Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Selangkah lebih maju



"Mas maafin Vio ya, vio hanya anak anak yang suka sama kamu. Maafin dia ya mas"


"Pakai lagi cincin tunangan kita"


"Baik" Jawab Kayla dan langsung memakai cincin nya kembali.


"Hen, percepat pernikahan ku dengan Nadia" Titah Gilang kepada Hen.


"Apa?!!" Pekik Kayla.


"Kalau kamu ga mau, aku tidak akan memaafkan dia" Tegas nya sambil menunjuk ke arsh Vio.


"Baik mas, aku mau" Jawab Kayla.


"Bagaimana dengan orang tua dan keluarga ku?"


"Mereka sudah tau dan sudah setuju"


"Apa?!! Bagaimana bisa?"


Flashback on


Setelah pertemuan nya dengan Riko, Gilang pun sempat termenung ketika selesai dari meeting nya siang itu.


"Gue serius lang, tadi gue lagi ngobrol, terus dia nanya nanya soal elu, gue bilang aja kalau lu itu duah punya tunangan, dan kata dia dia mau bikin hubungan lu rusak”


Perkataan itu yang selalu terngiang nginga di telinga Gilang.


"*Apa sebegitu nekat nya si vio sama gue?" Gumam Gilang dalam hati.


"Gue harus berhati hati kali ini" Gumam Gilang lagi dalam hati*.


***


Dret.. Dret.. Dret.. Ponsel Gilang terus bergetar menandakan bahwa ada panggilan masuk. Gilang pun melihat nomor tanpa nama di layar ponsel nya itu. Agak lama, sampai akhirnya Gilang memutuskan untuk mengangkat panggilan tersebut.


Vio : Hallo ka?


Gilang : Siapa?


Vio : aku vio ka, sepupu nya ka Riko.


Gilang : Oh iya, ada apa Vio?


Vio : Hanya ngetest saja ka hehe. Maaf mengganggu waktu nya ka. Selamat malam.


Gilang : Malam.


Tuuut.. Sambungan pun terputus.


"Dari mna dapet nomor gue?" Monolognya ketika sambungan sudah tertutup.


Gilang pun kembali menyimpan ponsel nya di atas nakas kamar nya. Gilang pun memilih untuk mengambil minum ke dapur. Setelah kembali, dilihat lah layar ponsel nya yang akan meredup.


Terlihatlah 1 panggilan tak terjawab dari sang tunangan. Gilang pun kembali menghubungi nomor Nadia.


Gilang : Hallo sayang.


Nadia : Iya mas.


Gilang : Ada apa hem? Mas tadi abis ngambil minum dari dapur.


Gilang : Oke


Nadia : Yaudah kalau gitu selamat istirahat mas.


Gilang : Iya sayang.


Tuut... Sambungan pun terputus.


"Vio telpon gue, nadia juga telpon gue bilang mau ke villa temen nya. Apa ini cuma kebetulan ya?" Gumam gilang dalam hati.


Gilang pun memilih untung menghubungi sng asisten nya itu.


Hen : Iya bos.


Gilang : Ke rumah ku sekarang.


Hen : Baik bos.


Setelah menghubungi sang asisten nya itu. Gilang memilih untuk keluar dari kamar nya dan menunggu Hen di ruang kerjanya.


"Ada apa bos menyuruh saya kesini?"


"Tolong lacak nomor ini, dia bilang nomor ini Adalah nomor vio sepupu nya riko. Dan kamu perintah kan ke anak buah mu suruh mengikuti Nadia besok"


"Baik bos"


***


Keesokan hari nya Gilang memilih untuk ke rumah Nadia, untuk membicarakan pernikahan nya dengan kedua orang tua Nadia. Karena Gilang sungguh tidak tenang jika harus berlama lama menunggu hari itu tiba.


Karena menurut nya semakin lama, semakin ada saja masalah yang di hadapai oleh nya dan juga Nadia.


Awalnya orang tua Nadia menolak, tapi karena Gilang yang pintar merayu dan membujuk, akhirnya kedua orang tua Nadia pun mengikuti keinginan Gilang. Dan sepakat lah bahwa bulan besok mereka akan mengadakan Resepsi pernikahan.


Flashback off


"Ko kamu makin pintar ya, seperti nya kita memiliki ikatan batin yang kuat" Ledek Nadia kepada Gilang.


"Harus dong sayang" Jawab nya.


"Emmm. Lang, kay. Maaf, gue harus pulang bawa Vio" Riko pun bersuara.


"Baiklah" Jawab Gilang.


"Sekali lagi terimakasih" Kata Riko.


"Ya"


"Ayo Vio" Ajaknya kepada Vio. Dan vio pun mengikuti kata sang kaka sepupunya itu.


.


.


.


.


Maaf yak, kalau hari ini feel nya kurang dapet, soalnya aku lagi kehabisan ide hehe.