Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Karena mempersiapkan pernikahan butuh proses



Setelah mengantarkan Sifa pulang kerumah nya, Nadia dan Keynan pun akhirnya sampai di rumah yang sangat nyaman menurut nya.


"Bundaaaa" Teriak Kayla saat sudah sampai di rumah nya itu.


"Aduh anak bunda udah datang" Ucap nya sambil memeluk tubuh sang anak bungsunya itu.


"Aku kangen bunda"


"Bunda juga kangen kamu nak"


"Ayah mana bun?"


"Ayah ada di taman belakang"


"Yaudah Nadia ke taman belakang dulu ya bun"


"Iya nak"


Nadai pun meninggalkan sang bunda dan melangkah kan kaki nya menuju taman belakang untuk bertemu dnegan sang ayah.


"Ayah" Panggil nya ketika sudah melihat sang ayah yang sedang duduk di gazebo taman belakang itu.


"Eh anak ayah udah sampai"


"Iya ayah. Nadia kangen banget sama ayah"


"Bohong kali"


"Bener dong"


"Kalau kangen ko ga pulang pulang sih hem?"


"Hehe aku banyak kerjaan yah di sana"


"Dasar, dulu aja kamu ngamuk ngamuk ga mau di pindahin tugas nya sama kaka, sekarang aja malah ga mau pulang ke sini"


"Ayah gitu" Ucap nya sambil mencebikkan bibir nya itu.


"Kamu udah sarapan belum nak?"


"Belum yah, aku laper banget ini. Tadi aku ga sempet sarapan abis nganterin sifa"


"Yaudah sana sarapan dulu, terus mandi abis itu langsung istirahat pasti cape banget kan?"


"Baiklah"


"Yaudah aku ke dalam ya yah" Lanjutnya.


"Iya"


Nadia pun kembali ke dalam rumah nya untuk sarapan, dan terlihat lah sang kaka yang sedang sarapan sendiri.


"Oh jadi gitu aku ga diajakin sarapan nih ceritanya" Sindir Kayla kepada sang kaka.


Keynan yang hendak memakan nasi gorengnya pun mengehntikan aktifitas nya sejenak untuk melihat ke arah sang adik dan tanpa di sangka Keynan hanya menjawab nya dengan menyengir kuda dan melanjutkan sarapan nya itu.


"Dih nyebelin deh punya kaka begini amat yak"


"Kamu ngomong dek?" Tanya Keynan asal.


"Bukan ka aku lagi kumur kumur" Jawab nya.


"Oh dikira lagi ngomong" Ucap nya dan kembali melanjutkan sarapan nya itu.


Nadia yang mendengar ucapan sang kaka pun lebih memilih untuk mengacuhkan nya dan mmeilih untuk menyantap sarapan nya itu.


***


Di belahan dunia lain


Kini terlihat seorang pemuda tampan dan gagah yang sedang menopang dagu nya dengan kedua tangan nya. Siapa lagi kalau bukan Gilang yang seperti sedang berfikir keras. Padahal pada kenyataan nya Gilang hanya lah merasa kesepian tanpa hadirnya Kayla di sisi nya. Padahal dia sangat tau bahwa dia tidak boleh seperti ini seharusnya karena Kayla yang jelas jelas sudah menjadi tunangan orang lain.


"Haaaah" Terdengar hembusan nafas dari Gilang.


"Gue kenapa sih?" Monolognya.


"Mana sisi playboy gue?"


"Apa ini ya yang dirasain cewe cewe itu pas gue tinggalin?"


"Kalau tau begitu gue kaga mau dah ngelkuin itu. Tapi ya mau gimana lagi ja udah terjadi"


"Pusing gue lama lama"


"Apa harus gue pindah planet ya ke mars biar gue kaga kaya gini?"


Setelah bermonolog sendiri Gilang bangkit dari duduk nya dan mengambil jas nya, Gilang lebih memilih untuk pergi ke suatu tempat agar pikiran nya sedikit tenang dan ia bisa mengambil keputusan untuk melakukan hal apa sebelum terlambat dan agar tidak salah saat mengambil keputusan. Memang cinta dapat membuat siapa saja berubah ketika seorang mengenal nya!


***


"Lalalalalalalala" Senandung lagu yang sedang di nyanyikan oleh Nadia ketika saat mandi.


"Hemhemhemhemhem" Masih terdengar senandung lagu yang terdengar Nadia.


"Gue harus bisa, gue harus kuat lewatin ini semua" Ucap Nadia menyemangati diri nya sendiri.


"Kayla Nadia Kamil kamu adalah wanita kuat, kamu adalah wanita yang benar benar kuat" Ucap nya sambil memakai baju santai nya.


***


"Katakanlah"


"Di ruang kerja ayah saja"


"Baiklah ayo"


Keynan dan sang ayah pun melangkahkan kaki nya menuju ruang kerja sang ayah.


"Ada apa?" Tanya sang ayah ketika sudah berada di ruang kerja sang ayah.


"Mengenai Nadia dan Rafel Ayah"


"Ayah sudah tau dan mendengarnya"


"Ayah sudah tau semua?"


"Ya, ayah sudah tau semua"


"Jika ayah sudah tau semua, Keynan harus melakukan apa yah? Maaf sebagai seorang kaka, Keynan tidak bisa menjaga Nadia dengan baik"


"Ini bukan salah mu, dan kamu ga perlu melakukan apapun untuk hal ini. Biar Nadia yang menyelesaikan ini semua karena ini menyangkut hati seseorang. Kamu hanya harus menjaga nya dari kejauhan"


"Baik yah"


"Bagaimana hubungan mu dengan Sifa?"


"Baik yah"


"Kapan kamu akan menikahi Sifa?"


"Aku dan sifa sudah sepakat untuk menikah ketika Nadia sudah mendapatkan pria yang cocok untuk nya yah"


"Apa itu tidak terlalu lama?"


"Tidak yah"


"Bukan nya kamu juga sudah melamar Sifa?"


"Iya yah sudah"


"Lalu kamu akan tetap menunggu adik mu menemukan pendamping hidup nya terlebih dahulu?"


"Iya yah. Karena Keynan yakin, ketika Keynan sudah menikah fokus Kyenan akan terbagi dan tidak terlalu memfokuskan kepada Nadia yah"


"Nadia sudah besar nak. Nadia juga pasti bisa jaga diri nya sendiri, ayah pun sebagai ayah nya akan menjaga nya dari kejauhan, bukan hanya Nadia kamu pun ayah jaga dari kejauhan. Sudah lah nak jangan jadikan adikmu sebagai alasan mu untuk menunda nunda pernikahan. Kasihan Sifa, walaupun sifa mendukung mu tapi tetap saja Sifa pun akan merasakan sedih jika kamu tidak menikahi nya"


"Jadi maksud ayah Keynan harus menikah dengan Sifa dalam waktu dekat?"


"Tidak perlu dalam waktu dekat juga, karena mempersiapkan pernikahan juga butuh proses yang cukup lama nak"


"Baiklah ayah Keynan akan membicarakan ini dengan Sifa"


"Iya nak. Kamu yakinkan saja bahwa Nadia tidak akan kenapa-napa, ia pasti akan menemukan pasangan hidup nya yang menurut nya cocok tanpa harus ada campur tangan dari kita"


"Baik yah" Ucap nya dan di jawab anggukan oleh sang ayah.


"Baiklah ayah kalau begitu Key permisi keluar dulu, untuk membicarakan ini dengan Sifa"


"Iya"


Keynan pun keluar dari rungan sang ayah dan memilih untuk pergi ke kamar nya untuk menghubungi sang kekasih atas permintaan sang ayah nya itu.


Setelah sampai di kamar nya Keynan langsung menghubungi kekasih nya itu.


Keynan : Sayang?


Sifa : Iya sayang.


Keynan : Ada yang ingin aku bicarakan.


Sifa : Katakan lah.


Keynan : Ayah menyuruh ku untuk menikahi mu.


SIfa : A...Apa Key?


Keynan : Iya, ayah ku menyuruhku untuk menikahi mu.


Sifa : Kenapa? Kan kita sudah sepakat untuk menunggu Kayla terlebih dahulu.


Keynan : Mungkin memang umur ku yang sudah matang jjuga. Untuk Nadia itu bisa menjadi urusan ku dan ayah Sif. Bagaimana apa kamu mau?


Sifa : Baiklah aku menyetujui nya.


Keynan : Baik kalau begitu aku akan memberitahukan nya kepada ayah dan bunda. Besok aku akan menjemput mu ya.


Sifa : Baik.


Keynan : Yasudah kalau begitu aku tutup ya telpon nya, kamu istirahta lagi.


Sifa : Iya Key, akmu juga jangan lupa istirahat yang cukup.


Keynan : Iya.


Tuuut... Sambungan pun di putus oleh Keynan.