Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Kembali ke Indonesia



Setelah bersiap dan menghubungi sang bunda, kini Kayla sedang mengetikkan pesan kepada Gilang, bahwa diri nya jadi untuk kembali ke Indonesia.


To : Gilang


Gilang, aku jadi pulang ya. Aku pulang hari ini, jam 4 sore.


Setelah mengirimkan pesan, Kayla meletakkan kembali ponsel nya, dan ia menyandarkan tubuh nya di sofa yang berada di kamar nya itu.


"Apa kabar kamu? Semoga kamu cepat membuka mata mu ya Fel" Gumam nya dalam hati sambil menguatkan hati nya bahwa ini yang terbaik untuk nya.


"Apa ini semua udah jalan nya harus seperti ini? Jika iya, aku akan menerima nya dengan okhlas walaupun perih" Ucap nya lagi dalam hati.


"Kay" Panggilan lembut dari suara perempuan sambil memegang bahu Kayla.


"Eh sifa" Ucap Kayla sambil memaksakan untuk tersenyum.


"Kenapa?" Tanya sifa.


"Kenapa gimana sif?"


"Kamu kenapa Kay? Aku perhatiin semenjak kamu pulang dari rumah sakit kamu keliatan ga semangat gitu"


"Ah mungkin hanya kelelahan saja Sif"


"Apa kamu ga bohong Kay?"


"Iya"


"Kenapa? Ko kamu Kaya tertutup gitu sekarang sama aku Kay?"


"Masa iya?"


"Iya Kay"


"Ah itu mah hanya perasaan kamu aja kali Sif, aku gapapa ko"


"Kamu yakin?"


"Iya"


"Yaudah kalau gitu, kalau ada apa apa bilang aja ya Kay"


"Iya siap sifa sayang"


Sifa pun kembali ke luar dari kamar nya untuk menemani Keynan yang kini tengah berada di ruang keluarga sedang menonton televisi.


***


"Key" Panggil sifa ketika sudah berada tepat di sebelah Keynan.


"Hem?"


"Kamu ngerasa ada yang aneh ga sih sama Kayla?"


"Kenapa?"


"Ko aku kaya ada yang aneh gitu loh sama Kayla"


"Iya, sebenernya aku juga ngerasa gitu ko sama Nadia. Kira kira ada apa ya?"


"Coba kamu hubungi Gilang, siapa tau aja dia tau kan apa penyebab nya"


"Iya aku coba"


Keynan pun mengambil ponsel nya untuk menghubungi Gilang.


Gilang : Hallo Key?


Keynan : Ya.


Gilang : Ada apa?


Keynan : Gue mau tanya.


Gilang : Apa?


Keynan : Apa di rumah sakit tadi ada masalah?


Gilang : Kenapa emangnya?


Keynan : Gue tanya aja, soalnya Nadia keliatan kaya gimana gitu.


Gilang : Ini juga gue lagi cari tau. Gue sih dapet kabar dari dokter Samuel, kata nya Rafel di pindahin ke Rumah sakit lain, di Singapur sama orang tua nya.


Keynan : Kenapa?


Gilang : Gue gatau pasti alasan nya kenapa, tapi mungkin salah satu penyebab Kayla murung mungkin karena itu.


Keynan : Oke thanks.


Gilang : Oke.


Tuuut... Sambungan pun di putus oleh Keynan.


"Kenapa?" Tanya Sifa ketika Keynan kembali menjetikkan jari nya di layar ponsel.


"Rafel di pindahin kerumah sakit lain"


"Loh ko?"


"Aku juga gatau alesan nya apa, soalnya gilang juga lagi cari tau sekarang" Jawab nya dengan masih melihat ke layar ponsel milik nya seperti sedang mengetikkan sesuatu.


"Apa mungkin karena ini?"


"Aku ga yakin, bisa jadi iya bisa jadi engga"


"Terus kenapa?"


"Ini aku lagi minta Faisal buat cari tau"


"Oke"


Keynan pun mengirim kan pesan nya kepada Faisal.


***


Di tempat lain, Faisal yang terlihat sangat sibuk dengan berbagai macam berkas di hadapan nya dan tak lupa ia di temani oleh sang asisten yang nyebelin tapi cantik.


To : Asisten Faisal


Asisten Fai, cari tau sekarang juga tentang Rafel dan apa yang terjadi di rumah sakit tadi.


Faisal pun membalas


To : Tuan muda Keynan


Baik bos.


Faisal pun mengeluarkan nafas kasar nya.


"Ada apa?" Tanya sang sekertaris cantik nya itu.


"Tak ada" Jawab nya ketus. Sang sekertaris pun hanya menyebikkan bibir nya saja karena kesal.


"Kau lanjutkan pekerjaan mu, saya akan pergi untuk tugas lain" Lanjut Faisal.


"Ya ya ya baiklah" Jawab nya.


Faisal pun melangkah kan kaki nya keluar ruangan sang bos nya itu yang menurut nya sangat sumpek, karena hanya berisi berkas berkas saja.


***


Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore waktu London. Kini Kayla, sifa dan sang kaka pun sedang berjalan hendak ke parkiran apartemen tersebut.


Di tengah perjalanan, tiba lah Gilang dengan tampang yang sangat tampan dengan satu tangan di masukan ke dalam saku celana nya itu dan tak lupa kaca mata yang bertengger di wajah nya utu, menambah kesan tampan nya semakin menjadi jadi saja.


"Maaf aku telat" Ucap nya kepada Kayla.


"Tak masalah, ini juga baru mau ke parkiran ko"


"Sini biar aku bawa koper mu" Ucap nya kepada Kayla.


"Baiklah" Jawab nya sambil memberikan koper yang berada di tangan nya itu.


Mereka berempat pun jalan beriiringan menuju parkiran mobil VVIP apartemen tersebut.


"Kay kamu sama aku aja naik mobil ku, biar kaka mu bawa mobil kamu ke bandara sama sifa" Ucap gilang setelah sampai di parkiran apartemen.


"Yaudah Nad gapapa, kamu sama Gilang aja" Jawab Keynan.


"Yaudah, aku sama Gilang ya ka, kami ada di belakang kaka" Ucap Kayla.


"Iya" Jawab Keynan.


"Kamu hati hati" Timpal nya lagi.


"Jaga Kayla baik baik" Timpal sifa kepada Gilang.


"Beres" Jawab Gilang.


"Iya ka, kaka dan Sifa juga hati hati" Ucap kayla dan di angguki oleh kedua nya.


Sifa dan Keynan pun menaikki mobil milik Kayla, sedangkan Kayla menaikki mobil milik Gilang, mereka pun menjalankan mobil nya meninggal kan Apartemen tersebut.


***


Di mobil Gilang


"Kamu mau berapa lama di Indonesia?" Tanya Gilang kepada Kayla.


"Ga lama, sekitar 3 hari aja, terus bawa bunda sama ayah ke sini buat jalan jalan"


"Oh gitu"


"Iya. Terus kamu ga kembali ke Indonesia?" Kini giliran Kayla yang bertanya kepada Gilang.


"Belum mau, mungkin seminggu lagi aku disini"


"Oh, terus perusahaan kamu?"


"Itu udah ada yang handle ko"


"Oh gitu"


"Iya"


"Kamu ga ada rencana buat pindah ke Indonesia kan?"


"Engga, aku udah betah di London Lang, disini banyak kenangan manis"


"Hem"


" Kenapa?"


"Engga, dikira aku kamu ada rencana gitu buat pindah ke Indonesia"


"Engga untuk sekarang, gatau nanti, kita liat aja"


"Baiklah"


***


Di mobil Keynan


"Sif" Panggil keynan.


"Iya Key?"


"Maaf"


"Loh kenapa?"


"Maaf aku belum bisa menikahi mu sebelum Nadia menemukan pria yang cocok untuk nya"


"Gapapa Key aku ngerti ko, lagian aku juga ga buru buru untuk menikah, kita jalanin aja dulu sekarang"


"Terimakasih sayang kamu udah mau ngertiin aku" Puji nya sambil menggenggam dan mencium tangan Sifa.


"Iya sama sama. Kita saling mendukung aja ya Key"


"Iya sif"