya bunda. I love you.


Bunda : Love you too.


Tuuut... Sambungan pun di putus oleh sang bunda.


"Bagaimana?" Tanya sang ayah ketika melihat sang istri berjalan ke arah nya.


"Baik yah, ga ada apa apa"


"Tuhkan bener, itu mah hanya perasaan bunda saja"


"Iya yah"